PENGGANTI HATI

PENGGANTI HATI
Larangan Agama


__ADS_3

Semua panik dan heboh setelah mengetahui video viral beberapa waktu lalu. Terlebih penghuni sekolah dan para guru. Termasuk orang tua siswi yang ada di video tersebut.


"Apa salah mama nak? Kenapa kamu menjadi seperti ini sayang?"


Hanya dijawab dengan isakan tangis dari anak yang sedang dimarahi orang tuanya.


"Aku sudah muak dengan mu Nadhifa!!"


Nadhifa terkejut saat maminya berteriak dan meninggalkannya begitu saja.


Kedua orang tua Nadhifa saat ini seperti sedang dihujam nuklir yang membuat mereka kehilangan muka.


"Aku takan berhenti, berhubungan badan dengan lelaki itu membuat ku melupakan bagaimana mencintai perempuan. Dan aku menikmatinya...


Terserah apa kata mereka, ini dunia ku..."


Senyum seringai diwajah Nadhifa terlihat sangat misterius. Ia menyeka air mata yang dari tadi membasahi wajahnya. Mengunci pintu kamarnya, mengemas beberapa pakaian dan bersiap untuk pergi dari rumah itu.


"Jack, bisa jemput aku?"


"Dengan senang hati mu Queen..."


"Baiklah.."


Ia bersiap turun dari jendela. Sebelum ia melihat seluruh kamarnya bahkan tanpa ucapan pamit pada secarik kertas. Ia melangkah keluar dari rumah orang tuanya.


"Maaf kan aku mi... Aku jamin mami ga akan masuk neraka gara gara aku .."


Lirih nya berjalan kearah halaman dan naik kemobil Jack yang sudah menjemputnya.


"Hi Hunny... Are you ready?"


"Always.."


Nadhifa telah memilih jalan hidupnya sendiri, ia mencari jati dirinya dengan melangkah kelumpur dosa. Menjalani kehidupan yang ia senangi.

__ADS_1


Jack berhenti disebuah rumah besar ber cat ungu. Pria berusia 35 tahun tersebut terlihat sangat senang. Buru buru ia membantu Nadhifa membawa tas bawaan Nadhifa.


Mempersilahkan Nadhifa masuk kedalam rumah yang biasa ia jadikan sebagai tempat produksi film dewasa. Dan Nadhifa sudah sering kesana.


"Jack... Aku ingin kamar sendiri.."


"Tenang Hunny... Tentu saja! Seorang ratu tak bisa bergaul dengan rakyat biasa."


Nadhifa yang biasa ia panggil Hunny itu pun tersenyum bangga karna diperlakukan spesial.


Tentu saja, karna ini masa emas nan jaya seorang Nadhifa. Hingga saat masuk daun muda, maka ia takan dianggap lagi seiring berjalannya waktu.


Karna begitulah perputaran dunia bebas seperti ini.


Semua pegawai disana menyapa Nadhifa dengan ramah. Sumber uang mereka nyata didepan mata.


"Jack .. aku mau ditemani malam ini. Karna aku tak biasa sendirian.. " mata genit Nadhifa membuat rangsangan tersendiri bagi Jack.


Pria ini yang pertama kali menjebol keperawanan Nadhifa, mengajari nya hingga berani berpose didepan kamera. Tentu saja seorang Jack takan mampu menolak seorang gadis cantik seperti Nadhifa.


Jack keluar dari kamar itu setelah memberikan kecupan panas pada gadis yang tak lagi gadis itu.


Aura bahagia nya terlihat jelas. Para pegawainya mengejek dengan canda tawa.


" Persiapkan semuanya... Malam ini aku yang akan jadi aktor nya .."


Para pekerja mempersiapkan apa yang diperintahkan oleh bos mereka.


*************


"Lulu... Kamu belum tidur?" Sofie datang kekamar Lulu.


"Bunda... "


"Bagaimana hubungan mu dengan Rafka?" Sofie membelai rambut Lulu yang indah dan duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Baik Bund .."


"Apa kamu mau masuk ke universitas yang sama dengan Rafka?"


"Aku mau ditempat lain aja bund ... Ga adik kan sejak smp sampai kuliah barengan terus." Jawab Lulu santai.


"Pentas drama nanti .. bunda dengar Rafka masih ikut gabung dengan sekolah kalian. Bukannya dia udah alumni disekolah mu?"


"Oh itu... Permintaan beberapa guru dan teman teman bund .. hanya untuk drama aja kok."


"Kamu udah dengar tentang Nadhifa Lu?"


Lulu terdiam dan melihat Sofie sekilas. Ia berdiri dan mengikat rambut panjangnya.


"Udah bund .. sungguh bodoh kan bund? Membuang masa depan sendiri hanya demi kenikmatan duniawi sesaat. Kan dia bisa nikah jika ingin melakukan itu. Halal lagi .. dan ibadah juga."


Sofie lega mendengar jawaban Lulu. Ia sungguh cemas dengan keadaan pergaulan jaman sekarang yang semakin menggila. Bersyukur putri dari sahabatnya itu sudah bisa membedakan mana yang diperintahkan agama dan mana yang dilarang agama.


"Anak bunda sudah bijak sekarang. Bunda senang deh dengarnya .."


Sofie berdiri dan memeluk Lulu dengan perasaan lega. Kemudian ia menatap Lulu intens.


"Hanya satu pesan Bunda .. jauhi apa yang dilarang agama kita. Jika kamu tak ingin masuk neraka. Sebab Allah akan murka sayang ... Dan tak ada yang menolongmu nanti."


Ia memberikan ciuman kening hangat kasih sayang seorang ibu pada putrinya Lulu. Berharap masa depan yang lebih baik menghampiri putrinya.


"Insya Allah bunda .. Lulu akan selalu ingat pesan bunda." Ia kembali memeluk ibu sambungnya.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2