
"Kamarnya udah beres?" Tanya Sofie sambil melirik kedalam kamar Lulu.
"Ya udah... bunda tunggu dibawah ya..."
"jangan lama lama kasihan temannya..." goda Sofie
"Iya Bund..." Jawab Lulu tanpa bertanya siapa yang datang.
Palingan juga Nadifa, tumben pake nunggu dibawah segala, ga langsung kekamar.
Apa dia kesini dengan orang tuanya ya...?
Tapi ngapain coba...?
Lulu sibuk dengan pikirannya yang asal. Bergegas masuk kekamar mandi. Beberapa menit kemudian ia keluar dan memakai pakaiannya.
Kepalanya terarah melihat ponsel yang menyala karna ada satu notifikasi disana. Karna merasa penasaran Lulu memeriksa isi didalam nya.
+ 628347788xxxx
Kejutan...
Tanpa memikirkan pesan yang masuk ia berjalan kedepan pintu lalu membukanya.
Kenapa ia masih belum juga jera...
Dan apa maksud nya dengan kejutan itu?
Lulu berjalan keluar kamarnya, tak sabar ingin melihat temannya yang mana telah bertamu diwaktu ini. Walaupun malam belum begitu larut.
Mendekati ruang tamu hampir terdengar suara berat Gantara sedang berbicara disana. Dengan rasa penasaran Lulu mempercepat langkahnya.
Ia berjalan dengan cepat mendekati Sofie. Dan...
Deg
__ADS_1
Kaki Lulu terhenti kala matanya melihat wajah tampan Rafka dirumahnya. Dan ditemani oleh ayah dan kakaknya.
Seluruh keluarga Lulu juga menoleh melihat Lulu yang masih bengong sambil berdiri.
"Kamu..."
Sapa Lulu saat melihat Rafka sedang duduk diruang tamunya.
"Sayang.. jangan begitu... Kasian Rafka menunggu dari tadi." Bisik Sofie yang berdiri disebelah Lulu.
"Malam Lulu... Ini aku bawakan sesuatu untuk kamu..."
Sofie mengambil pemberian Rafka yang tak cepat diambil Lulu.
"Terimakasih nak... Bunda kebelakang sebentar ya. Ayah.. bantuin Bunda donk." Pinta Sofie menatap kearah Gantara.
"Kan ada mbok En Bund..." Jawab Gantara yang masih anteng duduk disana.
"Ayah... " Kode Sofie dengan mengedipkan sebelah matanya.
Ada apa dengan Sofie?
Sofie berjalan agak jauh sehingga Rafka dan Meko tak lagi melihatnya. Ia melambaikan tangannya, merasa kesal dengan Gantara.
"Nak Rafka.. ayah kekamar dulu ya.. masih banyak pekerjaan yang harus ayah cek .. have fun"
"Iya om .." jawab Rafka berdiri karna melihat Gantara yang sudah berdiri.
"Meko ikut ayah sebentar!"
Kini hanya tinggal mereka berdua duduk diruang tamu. Tak ada yang berniat mengeluarkan suara.
Suasana menyeramkan seperti difilm horor yang sering ditonton Lulu dan sahabatnya Nadifa.
Kenapa dia malah kesini sih...
__ADS_1
Lulu melihat kekanan dan kekiri, begitupun Rafka. Saat pandangan mereka bertemu keduanya lansung memalingkan muka.
Astaga.. kenapa mulutku tak bisa bicara ya.
Apa yang harus kukatakan. Jika membahas kecelakaan tadi disekolah dia pasti akan mengamuk. Tubuhnya akan hijau dan membesar seperti hulk...
Hahahhaha
Rafka menahan tawanya karna mendengar isi pikirannya sendiri. Ia melihat Lulu meliriknya tajam.
Kenapa ia seperti menahan tawa ya?
Atau ... Apa aku yang terlalu canggung dengan suasana ini.
"Eee .. kenapa diam aja..?"
Tiba tiba Sofie muncul membawa dua mangkok bakso. Mata Lulu lansung sumringah. Ada bakso didepan matanya membuat ia lupa dengan kehadiran Rafka.
"Waah .. ada bakso"
Rafka senang melihat Lulu yang senang menerima bakso pemberiannya.
"Iya sayang Rafka yang bawa, spesial untuk kamu." Bisik Sofie pada Lulu, tentunya masih bisa terdengar ditelinga Rafka.
Ooh .. jadi Rafka yang beli ..
Syukurlah .. sering sering aja... Xixiixix
"Dimakan Rafka, Lulu.. Bunda tinggal dulu..."
"Eh iya tante" jawab Rafka sambil tersenyum.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung