
Saat berjalan di lorong sekolah, banyak para murid yang datang menghampiri Daviena. mereka Tiba-tiba saja memberikan banyak pertanyaan pada gadis itu mengenai hubungan nya dengan keluarga Vincent "Apakah kau Benar-benar salah satu anggota keluarga Vincent?" tanya seorang gadis.
"Wah, aku Benar-benar tidak menyangka, ternyata tuan Arsenio yang sangat terkenal itu memiliki seorang adik perempuan." ucap seorang remaja Laki-laki.
"Tapi, kenapa wajahmu sama sekali tak mirip dengan tuan Arsenio?"
Daviena hanya diam, Dia tak mampu menjawab semua pertanyaan itu. karena Dia bukanlah bagian Dari keluarga Vincent, jika Dia mengatakan yang sebenarnya. mungkin mereka akan Mengolok-olok nya, karena kebanyakan murid yang bersekolah di sini adalah anak dari Orang-orang golongan atas seperti konglomerat, dan Bos perusahaan besar.
"M-maaf, aku tak bisa menjawab semua pertanyaan itu, permisi." gadis itu berlari meninggalkan dua pria yang menjaganya, kedua pria itu lantas mengejar Daviena.
"Kenapa Dia tak mau menjawab pertanyaan kita, memangnya kita memberikannya pertanyaan yang sulit?" ucap seorang Laki-laki.
"Entahlah, tapi Dia sedikit Aneh. Dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu, raut wajahnya tadi terlihat sedikit panik."
Daviena memasuki kelasnya, Dia berjalan ke arah tempat duduknya. Louis yang berasa di sampingnya menatapnya dengan heran. "Ada apa dengan mu? kau terlihat tidak bersemangat." ucap Louis.
"Aku tidak Apa-apa." jawabnya.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, seorang guru wanita datang ke kelas tersebut. guru itu menggelengkan kepalanya saat melihat dua pria yang menjaga Daviena, sebelumnya Dia sudah diberitahu oleh kepala sekolah, bahwa ada dua pria yang diutus oleh Arsenio untuk menjaga adik perempuan nya.
Awalnya kepala sekolah tak mengizinkan Arsenio memerintahkan dua bawahannya untuk menjaga Daviena, karena mungkin itu bisa mengganggu aktivitas di sekolah. tetapi kemudian Arsenio menyuap kepala sekolah itu agar membiarkan dua bawahannya menjaga Daviena.
...****************...
Sementara itu, di perusahaan nya Arsenio. telah terjadi sedikit keributan, pelaku yang membuat keributan tersebut tak lain adalah Gretha. wanita itu merusak berbagai macam berkas dan dokumen penting yang sedang dikerjakan oleh para karyawan Arsenio. petugas keamanan datang dan membawa paksa wanita itu keluar dari perusahaan Arsenio.
__ADS_1
"Lepaskan aku!, biarkan aku bertemu dengan Arsen. apa kalian tidak tahu, aku adalah calon nyonya keluarga Vincent!, kalian berani memperlakukan ku seperti ini!!!" ucapnya merasa tak terima dengan perlakuan para petugas keamanan itu.
Wanita itu berusaha masuk kembali ke dalam perusahaan itu, walau sudah dihalangi oleh beberapa petugas keamanan. para karyawan yang melihat kejadian tersebut pun mulai berbisik-bisik, dan membicarakan tentang Gretha. kebanyakan dari pembicara para karyawan itu mengenai keburukan wanita itu.
Tidak lama kemudian Arsenio datang bersama dengan Joseph, Dia menatap datar ruang kerja yang cukup berantakan akibat perbuatan wanita itu. sedangkan Joseph merasa terkejut, karena Gretha telah merobek hampir seluruh Berkas-berkas, dan dokumen penting perusahaan itu.
"Wanita sialan, berani sekali Dia mengacaukan perusahaan ini." ucap Joseph merasa kesal.
Arsenio berjalan menghampiri Gretha yang saat ini berada di luar gedung perusahaan, Joseph mengikutinya dari belakang. saat mata Gretha menangkap sosok Arsenio, wanita itu menunjukkan tatapan memelas nya agar Arsenio merasa kasihan padanya.
"Arsen, lihatlah apa yang mereka lakukan padaku. mereka memperlakukan ku dengan buruk, bahkan mengusir ku keluar." ucapnya dengan nada suara yang dibuat sedih.
"Joseph, kau tahu apa yang harus kau lakukan kan." ucap Arsenio pada sekretaris nya. Joseph menyeringai, Dia mendekati Gretha lalu mencengkram kedua pipi wanita itu.
"Dengarkan apa yang ku katakan, tuan Arsen sudah begitu muak dengan mu. jadi bisakah kau pergi, sebelum aku menjadikan mu makanan hewan peliharaan ku." ucapnya mengancam, Gretha meneguk ludah nya sudah payah. aura Joseph Benar-benar berbeda dari yang dulu, pria itu sedikit berubah.
"Lain kali aku akan membalasmu Joseph!" ucapnya kesal, wanita itu bangun kemudian pergi.
Arsenio, dan Joseph kembali memasuki gedung perusahaan, mafia itu menyuruh Joseph menyalin ulang semua Berkas-berkas, dan dokumen yang sudah dirusak oleh Gretha. pria itu mengerutkan alisnya, Gretha membuatnya menambah pekerjaan nya.
"Sialan, Gara-gara wanita itu. perkerjaan ku jadi bertambah!" ucapnya kesal.
...****************...
Di jam istirahat Louis ingin mengajak Daviena pergi ke kantin bersama, tetapi gadis itu menolak. Daviena memilih untuk pergi ke perpustakaan, ya tentunya dua pria itu senantiasa mengikutinya kemanapun. Dia sengaja pergi ke perpustakaan untuk menghindari para murid di sekolah nya, Daviena tidak mau sampai ada yang menanyakan lagi tentang hubungan nya dengan keluarga Vincent.
__ADS_1
Mereka mungkin sudah mulai curiga bahwa Dia bukanlah salah satu anggota keluarga Vincent, karena dilihat dari manapun Daviena tak memiliki sedikit pun kemiripan dengan Arsenio. walaupun Dia memiliki wajah yang terlihat cantik, dan manis. tetap saja, itu tak cukup meyakinkan mereka bahwa Dia adalah salah satu anggota keluarga Vincent.
"Haruskah aku meminta tuan Arsen memindahkan ku ke sekolah lain, agar tak ada seorang pun yang tahu bahwa aku bukanlah bagian dari keluarga Vincent." gumamnya. Daviena menghela nafasnya, di manapun Dia bersekolah pasti akan ada saja orang yang curiga bahwa Dia bukanlah salah satu anggota keluarga Vincent.
"Apa aku berhenti sekolah saja ya." ucapnya.
Gadis itu bahkan tidak bisa fokus membaca buku karena terus memikirkan hal itu, pada akhirnya Daviena kembali ke dalam kelasnya. Dia melipat kedua tangannya di atas meja lalu menyembunyikan wajahnya di sana, mungkin lebih baik Dia tidur sebentar. dengan begitu Dia tidak akan terlalu memikirkan hal itu.
Dua pria yang mengawasinya merasa sedikit heran dengan tingkah Daviena yang sedikit berbeda dari biasanya, saat masuk sekolah tadi Dia bersikap biasa saja. tetapi kini, Dia terlihat khawatir dan merasa sedikit gelisah.
...****************...
Saat pulang sekolah pun gadis itu memilih untuk berlari, di depan gerbang sekolah sudah ada Arsenio yang sedang menunggunya. tanpa berkata apapun Daviena segera masuk ke dalam mobil.
"Apa ada seseorang yang mengejarmu hingga membuatmu harus berlari seperti itu?" tanya Arsenio.
"Tidak ada yang mengejarku, hanya saja... aku hanya takut." ucapnya.
"Kau takut karena apa? bukankah ada dua bawahan ku yang menjaga mu." ucap Arsenio.
"Tadi, ada yang bertanya mengenai hubungan ku dengan keluarga Vincent. mereka terus memberikanku banyak pertanyaan, dan aku tak bisa menjawabnya." menunduk.
"Kau takut mereka akan mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya?"
"Iya, jika mereka tahu. mereka mungkin akan Mengolok-olok ku, aku Benar-benar sangat takut." ucapnya.
__ADS_1
"Tidak perlu merasa takut, aku akan menghabisi siapa saja yang berani mencari masalah dengan mu, jika ada seseorang yang memiliki niat buruk padamu, katakan saja padaku." ucap Arsenio.
Daviena merasa terlindungi, walaupun sebenarnya ada bahaya yang jauh lebih besar di dekatnya. bahaya tersebut tak lain adalah Arsenio.