
Baru pertama membawa istri baru kerumah ini. Sudah bisa menghardik Lulu.. takan kubiarkan siapapun menyakiti adikku.. termasuk ayah sendiri...
"Meko... kau yang mengajari adikmu untuk melawan kepada ayah kalian sendiri... anak kurang ajar..." Gantara geram dengan ucapan kedua anaknya.
"Waaw..." Meko bertepuk tangan, ia mendekati Lulu yang sudah berkaca kaca.
"Kamu lihat dek.. baru beberapa jam ada wanita itu dirumah ini, tuan EL Gantara sudah bisa menghardik anak anaknya.. sangat mempesona.. bagus sekali auranya." Meko merangkul adiknya. Menatap tajam kedua orang dihadapannya.
"Berani nya kau Meko..."
"Apa? Ayah mau memukul ku? Ayo.. kuhadapi secara jantan."
Meko menantang Gantara untuk adu jotos. Dia siap bertarung dengan ayahnya karena sudah beberapa kali menjuarai karate tingkat nasional, dan itu tidak diketahui Gantara.
"Kurang ajar kalian..." Gantara mengambil gelas dan melemparnya kedinding.
"Sudah mas... kita juga salah... tanpa seizin mereka sudah menikah. Mereka pasti syok..bersabarlah.." Sofie menyabarkan Gantara.
Eleeh... sok sok baik dia... mana ada ibu tiri yang baik. Lihat saja... ketahuan dia memarahi Lulu aku akan beri dia racun tikus...
__ADS_1
Mbok En geram melihat tingkah Tuan besar nya. Selalu melihat kesalahan anak anaknya tanpa menyadari kesalahannya. Sangat egois.
"Sudah Mas... sebaiknya kita pergi saja kerumah oma Meri... aku ga mau serumah dengan wanita itu. Aku ga rela ada pengganti bunda tinggal dirumah ini."
Lulu dan Meko berjalan kearah kamar mereka. Meninggalkan Gantara yang sedang menahan amarah karna disabarkan Sofie. Ia menghela nafasnya dan membuangnya agar amarahnya meredam.
"Mbok En... " Gantara memanggil asisten rumah tangganya.
"Ya Tuan..." mbok En mendekat.
"Aku minta tolong sama mbok En, untuk membujuk anak anak supaya tak keluar dari rumah ini. Sofie ini wanita baik.. ia juga seorang yatim piatu, Sebatang kara.
Makanya aku yakin.. dengan kehadiran Sofie Lulu dan Meko tak kesepian lagi dirumah. Sudah ada ibu mereka yang akan memperhatikan mereka, saat aku tak dirumah.
Beri mereka kepercayaan lagi pada ku mbok.. Ayudia masih didalam hatiku, aku takan melupakannya. Karna ia wanita pertama yang mengisi kekosonganku. Mbok tau sendiri bukan Ayudia seperti apa? Kumohon mbok.. bantu aku.."
Gantara memegang tangan mbok En. Memohon pertolongannya. Wanita paruh baya itu hanya bisa tersenyum diikuti anggukan dikepalanya.
"Mungkin mereka marah, karna Tuan tidak mengenalkan nyonya Sofie dulu pada mereka. Setidaknya untuk pendekatan mereka juga tuan. Bukan hanya tuan yang harus melakukan pendekatan.. tapi anak anak juga harus menyesuaikan dengan ibu pengganti mereka. Tapi Tuan yang sabar, jangan marah marah... saya akan bantu meyakinkan mereka berdua."
__ADS_1
Mbok En menepuk nepuk lengan Gantara yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
"Makasi mbok... saya juga berharap dengan kehadiran saya disinI dapat membantu anak anak... mbok juga bantu saya ya..." Sofie menyentuh pundak mbok En.
Sentuhan nya hangat... mungkin benar ia akan jadi ibu yang baik bagi kedua anak Ayudia. Jika Ayudia sendiri yang memilih tentu ia seorang wanita yang lembut dan baik. Juga ia berasal dari panti asuhan.. pastilah menyayangi anak anak. Semoga saja.. ya Allah... kesedihan dan kerinduan mereka dengan Ayudia bisa terobati.
"Iya nyonya... saya akan berusaha..."
Mbok En membersihkan meja makan dan makanan yang sudah dulu dinikmati nona dan tuan mudanya. Ia menyuruh bik Nam untuk mengemasi pecahan kaca yang berserakan dilantai.
"Silahkan tuan.. makanan sudah siap..."
Mbok En kemudian masuk kedapur. Ia menoleh kearah kedua kamar anak majikannya. Sementara itu Gantara dan Sofie duduk menyantap makan malam mereka.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung