
"Dengar Wi... Kita udah putus. Aku ga mau lagi membuang banyak waktu ku untuk hubungan yang ga jelas ini...!"
Gadis itu tetap menangis sesegukan sambil memegang tangan orang yang telah memutuskan hubungan nya secara sepihak.
"Dif... Dengerin aku dulu... aku ga bisa tanpa kamu. Kurang apa lagi aku? Yang selalu menuruti mau kamu. Bahkan kita sudah melakukan lebih dari itu... Kamu tega ninggalin aku?"
Suara serak nya terdengar sangat sangat menyedihkan dengan nada menghiba.
"Dewi... Aku ga bisa lagi sama kamu..."
Jawab seseorang yang menatap tajam kearahnya.
"Kenapa? Aku juga cantik...
Apa kamu masih mengharapkan kan Lulu?
Sudahlah Nadifa... Ia tidak seperti kita.
Aku tau ia menyukai Rafka. Dan mungkin saja mereka sudah pacaran. Lagipula melihat mu saja ia terlihat jijik."
Hasut Dewi bicara dengan nada lemah lembut. Nadifa menatapnya tajam. Ia menahan amarah karna sudah bicara asal mengenai Lulu.
"Kamu tau apa Dewi... Aku mengenalnya semenjak kecil. Kami bersahabat sudah sangat lama. Aku tak yakin jika Lulu jijik melihatku." Jawab Nadifa yakin.
__ADS_1
"Kamu ga ingat saat membantunya dikantin? Ada rasa terimakasihnya ga sama kamu? Ga Dif... Apa itu namanya sahabat?
Kamu harus sadar... Hanya aku orang yang paling mencintai mu. Dan tak ada wanita lain lagi yang mampu melakukannya.
Aku juga bisa menyenangkan mu... Apa kamu lupa?"
Dewi mengingatkan kembali masa kenangan manis mereka berdua. Karna Nadifa sering ditinggalkan orang tua nya keluar negri. Dewi sering menemani nya, bahkan menginap berhari hari.
Dewi yang notaben keluarga penggila kerja juga sering merasa kesepian. Hingga rasa itu tiba tiba ada saat ia terjatuh tak sengaja menimpa tubuh Nadifa.
Mereka terjatuh dengan bibir yang bertemu. Karna sebuah kecupan Nadifa langsung saja membuat kecupan itu menjadi ciuman yang menggairahkan.
Semenjak kejadian yang tak terduga itu. Dewi yang merasa nyaman dengan Nadifa menjalani hari hari mereka sebagai pasangan kekasih.
Hingga kini Nadifa menemukan titik jenuhnya. Berhubungan dengan seorang wanita ternyata tak seindah yang ia bayangkan.
Mereka seringkali bertengkar karena beda pendapat. Karna wanita mempunyai sifat egois yang sama sama tak mau mengalah. Apalagi diusia belia belum mampu membuat mereka tau apa itu sebenarnya cinta.
Setiap melihat Lulu, jantung Nadifa selalu bergetar. Ia sangat rindu dengan sahabatnya itu. Rindu dengan tawa dan canda mereka. Dan rindu dengan perhatian dan pelukan Lulu.
Dewi sering meminta hal hal yang sukar untuk dilakukan Nadifa. Dia sudah seperti pemain profesional diusia remajanya. Nadifa lelah melayani nafsu Dewi yang terlalu antusias padanya.
Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. Istilah ini juga merujuk kepada perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara spiritual.
__ADS_1
Mereka lebih tertarik pada perempuan, karna merasa mendapatkan sebuah kasih sayang yang pantas dicap sebagai ungkapan cinta.
Ada juga sebagian perempuan yang tak puas dengan hubungan nya dengan lelaki. Dikarenakan sering dikecewakan atau sering mendapat kan perlakuan kasar. Maka perempuan mendambakan hati yang lembut. Beruntung jika ia mendapatkan balasan.
Hal ini yang dialami oleh Nadifa. Karna kurangnya perhatian keluarga, sehingga ia terpancing dengan kebaikan dan perhatian Lulu sebagai sahabatnya.
Ia juga tak memikirkan, tak setiap perempuan merasakan hal yang sama dengan nya. Contoh nya Lulu. Ia hanya menganggap Nadifa sebagai sahabat bahkan saudari sendiri.
"Justru aku sudah merasa muak dengan layanan pemuasan nafsumu..."
Nadifa melepaskan tangan Dewi yang memegang lengannya. Kini ia berjalan keluar dari kamar Dewi. Pergi dari rumah besar itu.
"Karna aku hanya mengharapkan Lulu untuk ku..." Gumam Nadifa masuk kedalam mobilnya.
"Jalan pak..."
.
.
.
Bersambung
__ADS_1