
Di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah perusahaan Vincent Corporation. sang CEO, Arsenio tengah mengurusi beberapa berkas dan dokumen kerjasama antar perusahaan, Joseph membantu Bos nya menyelesaikan berkas dan dokumen tersebut.
Sepertinya malam ini Dia dan Arsenio akan pulang larut malam, karena semua berkas dan dokumen tersebut sangat banyak, mengingat banyak nya perusahaan yang ingin membangun kerjasama dengan Vincent Corporation.
Di tengah kesibukannya, Tiba-tiba saja ada seseorang yang memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu "Arsen," panggil orang tersebut. sesaat Arsenio dan Joseph menghentikan aktivitas nya, mereka menoleh ke arah suara tersebut.
"K-kau," Joseph Benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, sedangkan Arsenio. Dia menatap tajam orang tersebut pertanda bahwa Dia tidak menyukai kehadiran orang itu di ruangannya.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Arsen, dan Joseph." ucap orang itu, Dia menunjukkan senyumannya.
"Untuk apa kau datang ke sini Gretha?" tanya Arsenio dengan nada bicara yang datar.
"Aku datang ke sini, karena aku begitu merindukan mu, sayang." ucapnya dengan nada menggoda.
"Gretha, bukankah harusnya kau berada di Amerika?" tanya Joseph.
"Aku kembali ke sini karena aku begitu merindukan Arsen," jawabnya.
Wanita bernama Gretha menghampiri Arsenio "Aku Benar-benar tidak menyangka ternyata kau menjadi seorang CEO perusahaan Vincent Corporation. apa kau menggantikan ayahmu yang sudah pensiun, sayang."
"Jangan memanggilku seperti itu, kita sudah tidak memiliki hubungan lagi. bukankah kau adalah kekasihnya Dillon?" tersenyum sinis.
"Aku, dan Dillon sudah tidak memiliki hubungan yang istimewa lagi, aku datang ke sini karena ingin memperbaiki hubungan kita, Arsen. aku menginginkan mu kembali." ucap Gretha.
Arsenio Tiba-tiba tertawa, apa wanita itu sedang mengajaknya bergurau, setelah apa yang dilakukan Gretha padanya di masa lalu. sekarang wanita itu menginginkan nya untuk kembali bersamanya.
"Gretha, apa kau bercanda?, memperbaiki hubungan?, memangnya apa yang perlu diperbaiki. kita sudah tidak memiliki hubungan lagi, selain itu bukankah kau sendiri yang membuangku dan lebih memilih bersama Dillon." tersenyum mengejek.
"Tolong maafkan kesalahan ku di masa lalu Arsen, aku Benar-benar menyesal sudah membuangmu begitu saja. sekarang aku sadar, bahwa Satu-satunya pria yang Benar-benar mencintaiku dengan tulus adalah kau." ucap Gretha.
"Dulu aku memang mencintai mu, tetapi itu dulu. sekarang tidak, aku bahkan membenci seorang wanita." ucapnya dingin.
"Apa kau tidak mau kembali lagi bersamaku?, bukankah kau sangat mencintai ku."
__ADS_1
"Gretha, semua itu adalah masa lalu. percuma saja kau membahas masa lalumu, karena tuan Arsen tidak akan pernah mau kembali lagi bersama wanita murahan seperti mu." ucap Joseph, Dia cukup kesal dengan kehadiran Gretha. menurutnya Gretha Benar-benar sangat mengganggu.
"Diam kau Joseph!, kau tidak perlu mencampuri urusanku dengan Arsen." ucapnya.
"Kita sudah tidak memiliki urusan Gretha, lebih baik kau pergi sebelum aku memanggil anak buahku untuk mengusir mu dari sini." ucap Arsenio.
"Aku tidak akan pergi, sebelum kau kembali lagi bersamaku, aku sangat mencintai mu Arsen. jadi tolong kembalilah." ucap Gretha memohon.
Arsenio menghubungi beberapa bawahan nya untuk mengusir Gretha, tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. "Masuklah." ucap Arsenio.
Beberapa pria berpakaian formal masuk ke dalam ruangannya, mereka adalah para bawahannya Arsenio yang berjaga di sekitar gedung perusahaan itu. "Cepat kalian bawa wanita itu pergi sejauh mungkin dariku!" ucapnya sedikit tegas.
"Baik, tuan Arsen."
Mereka menarik Gretha menjauh dari Arsenio, gadis itu terlihat panik saat para bawahan Arsenio mendekatinya "Menjauhlah kalian!, jangan sentuh aku... Arsen, katakan pada mereka untuk menjauh." ucap Gretha.
"Ck, berhentilah berbicara. kau Benar-benar wanita yang berisik... cepat, bawa Dia pergi!" ucapnya yang terlihat mulai kesal.
Salah satu bawahan Arsenio mengangkat tubuh Gretha dan menggendongnya seperti karung beras "Turunkan aku!, Arsen tolong aku."
"Firasat ku mengatakan bahwa Dia pasti meminta bantuan nya Dillon, dan mungkin mereka masih memiliki suatu hubungan." ucapnya.
...****************...
Joseph menjemput Daviena di sekolah, menggantikan Arsenio yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya. dalam perjalanan pulang gadis itu hanya diam, Dia tidak terlalu mengenal Joseph. yang Dia tahu, Joseph adalah tangan kanannya Arsenio.
"Kau pasti memiliki sesuatu yang istimewa, hingga membuat seorang predator seperti tuan Arsen tidak bisa menghabisimu begitu saja... apa kau bisa memberitahuku, hal istimewa apa yang kau miliki, Daviena?" ucap Joseph.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. tapi yang jelas, aku tidak memiliki apapun yang istimewa," jawabnya.
"Arsenio bukanlah tipikal pria yang mudah tertarik dengan sesuatu terutama wanita, kenapa Dia begitu tertarik padamu? " tanya Joseph.
"Mafia itu, hanya tertarik pada tangisanku dan keputusasaan ku... Dia selalu menujukan senyuman kebahagiaan nya ketika melihatku menangis dan menderita." ucapnya pelan.
__ADS_1
Mereka tiba di mansion, Daviena segera turun dari mobil yang dikendarai oleh Joseph "Tuan Arsen, mungkin akan pulang larut malam." ucap Joseph.
Mobil yang dikendarai nya pergi meninggalkan mansion, Daviena masuk ke dalam mansion, kedua matanya mencari sosok sang ibu. Reyana saat ini tengah membersihkan dedaunan kering yang berserakan di halaman belakang mansion. di sana memang ada Beberapa pohon besar yang daunnya mengering dan berjatuhan di dekat mansion. Reyana ditemani dua orang maid yang ikut membersihkan dedaunan itu.
Daviena tengah mengganti pakaiannya, setelah mengganti pakaian. Dia mencari ibunya, gadis itu ingin membantu sang ibu. "Ternyata ibu di sini, aku mencari ibu Kemana-mana." Daviena menghampiri ibunya.
"Kau sudah pulang,"
"Iya, apa boleh aku membantu ibu?" ucapnya.
"Tidak perlu, ibu bisa mengerjakan bersama yang lainnya."
"Tapi, aku ingin membantu ibu." ucap Daviena.
"Hahh, baiklah kau boleh membantu ibu."
Daviena membantu ibunya membersihkan dedaunan. sore harinya Dia membantu ibunya memasak, sudah cukup lama Dia tidak memasak bersama sang ibu. gadis itu memang cukup pintar memasak.
...****************...
Malam harinya, sekitar pukul 22 : 24 malam. Arsenio kembali ke mansion nya. Dia cukup lelah dan ingin segera beristirahat. "Aku sangat haus," Dia berjalan ke arah dapur, dan menemukan Daviena yang tengah tertidur di meja makan.
"Kenapa Dia tidur di sini, padahal aku sudah menyuruh Joseph memberitahunya bahwa aku akan pulang larut malam." Arsenio mendekati Daviena yang tengah tertidur, di meja makan terlihat ada makanan yang tertutup sebuah tudung saji. mafia itu sebenarnya belum makan malam, Dia terlalu lelah hingga tak sempat membeli makanan ketika dalam perjalanan pulang.
Dia membuka tudung saji tersebut, lalu mengambil beberapa makanan yang tersaji di atas meja makan. kemudian Dia menyantapnya "Rasanya berbeda dari biasanya, ini jauh lebih enak." pria itu menikmati makan malam nya.
Daviena terbangun, Dia mengucek mata kanannya dan menemukan Arsenio yang tengah menyantap makan malam buatan nya. "Tuan Arsen, anda sudah pulang."
"Kau sudah bangun, seharusnya kau tidak tidur di sini."
"Maafkan aku, aku menunggu anda pulang. kupikir tuan tidak akan pulang, jadi aku menutup makan malamnya dengan tudung saji." ucapnya.
"Siapa yang membuat makan malam ini, rasanya lebih enak dari biasanya?"
__ADS_1
"Aku yang membuatnya." ucap Daviena