
6 bulan sudah berlalu, saat ini Lulu akan mengikuti ujian semesternya. Pagi ini dia tak ditemani sarapan oleh Sofie dan Gantara, karna salah satu kerabat Gantara meninggal disolo. Mereka pergi untuk melayat.
"Mas .. nanti anterin aku ya" kata Lulu pada Meko sambil menyantap nasi gorengnya.
"Kemana Rafka?"
Karna sebelumnya Rafka yang selalu antar jemput Lulu pergi dan pulang sekolah.
"Kak Rafka lagi ada lomba pencak silat di Bogor. 3 hari lagi baru pulang." Jawab Lulu seperti tak bersemangat.
"Waaah .. banyak neng geulis tuh disana..."
Goda Meko pada Lulu yang langsung diberikan tatapan tajam oleh adiknya. Meko terkekeh melihat Lulu yang tampak cemburu.
"Hubungan kalian aneh.." imbuhnya lagi.
"Kenapa aneh coba?" Tanya Lulu ingin tau alasan Meko.
"Nembak udah .. tapi pacaran tahun depan...dan jalannya udah sekarang.. dimana letak estetiknya??"
Meko terkekeh menertawai hubungan Rafka dan Lulu. Hingga ia tersedak dan Lulu langsung memberikan air minum.
"Makanya... Jangan suka ketawain adik sendiri. Kualat lho mas Meko." Ledek Lulu dengan wajah senang.
"Mang gitu kenyataan nya... Mas ga ledekin kok .."
Lulu terdiam memainkan sendok nya diatas piring.
__ADS_1
"Trus... Baiknya gimana dong?" Tanya Lulu bersungguh sungguh.
"Ya kamu pacaran aja sekarang. Tapi Ayah dan Bunda jangan sampai tau .." ide Meko.
"Mbok dengar lo...."
Suara Mbok En yang nyahut dari dapur membuat kedua adik kakak itu terkekeh kecil. Dan mulai berbisik.
"Kamu dengerin aja mas.. nanti mas bantu." Lanjut Meko bisik bisik.
"Sama saja kok... 0acaran sekarang, sama pacaran 6 bulan lagi."
Tiba tiba Mbok En sudah duduk disebelah Lulu.
"Kamu jangan ajarin adek mu yang ga ga den...lagian non Lulu udah pergi pergi kok sama den Rafka. Cuma beda status aja kok non..."
Jelas Mbok En menyisir rambut Lulu dengan tangannya. Lulu tersenyum menanggapi pendapat Mbok En.
Kan Lulu ga bisa bilang gini... Eh jangan ganggu pacar gue.. naah gitu maksud Meko."
Ucapan Meko juga diterima dengan baik oleh Lulu. Tapi Mbok En hanya tersenyum saja menanggapi dua anak majikan nya yang sudah mulai dewasa. Dan berpikir dengan cara mereka masing masing.
Mbok En ga mungkin mengharuskan mereka menuruti perkataan nya. Karna ia sangat tau diri siapa status nya dirumah ini.
"Terima kasih kepada saudara Meko dan Nyonya Endang atas pendapat dan nasihatnya.
Menurut saya .. saya harus menyelesaikan ujian semester ini. Soal pacaran atau godaan orang ketiga saya serahkan ke empunya aja."
__ADS_1
Lulu berdiri menirukan ucapan presenter berita diTV. Dan perkataan nya sangat benar. Saat ini fokusnya hanya untuk ujian saja.
Dia masih sangat muda memikirkan tentang masa pacaran. Apalagi takut karna kekasih diambil orang. Bagi Lulu simple saja. Jika itu terjadi, berati hubungan berakhir alias putus.
Karna masih banyak lelaki diluar sana yang bisa dijadikan nya pacar. Apalagi saat ini ia masih tingkat SMP. harinya masih panjang dan masa muda nya akan ia lalui dengan kebahagiaan. Bukan dengan kegalauan seperti anak remaja jaman now.
"Terserah kamu aja... Udahan sarapannya? Mas udah mau berangkat nih." Ajak Meko.
"Iya... Aku ambil tas dulu..." Lulu segera berlari masuk kedalam kamarnya.
"Mbok aku berangkat ya sama Lulu. Mbok hati hati dirumah... Karna pak Kum juga ga ada didepan. Kunci aja gerbangnya ya Mbok."
Pesan Meko saat berjalan keluar rumah. Lulu mengikutinya dari belakang.
"Iya den... Pasti Mbok kunci." Jawab Mbok En.
"Duuh jadi cemas ninggalin Mbok sendirian dirumah. Apa aku ga kuliah aja ya?" Gumam Meko yang terdengar oleh Mbok En dan Lulu.
"Aah... Ga apa apa den... Mbok juga udah biasa sendirian. Nanti bibi juga pulang kok. Kan pasar dekat ini .. udah kalian berangkat aja."
Dengan berat Hati akhirnya mereka berangkat. Tapi setelah Mbok En berhasil mengunci gerbang dan masuk kedalam rumah barulah Meko melajukan motornya.
"Udah jangan cemas mas... Ayah sama Bunda pulang hari ini kok..."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung