PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Euforia


__ADS_3

Saling menyayangi disaat usia belia, mempunyai kesan tersendiri. Makna sayang yang terasa ingin saling memiliki.


Perasaan cinta dalam sisi romantis selalu bisa diasosiasikan sebagai kondisi psikologi yang baik untuk kesehatan dan kebahagiaan.


Secara universal, cinta dalam pandangan romantis dapat dideskripsikan sebagai emosi intens untuk meningkatkan energi, euforia, serta perasaan obsesif.


Mereka lincah, gembira, dan awet muda menjalani momen seolah-olah tidak ada hari esok


[Cara paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu, seperti kutipan dari Buku Raditya Dika.


Mereka sedang jatuh cinta, biasanya sering berharap. Dan, mereka yang sering berharap, biasanya sering kecewa


Jatuh cinta bisa dengan orang yang tepat, tapi di waktu yang salah.]


Ungkapan cinta yang Lulu baca di internet membuatnya semakin berpikir, apakah saat ini sudah tepat ia melabuhkan hatinya kepada Rafka.


"Udah .. jangan baca internet terus... Nikmati es krimnya. Enak banget... Manis kaya kamuuu.."


Gombal Meko pada Hani setelah menegur Lulu.


"Kamu baca apaan sih?" Tanya Hani penasaran.


"Itu .. karyanya Raditya Dika. Macam macam... Ada kata kata disaat jatuh cinta. Ada juga nasehat untuk yang lagi patah hati .. ada juga kata mutiara arti dari cinta sejati.


Komplit deh .." jawab Meko dengan penjelasan yang panjang lebar.


Kenapa dia malah baca yang begituan?


Apa dia euforia??


Benarkah?

__ADS_1


Rafka tersenyum senyum melihat ke arah Lulu yang nasih adik dengan ponselnya.


"Biarin aja mas... Lulu sedang diawang awang tuh.."


Bisik Hani pada Meko. Ia memperhatikan secara bergantian kedua remaja didepannya.


"Lihat aja Rafka juga senyam senyum sendiri... Apa mereka udah gila ya?" Tambah Hani lagi.


Meko mengangguk dan mengajak Hani untuk berpindah tempat. Mereka pelan pelan turun dari kursi dan berjalan mundur ketempat yang lain.


"Benarkan apa aku bilang?" Hani menepuk lengan Meko untuk memperhatikan mereka berdua.


"Segitu bahagia nya ya .. sampai kita ga disana mereka ga menyadari?" Bisik Meko pada Hani. Dan Hani menaikan jempolnya.


"Bahagia nya udah expire... Mas..." Jawab Hani asal.


"Nah... Kita kapan pacaran nya sayang?" Tanya Meko pada Hani dengan mengedipkan sebelah matanya genit.


Ucap Hani dengan menggoyangkan badannya kekiri dan kekanan dengan pose malu malu ala ala gadis korea. Ia menunjuk sebuah toko buku tepat disebelah mereka makan es krim.


"Ayuk... Ga pa pa deh cuma beli buku ajah... Yang penting sama kamu..." Jawab Meko setuju.


"Padahal kita dekatnya baru siang tadi ya mas... Kapan kamu nembak aku coba?"


Hani memanyunkan bibirnya kedepan. Memperhatikan gaya Meko yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagi mas Meko... Hani udah lebih dari sekedar pacar... Tepat nya calon istri..."


Meko langsung berjalan duluan meninggalkan Hani dengan wajah memerahnya. Ia mengikuti Meko berjalan disampingnya.


Meko meminta tangan Hani untuk digenggamnya. Mereka berjalan keToko buku. Meninggalkan pasangan yang sedang merasa diatas awan.

__ADS_1


Rafka terus saja melihat Lulu yang sibuk melihat ponselnya. Sesekali terdengar suaranya yang bergumam membaca apa yang sedang ia cari.


"Kamu cari apa Lu?" Tanya Rafka tiba tiba.


"Ga... Cuma baca baca aja..." Jawab Lulu meletakan ponselnya diatas meja.


"Hmm... Baca apa?" Rafka penasaran.


"Baca karya nya Raditya Dika. Cuma kutipan aja..." Jawab Lulu.


"Tentang apa?"


Lulu menatap lama Rafka yang terlihat sangat ingin tau apa yang telah ia lihat.


"Ga usah bahas lagi..." Ucap Rafka sambil menyantap segelas eskrim didepannya.


"Hmmm.. mas Meko sama Hani mana?"


Lulu dan Rafka melihat kekiri dan kekanan kedua manusia yang tiba tiba menghilang bagai makhluk astral.


.


.


.


Bersambung


Dukung Author dengan like, vote, hadiah and koment menarik kalian...


Agar Author lebih semangat lagi menulisnya...

__ADS_1


salam cintooh


__ADS_2