
Lulu tersenyum menatap Rafka yang juga tersenyum melihatnya.
"Kamu sudah sembuh?" Tanya Rafka mengeluarkan roti dari dalam tasnya.
"Kamu bisa lihat sendiri." Lulu meraih roti yang terletak diatas meja.
"Waah... Ada fla vanilla nya... Makasi ya.."
Lulu mencomot roti dipinggirnya dan memasukan kedalam mulutnya.
"Enak bangeet..."
Rafka tersenyum melihat Lulu menyukai makanan yang ia bawa.
"Aku belum tau awal kamu sakit. Mau cerita?" Pinta Rafka sambil bersandar disofa.
"Maaf ya... Aku belum sempat cerita. Aku takut gangguin kak Rafka, biar cepat sembuh. Gituu..." Lulu tersenyum manis.
Senyuman ini yang aku rindukan...
"Ga apa apa..." Sahut Rafka bersikap dewasa.
"Kamu ga sekolah? Ini udah pukul 9 lho? Udah telat." Lulu mengernyitkan keningnya menunggu jawaban Rafka.
"Tadi udah kesekolah, pak Eko ga masuk hari ini. Ada rapat katanya. Jadi dua jam pelajaran pertama kosong. Lebih baik kesini kan? Bisa ketemu kamu..."
Lulu mengangguk menerima penjelasan Rafka. Ia menghabiskan roti yang dibawa Rafka.
"Oh... Gitu..." Ujar Lulu malu malu.
Sofie dan Gantara menghampiri mereka yang ditemani mbok En. Melihat kedua majikan nya datang, mbok En kembali kebelakang. Menyelesaikan pekerjaan nya.
"Selamat pagi om, tante..." Sapa Rafka berdiri dari duduknya. Menghargai kedua orang tua Lulu.
"Pagi Rafka... Udah lama ga kesini ya... Kamu udah sehat?" Tanya Sofie menerima salam dari Rafka.
"Alhamdulillah tante... Udah dua hari sekolah. Tapi aku baru bisa jenguk Lulu sekarang." Jawab Rafka.
__ADS_1
"Ga apa apa... Tapi ini kan jam pelajaran Raf... Kamu bolos?" Tanya Gantara.
"Ga bolos Yah... Dua jam pertama pelajaran kosong Yah, bund... Pak Eko lagi ikut rapat. Gitu..." Lulu membantu menjawab pertanyaan ayahnya.
"Ya udah... Om mau siap siap kekantor dulu ya. Kalian ngobrol aja dulu."
Sofie mengikuti Gantara kekamar, menyiapkan keperluan suaminya untuk berangkat kerja.
"Gimana sih ceritanya tadi?" Rafka sangat penasaran bagaimana Lulu bisa sakit.
"Jadi gini kak..."
Lulu menceritakan hal hal yang ia ingat. Karna sempat dimobil Nadhifa ia pingsan.
"Kalian udah temanan lagi?" Tanya Rafka setelah mendengar semua cerita Lulu.
"Ga... Dia kebetulan lewat aja." Lulu mengangguk mantap.
"Syukur deh, kamu bertemu dengan orang yang dikenal. Jadi bisa cepat dibawa kerumah sakit. Dapat penanganan yang cepat dari tim medis." Rafka merasa senang.
"Apa aku udah cerita ya sama kamu?" Tanya Lulu tiba tiba.
"Eeh .. ga jadi deh" Lulu berdalih.
"Ada apa Lu?" Tanya Rafka, ia melihat Lulu menutupi sesuatu dari nya.
"Ga apa apa .." Lulu mengambil segelas air yang diletakan mbok En tadi. Dan dlsegera meminumnya.
"Jika kamu mau cerita... Aku siap mendengar. Dan jika dibutuhkan.. aku akan berikan masukan." Rafka meyakinkan Lulu.
"Silahkan cah ayu dan den bagus.... Ini mbok En bikin cemilan. Dimakan mumpung hangat ya..."
Mbok En datang meletakan sepiring cemilan dihadapan mereka berdua.
"Mbok bikin kue lumpur ya?" Tanya Lulu senang.
__ADS_1
"Iya non... silahkan dicicip. Nak Rafka diajak... mbok kebelakang lagi ya.." Mbok kembali kedapur.
Rafka ikut mengambil kue lumpur dan memasukan kemulutnya sebagian.
"Ini terbuat dari labu .. enak..."
"Kue favorit aku, mbok En emang keren..." Jawab Lulu.
"Aku masih nungguin ya..." Rafka kembali mengambil cemilan itu dan menyantapnya dengan bahagia.
"Entahlah, mungkin aku lupa pernah atau ga cerita sama kak Rafka. Mengenai Nadhifa. Ia seorang lesbian..." Lulu akhirnya buka suara.
"Hmmm .. aku juga lupa Lu. Tapi itu hal yang tidak bagus. Jika kamu berteman dengan nya. Kemungkinan kamu akan terpengaruh dengan pergaulannya.
Karna anak remaja seusia kita, masih bisa terpengaruh dengan cepat hal hal yang negatif. Karena belum pernah merasakan dan menjalani." Rafka memberikan wejangan pada Lulu.
"Sangat mengejutkan, seorang Nadhifa..." Rafka kembali mengulangi perkataannya. Sambil menggelengkan kepala.
"Kaum nabi Luth..." Rafka menatap Lulu lama.
Ia tak percaya Lulu visa bersahabat dengan Nadhifa selama itu dan baru mengetahui nya sekarang.
Semoga saja, Lulu ga terpengaruh dengan pergaulan yang bersifat negatif.
Masa sih aku lupa?
Apa Lulu pernah cerita ya...
Kenapa jadi songong gini ya...
"Kak Rafka kenapa liatin aku gitu?" Tanya Lulu yang merasa aneh dengan tatapan Rafka.
.
.
.
__ADS_1