
Juna tampak senyum-senyum sendiri di kursi kebesarannya sambil memandangi ponselnya. Rupanya sang istri tercinta baru saja mengirim foto terbarunya.
Padahal dirinya baru saja akan mengirimkan ucapan valentine sebelum memberikan surprise kado valentine untuk Raya, tapi ternyata istrinya sudah terlebih dulu mengucapkan terlebih dulu ditambah foto cantiknya.
"Ngapain senyum-senyum sendiri?" Vero yang baru saja masuk ke ruangan Juna semakin memperlihatkan muka masamnya ketika melihat sahabatnya senyum-senyum sendiri yang sudah pasti sedang membalas chat dari istrinya, sedangkan dirinya jangankan istri, pacar saja tak punya, ah gebetan pun sepertinya tak ada, mengingat bagaimana susahnya mengajak Jani jalan berdua.
"Ngapain muka dijelek-jelekin gitu?" balas Juna. "Eh, tapi memang udah jelek, pantas Jani nggak mau diajak jalan," sambung Juna meledek sahabatnya yang semakin membuat wajah Vero seperti baju yang tidak pernah disetrika.
"Gitu banget sama temen sendiri. Mentang-mentang udah punya bini," ujar Vero sambil mencebikkan bibirnya lalu duduk di kursi di depan Juna.
"Cuti gue sudah lo urus 'kan?" tanya Juna lalu meletakan ponselnya di meja.
"Cutinya kurang lama," ucap Vero dengan maksud menyindir Juna, karena bos sekaligus sahabatnya itu memintanya untuk mengurus cutinya yang akan diambil untuk berbulan madu selama tiga minggu.
"Tadinya gue mau ambil selama satu bulan, tapi karena merasa kasihan sama lo yang udah ngenes jomblo lagi."
"Jun, memangnya nggak bisa satu minggu aja gitu. Lo tega bener si sama gue, gimana gue ada waktu buat pedekate sama Jani, kalau lo aja sering nyuruh gue buat handel kerjaan lo," ujar Vero bersungut-sungut.
"Tenang, nanti gue naikin gaji lo lima puluh persen."
"Ck, gue nggak butuh naik gaji."
"Ditambah bonus bulanan," sambung Juna.
"Gue butuhnya Jani, Sob."
"Yaelah, usaha sendiri lah. Ntar lo bebas ambil cuti satu bulan sepulang gue bulan madu."
__ADS_1
"Oke, gue tagih sepulang lo dari berbulan madu."
***
"Juna bilang, kalian akan pergi bulan madu Sayang? Kemana?" tanya Risma kepada Raya kini mereka sedang berada di dapur di rumah Mira sednag membantu menyiapkan makan siang juga beberapa kudapan untuk disuguhkan kepada para kerabat yang datang meyaksikan pernikahan April.
Hari ini April dan Bima melangsungkan pernikahan tetapi tidak ada pesta atau resepsi. Mereka hanya ijab kabul karena selain nantinya akan ijab kabul ulang setelah anak mereka lahir, juga karena kondisi April yang saat ini sedang sakit sehingga harus banyak istirahat.
"Iya Ma. Mas Juna bilangnya begitu, katanya ingin keliling Eropa. Padahal,nggak perlu ada bulan madu juga nggak apa kalau memang Mas Juna sibuk. Lagi pula yang nikah siapa yang bulan madu siapa."
"Ya nggak apa-apa Sayang. Itung-itung kalian refreshing setelah begitu banyak mendapatkan masalah akhir-akhir ini. Kalian juga jadi punya waktu berdua tanpa harus memikirkan pekerjaan," Mira yang baru saja masuk ke dapur langsung menimpali ucapan Raya.
"Nah, betul apa kata bunda kamu," ucap Risma. " Tapi kalau saran Mama, nggak perlu keliling Eropa, fokus ke satu negara aja, biar nggak capek juga. Tujuan bulan madu selain mempunyai waktu berdua kan juga biar cepet dapet momongan. Kalau keliling negara nanti sibuk jalan-jalan, terus kapan bikin cucu untuk kita, ya nggak?" Risma sengaja menyenggol lengan Mira. Mira merespon dengan anggukan.
"Tuh, dengerin Mbak, fokus bikin cucu jangan kebanyakan jalan-jalan. Lebar-lebar deh tuh lubang," sahut Jani.
"Awh! Mama ih, sakit tau," keluh Jani yang kesal mulutnya di pukul oleh Risma.
"Tapi yang diomongin Jani ada benarnya Sayang, fokus bikin cucu tapi jangan sampe lebar juga lubangnya, ada jedanya. dua hari atau tiga hari sekali. Harus seimbang antara bikin cucu, jalan-jalan, sama istirahat," ucap Risma
Wajah Raya kini sudah bagaikan kepiting rebus yang siap disantap selagi panas.
"Iya Ma. Raya temui Mbak April dulu ya. Mbak April ada di kamar kan Bunda?" Raya sengaja ingin menghindari obrolan yang membuat wajahnya semakin panas.
Raya menuju kamar sang kakak untuk menemuinya mengucapkan selamat atas pernikahannya dan juga pamit ingin pergi berbulan madu.
"Mbak," ucap Raya ketika ia membuka pintu.
"Masuk Dek," sahut April yang sedang dibantu Bima bersandar di tempat tidur.
__ADS_1
Raya mendekati April dan Bima. "Selamat ya Mbak, Bang. Semoga pernikahan kalian untuk pertama dan terakhir kalinya. Langgeng dan mendapat banyak keberkahan dari Allah. Mendapat keturunan yang Soleh dan Soleha," ucap Raya lalu menyalami Bima dan kemudian memeluk April.
"Makasih Raya."
"Makasih Dek, kakak juga mau ucapin selamat buat kamu, doa yang sama kakak panjatkan untuk pernikahan kamu dan Juna. Maaf jika sangat terlambat," ucap April sambil berkaca-kaca.
"Aku tinggal ya, nggak enak sama yang udah dateng tapi dianggurin," ucap Bima lalu keluar kamar untuk menemui sanak saudara.
"Iya."
"Iya Bang. Aku pinjem Mbak April sebentar," ucap Raya.
Bima hanya tersenyum lalu menutup pintu kamar.
"Mbak harus kuat. Raya yakin Mbak sama ponakan Raya ini pasti bisa melewati masa-masa sulit dalam melawan penyakit," ucap Raya.
"Makasih ya Dek, mungkin ini balasan dari Allah karena sikap kakak yang sangat jahat."
"Sssttt. Sudah kak jangan pernah ungkit lagi apa yang sudah pernah terjadi. Aku ke sini juga sekalian mau pamit. Mas Juna besok ngajak aku pergi bulan madu. Mungkin kalau kakak sehat kita bisa bulan madu berempat. Makanya kakak harus sembuh, biar kita bisa liburan berempat nantinya."
"Berenam," sahut April.
"Ah, iya berenam, bareng Raya dan April Junior."
Mereka tertawa bersama. Kini hubungan mereka kembali menghangat. Seperti saat mereka masih kecil dulu, selalu berbagi baik rasa maupun mainan dan makanan. Raya sangat bersyukur, kakaknya bisa menerima dan menyadari kesalahannya.
TBC.
Hai... Raya kembali, Juna nya diumpetin dulu ya, nanti dikeluarin ya pas lagi bulan madu 🤣 Maaf ya mungkin banyak yang kecewa karena nunggu novel ini update, sebenarnya aku lagi nggak mood lanjutin cerita baik di sini maupun di PF lain karena sesuatu hal yang terjadi di real life aku yang mempunyai pengaruh besar buat bangkitin mood aku. Tapi karena aku sayang banget sama Juna dan Raya serta tentunya aku sayang banget sama kalian juga yang selalu dukung dan menunggu novel ini update jadi aku usahakan untuk tetap lanjutin ceritanya, tapi maaf kalau nggak bisa update setiap hari.
__ADS_1
Terima kasih yang selalu setia menunggu peluk dan cium jauh dari aku untuk kalian 😍😘😘😘😘❤️❤️❤️
Sampai jumpa di part selanjutnya, kita intipin yang mau bulan madu nantinya 🤭