
Malam hari, di sebuah wilayah kumuh yang berada di ujung kota. terdengar suara Sorak-sorai dari dalam sebuah bangunan tua, dilihat dari luar bangunan tersebut tampak tak menarik, tetapi dari dalam bangunan tua itu ada sebuah panggung dan kursi yang di gunakan sebagai tempat Pelelangan.
Saat ini seorang MC sedang membacakan beberapa barang yang dilelang nya, kebanyakan dari Orang-orang yang menghadiri acara tersebut adalah Orang-orang yang berasal dari kalangan atas seperti konglomerat, dan mafia.
"Malam ini kami memiliki barang yang sangat bagus untuk kalian, barang ini berupa seorang gadis cantik dan manis. gadis ini memiliki kulit putih bersih, selain itu Dia sedikit liar, kalian para pria pasti akan jatuh hati padanya." MC menyuruh para bawahannya untuk membuka sebuah tirai merah di belakangnya, ketika tirai terbuka suara Sorak-sorai kembali menggema di ruangan tersebut. seorang gadis mungil bergaun malam yang sangat terbuka dipertontonkan pada Orang-orang yang hadir malam ini.
"Tuan Arsen, bukankah gadis itu... " Joseph melihat atasannya dengan tatapan terkejutnya. "Bagaimana Dia bisa berada di sana." ucapnya.
Arsenio yang kebetulan hadir malam ini, mengepalkan kedua tangannya. mafia Casanova itu terlihat marah, bagaimana tidak. saat ini peliharaan nya sendiri, Daviena. tengah dipertontonkan banyak orang, apalagi banyak pria hidung belang yang menatapnya lapar. "Ck, seharusnya aku tidak membiarkan mu kabur saat itu, Daviena." batinnya.
Harga Pelelangan mulai ditawarkan MC, Satu-persatu para pria mulai menawar dengan harga yang cukup tinggi, mereka Benar-benar tertarik pada gadis itu. Daviena menangis, Dia Benar-benar sangat takut "Apa setelah ini aku akan menjadi seorang budak, hiks... siapapun tolong keluarkan aku dari tempat ini," batinnya.
Tidak ada siapapun lagi yang menawar, penawaran tertinggi jatuh pada pria gendut berwajah sangar dengan tatto harimau di dadanya. "Apa tidak ada lagi yang mau menawar?" ucap MC.
Hening sesaat hingga akhirnya ada seorang pria yang menawar lebih tinggi dari pria gendut itu, semua mata melihat ke arah Pria itu. "Bukankah, Dia itu Arsenio. salah satu mafia terkuat di negara ini." ucap seorang pria.
"Tak kusangka Dia akan hadir di acara Pelelangan ini," ucap pria lainnya.
"Sepertinya penawaran malam ini jatuh pada tuan Arsenio, selamat tuan. anda bisa mengambil barang anda di belakang panggung," ucapnya. Daviena membulatkan matanya tak percaya, Dia melihat pria yang sebelumnya pernah membelinya di rumah bordil hadir di acara Pelelangan ini. "A-arsenio." batinnya.
__ADS_1
Arsenio dan sekretaris nya pergi kebelakang panggung untuk melakukan transaksi pembayaran "Terimakasih sudah menghadiri acara Pelelangan ini, tuan Arsen." ucap seorang pria yang diketahui adalah pemilik acara Pelelangan itu.
Arsenio menyuruh dua bawahannya untuk membawa Daviena masuk ke dalam mobilnya, gadis itu tentu saja berontak. Dia Benar-benar tidak mau kembali lagi ke mansion itu, sepanjang perjalanan gadis itu hanya diam "Kau Benar-benar sangat hebat, setelah kabur dari mansion ku, sekarang kau ingin mencari master baru. apa kau sudah bosan dengan master mu ini hingga kau mencarinya di tempat Pelelangan," ucapnya dingin.
"Hiks... bukan begitu, setelah kabur dari mansion mu ayahku kembali menjualku, hiks... " gadis itu terisak.
"Aku tidak peduli, apa kau ingat. apa yang akan terjadi pada dirimu jika sampai kabur lagi dari mansion ku," Arsenio menatap tajam Daviena. gadis itu menunduk, tak berani menatap pria itu.
"Kali ini aku tidak akan bersikap baik lagi padamu, akan ku buat kau menderita seperti di neraka." Arsenio mencengkram kuat kedua pipi gadis itu hingga membuat kedua mata mereka saling bertemu. saat ini mafia itu terlihat seperti ingin menghabisinya, Daviena menutup kedua matanya, tubuhnya bergetar ketakutan.
Melihat itu membuat Arsenio menyeringai, Dia terkekeh "Daviena, apa kau selalu berpikir bahwa kau bisa melepaskan dirimu dari jeratan iblis seperti ku," menyeringai.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan mu, jika aku bosan. aku bisa langsung menghabisimu dan menjadikan mu sebagai boneka ku, lalu aku bisa memajang nya di kamarku." ucapnya dengan suara baritone nya.
Mereka telah sampai di kediaman Arsenio, saat keluar dari mobil. Arsenio menarik paksa tangan Daviena hingga membuat gadis itu meringis kesakitan, mengingat bahwa luka di telapak kakinya belum sembuh "Hiks... tuan tolong jangan hukum aku," mohon gadis itu pada Arsenio, Dia tidak mau mendapatkan luka lagi dari mafia itu. bagaimana jika Arsenio melakukan sesuatu yang lebih buruk padanya, gadis itu pasti akan benar-benar sangat menderita karena perlakuan mafia kejam itu.
"Hari ini aku ingin menghukummu Daviena, kau jangan melawan dan terima saja semua hukuman mu itu," ucapnya dingin.
"Kumohon, jangan hukum aku, hiks... aku tidak mau mendapatkan luka lagi." ucapnya menunduk.
__ADS_1
"Hukuman, tetaplah hukuman. aku sudah tidak bisa bersikap baik lagi padamu, karena kau tidak pernah mau menurut padaku. padahal aku cukup memperlakukanmu dengan lembut, tetapi kau malah bersikap tidak penurut." ujar Arsenio.
Arsenio membawa Daviena ke kamarnya, malam ini Dia akan membuat gadis itu menangis dalam kenikmatan, tubuh Daviena terhempas ke tempat tidur saat pria itu mendorongnya. Arsenio mencari sesuatu di dalam laci meja nakasnya, itu sebuah borgol dan cambuk. sepertinya mafia itu ingin melakukan kekerasan juga pada Daviena.
"Ah, aku ingin sekali mencambuk tubuhmu itu, pasti benar-benar akan sangat menyenangkan." ucapnya.
Daviena memundurkan tubuhnya, Dia tidak mau cambuk itu sampai mengenai kulitnya. "Daviena, malam ini aku Benar-benar akan membuatmu berteriak kesakitan dan kenikmatan di saat bersamaan," ucap Arsenio.
Dia mendekati Daviena, lalu mengukungnya. Arsenio memborgol kedua tangan Daviena agar gadis itu tak kabur saat penyatuan. "LEPASKAN AKU!" ucapnya yang terlihat panik, tetapi Arsenio mengabaikan nya. perlahan Jari-jemari nya bersentuhan dengan kulit Daviena, Pria itu mengusap pipi dan mengelus dagu gadis itu.
Elusan itu turun ke bawah dan berhenti tepat di depan gundukan kembar Daviena "Ah, bagian depanmu ini Benar-benar sangat menggodaku." ucapnya, kemudian meremas dua gundukan kembar Daviena dari luar gaun malamnya.
"Hngghh... T-tuan, jangan disentuh." ucap Daviena menahan suara lenguhannya.
"Suaramu Benar-benar sangat seksi, Daviena." ucapnya di telinga Daviena, Arsenio menjilati daun telinga gadis itu hingga membuat si gadis tidak tahan ingin mengeluarkan suara erotisnya. pria itu begitu menikmati suara Daviena
"Sayang, panggil aku master." ucapnya menggoda gadis yang berada di bawahnya.
"Hngghhh... M-master," ucapnya pelan.
__ADS_1
"Aahh... master, kumohon hentikan... hngghh ucapnya saat kedua tangan Arsenio mulai nakal menyentuh bagian tubuh nya.
"Aku baru saja ingin menghukummu, kau tidak bisa memintaku untuk berhenti. kau harus menerima hukuman nya, Daviena." tersenyum sinis.