PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Terbaik dari yang terbaik


__ADS_3

Setelah meletakkan tas kekelas. Lulu kembali menghampiri Nadifa kekelasnya. Mengajak temannya itu untuk ikut berkumpul dilapangan.


"Ayo Nad... semua murid berkumpul dilapangan upacara. Bawa topi mu.. nanti pingsan lagi." Lulu berteriak memanggil Nadifa didepan pintu kelasnya.


"Aku datang... "


Nadifa keluar dengan membawa topi yang langsung ia kenakan. Mereka dan murid lainnya berjalan kearah lapangan upacara. Nampak semua siswa dan siswi disekolah itu mulai memadati lapangan upacara.


"Kita berbaris disana aja ya .. dibawah pohon rindang itu. Aku takut kamu pingsan panas panasan." Lulu menarik Nadifa kearah yang ia tunjuk.


"Sahabatku ini perhatian sekali..." Nadifa mencubit sebelah pipi Lulu yang langsung ditepisnya.


Para murid berkumpul di lapangan untuk mendengar pengumuman juara dari seluruh kelas masing masing. Juga juara kelulusan terbaik di SMP TRI SAKTI.


"Minggir... " Salah seorang siswi mendorong Nadifa dengan keras. Sehingga Nadifa bisa jatuh jika tak cepat Lulu pegang.


"Hei... Hati hati dong. Ga ada mata ya... Main dorong aja." Lulu berteriak kearah siswi yang berbuat kurang ajar itu.


"Udah Lu... Aku ga apa apa kok... Jangan ribut." Nadifa berbisik pada Lulu yang terlihat geram pada siswi menatap nya tajam.


"Kenapa? Masalah?" Siswi itu berbalik kehadapan Lulu berdiri berkacak pinggang.


"Aneh aja .. manusia segede ini.. lebih tinggi lagi dari yang dorong... Bisa ga lihat ya?" Sindir Lulu mengibas ngibas tangannya.


"Trus... Gue harus nangis minta maaf gitu?" Mata nya melotot kearah Lulu dan Nadifa.


"Idiih.. lebay banget ni orang.. satu saran gue ya .. lebih baik lo periksa mata deh... Udah minus kali."


Lulu langsung menarik Nadifa untuk berdiri diarah lain. Setelah mendapat tatapan tajam dari salah seorang guru.

__ADS_1


"Kamu ada ada aja deh lu.. orang sehat disuruh periksa mata.." Nadifa tergelak melihat kelakuan sahabatnya.


"Tuh lihat... Dia masih liatin kita Nad... Udah juling aja tuh mata. Hahaha."


Lulu memonyongkan matanya menunjuk kearah siswi yang berbuat kasar padanya Nadifa tadi.


Mereka kembali fokus saat terdengar suara kepala sekolah membuka acara dengan membacakan salam. Lalu mengumumkan kelulusan 100% disekolah mereka.


"Nilai terbaik jatuh pada Rafka Revaldo.."


Gemuruh tepuk tangan dan sorakan mulai terdengar memenuhi lapangan untuk siswa yang dipanggil namanya.


"Rafka silahkan kedepan .."


Kepala sekolah memberikan sebuah medali yang dikalungkan pada siswa terbaik itu.


Lulu ikut memberikan selamat dengan memberikan tepukan tangan dari tempat ia berdiri.


"Nah... Sekarang .. untuk nilai terbaik dikelas dua.. terbaik dari yang terbaik... Adalah .. Lulu Narabella Gantara .."


Nadifa berteriak dan memeluk Lulu yang terpana saat namanya terpanggil oleh kepala sekolah.


"Benaran aku Nad..."


"Iya Lu... Ayo kedepan..." Nadifa mendorong Lulu secara pelan untuk segera berjalan kedepan.


"Ayo Lulu Narabella .. berdiri disini." Kepala sekolah kembali memanggil namanya.


Aah... Benaran namaku ternyata ..

__ADS_1


Kenapa bisa ya...


Kepala sekolah juga memberinya sebuah medali. Mengalungkan kelehernya.


"Makasi pak .."


"Bagus pertahankan untuk lebih rajin lagi nak.."


Lulu berjabatan tangan dengan kepala sekolah dan kembali berdiri disamping Rafka.


"Selamat ya..." Rafka memberikan selamat dengan sebuah salaman.


"Ya kak... Selamat juga.." Lulu menjabat tangan seniornya yng sudah lulus dari sekolah ini.


Dia kembali menatap kedepan. Menghela nafasnya supaya kembali teratur. Dari kejauhan ia melihat Sofie dan Gantara tersenyum mengacungkan jempol padanya.


Ayah.. Bunda... Mereka disini rupanya...


Aku lebih bersemangat lagi hari ini.


"Dan untuk kelas Satu, nilai terbaik didapatkan oleh Rania Herlina..."


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2