PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Anak yang mandiri


__ADS_3

Semenjak mereka pulang liburan. Mereka kembali ke rutinitas seperti semula. Tapi cukup berbeda karna adanya Sofie pengganti bunda mereka yakni Ayudia yang telah meninggal dunia.


"Bund... Aku pamit ya... Nanti Bunda ke sekolah ditemani mbok En aja. Kalau mbok En udah terkenal disekolah ku sebagai oma yang cantik."


Lulu menghabiskan sarapan paginya. Kemudian meminum susu coklat yang biasa disediakan mbok En setiap sarapan sebelum berangkat sekolah.


"Iya tenang aja... Nanti oma akan temani Bunda kamu kesekolah..."


Lulu tertawa mendengar Mbok En yang bertingkah lucu. Sofie memberikan sebuah kotak bekal untuk Lulu.


"Sayang .. ini Bunda sudah siapin bekal buat kamu. Dimakan ya ..."


Lulu terharu menerima bekal yang diberikan Sofie. Ia teringat akan Ayudia yang selalu menyiapkan bekal untuk Lulu sekolah saat masih sekolah dasar.


"Makasi bunda .." Lulu memasukan bekal langsung kedalam tasnya.


"Bunda nanti hadir pukul berapa disekolah kamu sayang?" Sofie menemani Lulu berjalan kedepan ruang tamu.


"Pukul 10 aja bund... Aku berangkat ya... "


Lulu menyiumi punggung tangan Sofie dan mbok En. Dan berjalan keluar pagar berangkat dengan langganan ojek nya setiap hari.


Anak ini begitu santun pada orang tua. Dia tak memperdulikan status seseorang..


Ayu .. kau sangat beruntung mempunyai anak anak ini..

__ADS_1


"Lulu sudah berangkat?"


Tiba tiba Gantara muncul dari arah kamar mereka. Mbok En melanjutkan aktivitasnya didapur. Karna Meko masih belum sarapan pagi ini.


"Sudah mas, kenapa dia naik ojek?" Sofie berjalan kearah meja makan.


"Karna ia tak ingin merepotkan orang lain .. Lulu anak yang mandiri."


Gantara menyesap kopinya yang telah tersedia diatas meja makan. Meko turun dengan tergesa gesa. Ia langsung duduk dimeja makan. Menghela nafasnya memgambil segelas air minum dan meneguknya.


"Ada apa Meko... Kamu buru buru sekali" Gantara heran melihat tingkah anaknya.


"Aku lupa memberi tahu bahwa hari ini pertemuan orang tua disekolah Lulu." Meko menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Sudah .. tadi Mbok En yang beritahu Bunda. Nanti Bunda yang datang kesekolah. Kamu tenang aja ... Ayo sekalian sarapan."


"Makasi Bund... Benaran Bunda yang kesekolah?" Meko menyuap nasi goreng yang sedap buatan Sofie.


"Iya... Mbok En temani untuk pertama kali." Sofie menoleh kearah Mbok En yang mengacungkan jempol padanya.


"Syukurlah.. Lulu pasti senang..."


Mereka melanjutkan sarapan paginya dengan ketenangan. Aura pagi ini kediaman Gantara berbeda dari hari biasanya. Kali ini suasana begitu hangat terbangun dengan sendirinya.


...***...

__ADS_1


Lulu turun tepat didepan gerbang sekolah. Tak lupa ia membayar ongkosnya dan menyerahkan helm tukang ojek.


Sebelum melangkahkan kaki ia sudah diteriaki dari luar sekolah. Lulu menoleh, ia melihat Nadifa berlari menghampirinya.


"Selamat pagi Nadifa... Kamu sudah sehat ya..." Sapa Lulu sebelum Nadifa benar benar berada didekatnya.


"Pagi sahabat ku. Udah dong... Mbok En jagain aku seharian. Jadi ga enak Lu... Hehehe"


Jawab Nadifa menarik Lulu untuk berjalan masuk kedalam sekolah.


"Ga apa apa... Aku yang minta mbok jagain kamu. Nanti kamu kenapa kenapa aku kan ga enak sama mami mu."


Jawab Lulu sambil berjalan bergandengan tangan dengan sahabat nya itu. Mereka tersenyum dan masuk kekelas masing masing. Kebetulan mereka beda kelas.


Sebentar lagi semua murid akan menerima raport nilai kenaikan kelas. Jika ia berhasil Lulu akan naik kelas sembilan.


Setelah meletakkan tas kekelas. Lulu kembali menghampiri Nadifa kekelasnya.


"Ayo Nad... semua murid berkumpul dilapangan upacara. Bawa topi mu.. nanti pingsan lagi." Lulu berteriak memanggil Nadifa didepan pintu kelasnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2