PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Dikunjungi Ayah dan Bunda


__ADS_3

Sekarang sudah menunjukan pukul 2 siang. Gantara dan Sofie telah sampai dirumah mereka. Sementara Lulu masih didalam kamar berpelukan dengan Peggy mengarungi alam mimpi.


Ternyata Lulu tertidur setelah meredam emosinya. Emosi Lulu sejak disekolah karna ulah Rafka.


Anak laki laki itu sudah tak sengaja menyentuhnya, bahkan sampai mengumumkan permintaan maafnya. Sampai satu sekolahan tau hal tentang mereka.


Gantara dan Sofie masuk kekamar Lulu dengan membawa sebuah map ditangan Sofie. Sebelum masuk mereka memanggil Lulu lebih dahulu.


Karna tak ada sahutan, mereka membuka pintu kamar Lulu yang tak terkunci. Dengan tersenyum Gantara tersenyum melihat putri kecilnya tertidur memeluk boneka.


Sofie duduk ditepi ranjang Lulu, tepatnya disamping putri mereka tidur.


"Sayang ...


Lulu... Bangun nak."


Sofie menepuk pelan lengan Lulu. Sementara Gantara duduk dikursi belajar putrinya sambil memperhatikan benda benda diatas meja belajar Lulu.


Lulu bergerak sedikit, dia memperbaiki arah tidurnya. Hingga kepala nya kini berada diatas paha Sofie.


"Anak manjah... " Gantara tersenyum melihat Sofie yang terkejut.


Sofie membelai belai kepala Lulu. Mengecup berulang kali. Hingga mata nya mengerjap dan terbuka.


"Sayang .. kamu tertidur ya ..?"


Lulu langsung duduk dan mengucek matanya yang masih berat untuk terbuka.

__ADS_1


"Bunda .. Ayah .. ada apa?" Tanya Lulu masih mengumpulkan kesadarannya.


"Tadi kenapa kamu duluan pulangnya. Ayah sama Bunda sampai nungguin se jam disana. Untung ada supir taxi yang bilang kamu sudah diantar pulang sama dia." Jelas Gantara.


"Emangnya pak supir tadi kenal sama aku?" Tanya Lulu heran.


"Tadi Ayah kamu liatin foto anak Bunda yang cantik ini..." Sofie bantu menjelaskan.


"Oh gitu.. pantes bapak itu ingat" gumam Lulu sambil mengangguk.


"Tadi Ayah nanya belum dijawab." Gantara mengingatkan lagi putrinya.


Lulu memandang Ayahnya teduh, ia tak menyangka sejak kehadiran Sofie, ayah nya telah kembali menjadi Ayah yang perhatian seperti dulu. Kemudian ia tersenyum.


"Sayang... ayah kan nanya... Kenapa malah senyum senyum sendiri?" Imbuh Sofie menyentil hidung Lulu.


"Memang nya kalian kenapa sampai segitunya minta maaf." Tanya Sofie penasaran.


"Cuma berantem biasa aja Bund ..." Jawab Lulu asal.


"Jadi... Kalian pacaran?" Selidik Gantara.


"Ga lah Yaaah... Dia itu namanya Rafka. Kakak kelas aku, udah mau tamat. Kenal baru juga tadi. Dia itu orang nya sok akrab, ga tau juga kenapa heran." Jelas Lulu.


"Jadi kamu didekatin sama orang yang sok akrab gitu? Trus ada masalah apa sampai dia minta maaf segitunya....?" Goda Sofie.


Lulu hanya memandang orang tua nya bergantian. Tadinya ia mau jujur tapi sungkan dengan kehadiran ayahnya. Karna Ayahnya pasti akan marah.

__ADS_1


"Yah... Boleh aku bicara berdua aja ga sama Bunda ?" Lulu melihat dengan wajah memelas pada Ayahnya.


"Okeh .. urusan wanita... Ayah tunggu diruang keluarga ya."


Gantara langsung berdiri dan berjalan keluar kamar Lulu.


" Jangan lupa pintunya Yah... Hehee" ucap Lulu sungkan


"Baiklah tuan putri..."


Gantara menggeleng kan kepalanya sambil menutup pintu kamar Lulu. Sofie hanya tersenyum melihat tingkah kedua ayah dan anak ini.


Sofie menatap Lulu menunggu penjelasan tentang perihal Rafka yang minta maaf dengan cara berlebihan.


"Jadi gini Bund... Aku lapar, trus makan bakso nya bang Mail. Dia juga ngikutin aku.. pake rangkul rangkul segala. Pertama.. aku udah ga senang tingkahnya.


Trus..nungguin bakso dia malah bercandain aku... Dan ..."


Lulu langsung terdiam, ia merasa sungkan untuk lebih panjang lagi cerita dengan Sofie.


"Dan....?" Sofie semakin penasaran.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2