
38
"Jangan deketin pacar gue!" Katanya dengan menaikan dagu keatas.
"Apaan sih .. orang aku udah punya pacar. Ngapain godain pacar orang. Lagian lo bisa nanyakan baik baik... Mau dikeluarkan dari kantin ini.?" Ancam Lulu.
"Siapa lo? Mang nya ini sekolahan punya bapak lo."
Maki gadis tomboy lagi.
"Emang iya... Punya bapak gue. Masalah buat lo?" Jawab Lulu asal.
"Gadis nakal... Gue beri pelajaran lo..."
Gadis tomboy itu mengambil botol saus diatas mejanya berniat untuk menyemprot Lulu dengan saus pedas itu tepat diwajah.
Namun gagal, karna seseorang menepis tangannya kasar dan menjatuhkan botol saus itu. Semua murid yang sedang berada disana berkerumun melihat kejadian dihadapan mereka.
Tak ada yang berani melerai. Bahkan murid lelaki. Mereka seperti sedang melihat tontonan yang mengasyikan.
"Kamu..."
Gadis tomboy itu melihat siapa yang punya wajah yang telah menepis tangannya secara kasar.
"Apa yang lo lakuin? Dasar rendahan..."makinya.
Sehingga membuat gadis tomboy itu seperti tak berani berkutik padanya.
"Nadifa...?" Gumam Lulu melihat Nadifa yang memaki kasar gadis tomboy yang kasar tadi.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memberi pelajaran gadis genit ini..."
Lulu memperhatikan gaya bahasa yang tiba tiba lembut digunakan gadis tomboy tadi didepan Nadifa.
Astaga... Ternyata mereka pacaran?
Ya ampuun... Generasi macam apa ini... Diusia dini saja sudah saling menyukai sesama jenis... Apalagi setelah besar...
Lulu menggeleng geleng memperhatikan mereka berdua. Dan saat Nadifa mendekatinya. Ia langsung pergi.
Merasa jijik bertemu dengan mantan sahabatnya itu. Apalagi setelah menyaksikan pemandangan aneh yang membuat sesat.
"Sejak kapan mereka pacaran? Astaga disekolah ini ada juga yang begituan? Ya ampuun... Pakai melabrak aku lagi.. masa aku rebut Nadifa dari dia sih... Orang aku cintanya sama Rafka doang.." gumam Lulu berjalan sendirian.
Mas Meko benar juga, sebaiknya aku terima saja sekarang pacaran dengan Rafka. Walaupun backstreet dari Ayah, tapi kita punya status yang jelas disekolah. Dan ga ada yang salah paham seperti tadi.. serem banget yaaa...
Lulu menaik naik kan bahunya pertanda tidak menyukai apa yang dia alami tadi. Juga mengingat bahwa Nadifa seorang les...bian.
Lulu membatin lagi hingga sudah sampai dikelasnya. Untuk mengikuti lagi mata pelajaran.
Bel sudah berbunyi, semua murid SMP TRI SAKTI nampak keluar dari gerbang satu persatu. Sebagian ada pulang berjalan kaki karna rumah mereka dekat.
Ada juga yang dijemput orang tua mereka pakai mobil atau motor. Bahkan ada yang naik ojek online.
Dan juga seperti Lulu dijemput sama orang spesial dihatinya. Namun itu akan terjadi 3 hari lagi. Karna Rafka masih mengikuti pencak silat.
Ia berdiri didepan gerbang mengobrol dengan Hani sembari menanti kedatangan Meko. Saudara yang sangat menyayanginya. Meski terkadang usil.
"Jadi benar kabar burung itu? Tanya Hani penasaran.
__ADS_1
"Benar.. tadi aku melihat sendiri dikantin bakso bang Mail." Jawab Lulu jujur.
"Idiih... Ga nyangka ya... Aku jadi takut kalau ditaksir... Gimana dong." Tanya Hani takut.
"Antara percaya ga percaya sih... Disekolah kita ada yang begituan."
Hani mengangguk membenarkan perkataan Lulu. Ia sengaja menyuruh sopirnya menunggu hingga Lulu sudah dijemput.
Bahkan ia tawari untuk menghantar Lulu. Temannya itu menolak dengan alasan berlainan arah. Akan membuang waktu Hani.
"Eeh.. mas Meko ganteng udah datang..." Sapa Hani dengan suara yang semakin melambat.
Hani memperbaiki baju dan penampilannya saat Meko sudah akan mendekat kearah mereka.
"Ayo naik..." Ajak Meko pada Lulu yang tak melihat kekiri dan kekanan.
"Aku duluan ya Hani... Kamu juga pulang. Makasi udah temenin..." Teriak Lulu dari atas motor.
"Iya... Salam juga buat.. dia"
Hani menunjuk Meko didepan Lulu. Dengan anggukan cepat dan tersenyum. Lulu langsung mengatakan pada Meko.
"Mas... Teman aku Hani... Katanya titip salam..." Bisik Lulu masih didepan Hani.
Deg....
.
.
__ADS_1
.
Bersambung