PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Awal yang baru


__ADS_3

Gantara memboyong keluarga nya menuju pemakaman Ayudia. Tak lupa Lulu membeli bunga dan air mawar untuk hadiah ibundanya disertai doa doa untuk bunda tercinta.


"Ayo sayang..."


Sofie mendekati Lulu saat turun mobil. Ia memangku Lulu hingga ke pemakaman sahabatnya Ayudia.


"Sebentar bu.. aku ambil selendang dulu."


Lulu balik kedalam mobil untuk mengambil selendang yang lupa ia pakai tadi. Lalu berlari lari kecil mendekati Sofie.


Semoga hubungan ini menjadi lebih baik setelah mendapat restu dari mu sayang..


Ayudia.. maafkan aku .. aku tak bermaksud untuk tak setia padamu... Tapi .. semua ini kulakukan atas permintaan mu sendiri. Sampai saat ini aku masih sangat mencintai mu Ayudia. Aku tak bisa melupakan mu...ku harap kau bisa tenang disisiNYA. Dan sampai berjumpa lagi disyurga nanti... Jika Tuhan mengizinkan.


Gantara yang lebih dulu tiba didepan makam Ayudia segera memanjatkan doanya untuk istri tercinta.


"Bunda... Lulu datang, bersama ayah, mas Meko bahkan dengan ibu Sofie sahabat nya bunda."


Air mata nya langsung mengalir tak tahan dengan kerinduan nya dengan Ayudia. Ia memanjatkan doa untuk ibu tercinta.

__ADS_1


Sofie masih setia di samping Lulu, memberikan kekuatan untuk gadis manis itu.


Bunda, aku sudah bisa menerima kehadiran ibu Sofie. Bukan berarti aku melupakan bunda sebagai ibu kandungku. Semoga kami bisa menggapai cita cita seperti yang bunda harapkan. Dan juga aku akan berusaha menjadi kakak yang baik dan selalu ada untuk Lulu. Dia adik kesayangan Meko bund... Semoga bunda selalu tenang disisiNYA.


Meko juga turut melantunkan doa doa untuk ibunya. Lulu membuka bunga dan air mawar yang ia beli tadi. Kemudian menyiramkan keatas makam Ayudia.


Ayu... Aku disini, bersama suami dan anak anak mu. Aku berjanji akan menjaga mereka dengan seluruh hatiku.


Aku sudah menepati janji ku padamu. Sekarang aku berada di posisi mu sebagai istri Gantara dan Ibu dari Lulu dan Meko. Kuharap kamu bisa tenang disisiNYA. Sahabat manisku .. aku menyayangimu...


Mereka membersihkan sedikit sampah yang ada didekat makam Ayudia.


"Bunda .. jika benar ini semua keinginan bunda. Maka Lulu akan menerima dengan lapang hati. Lulu akan menerima ibu Sofie... Sebagai ibu kami."


Meko pun tak tinggal diam. Dia mendekati Sofie, dengan senyuman penuh haru Sofie merangkul kedua anak Ayudia kedalam pangkuannya.


Tangisan wanita itu pecah, bukan karna sedih. Tapi terharu dan bahagia. Saat ini ia benar benar punya anak, walaupun mereka tidak lahir dari rahimnya.


Tapi Sofie sangat menyayangi mereka sejak mereka lahir. Gantara berkaca kaca menyaksikan pemandangan yang menyejukkan hati itu.

__ADS_1


"Terimakasih anak anak ku. Ibu akan menyayangi kalian seperti Ayudia mencintai kalian.


Ayu... Kau sungguh membesarkan mereka dengan kasih sayang. Jika kau bisa lihat mereka sekarang. Kau akan bangga mempunyai putra putri seperti mereka. Aku merasa lebih hidup dari kehidupan ku sebelumnya Ayu.. sekarang aku mempunyai dua anak yang sangat aku sayangi."


Mendengar ucapan Sofie yang tulus dari hati, Lulu melepaskan tangisannya didalam pelukan Sofie. Ia sungguh tak menyangka mendapatkan ibu sambung sebaik Sofie.


Mereka bagaikan mendapatkan kembali setetes harapan dan kasih sayang dari Ayudia yang telah lama pergi. Kini harapan itu kembali nyata.


"Bu.. maafkan Meko.. sudah membentak mu disaat pertemuan pertama kita."


Sofie mengusap kepala Meko dan mengecup kening nya. Ia tersenyum dan mengangguk, sesekali menyeka air matanya.


"Ayah sangat senang hari ini.. Ayah juga berjanji pada kalian akan selalu meluangkan waktu untuk kita bisa bersama seperti ini. Terimakasih nak.. kalian memang anak anak ku yang baik."


Mereka berdiri, sekali lagi memanjatkan doa untuk Ayudia. Kemudian kembali menuju pelataran parkir pemakaman. Menuju tempat yang mereka inginkan. Untuk menghabiskan waktu bersama. Setelah sekian lama..


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2