Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 18


__ADS_3

Psikopat itu membuka lakban yang menutupi mulut mereka, Dia ingin mendengar suara jeritan dari para korbannya saat katana miliknya mengoyak habis tubuh mereka. "T-tuan Arsen, tolong ampuni kami. kami tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi." ucap salah satu dari mereka yang terlihat begitu ketakutan.


"Pernah kah kau melihat malaikat maut mengampuni nyawa Orang-orang yang sudah diambang kematiannya," Arsenio menyeringai. mereka gemetar melihat seringaian itu, Arsenio Benar-benar terlihat seperti seorang iblis. aura dan atmosfir di sekitarnya Benar-benar terasa sangat berbeda. bahkan para bawahannya pun memilih menjaga jarak dari Bos mereka.


"T-tuan Arsen, jangan bunuh kami. kami semua hanya disuruh." ucap salah satu dari mereka.


"Apa kau pikir aku akan mempercayai mu, aku sudah tahu bahwa kalian lah yang selama ini berusaha menghancurkan ku. kalian bahkan berniat menghabisiku dan keluargaku dengan senjata yang kalian beli secara ilegal." ucapnya. mereka terkejut, sepertinya Arsenio Benar-benar sudah menangkap basah mereka.


"Kalian tidak bisa mengatakan apapun lagi, karena semua yang kalian katakan adalah kebohongan."


Salah satu dari mereka menatap benci Arsenio "Ya, kami akui!. bahwa kami lah yang berusaha menghancurkan mu, karena kau adalah pria yang sangat licik dan buruk Arsenio!" ucapnya marah.


"Kami semua Benar-benar sangat membencimu, kau telah menghabisi putri ku dan menghancurkan sebagian perusahaan ku, kau bahkan menolak bekerjasama dengan perusahaan mereka. itu sebabnya kami bekerjasama untuk menghabisimu!"


Mereka memang memiliki masalah bisnis dan pribadi dengan mafia itu. Arsenio yang mendengarnya pun hanya tertawa. menurutnya, ucapan pria gendut itu terdengar sangat lucu.


"Kau berkata Seolah-olah kau lebih baik dariku, sebenarnya kau melakukan semua ini... karena putrimu itu adalah wanita simpananmu kan, kau dan putrimu sama menjijikkan nya. kalian menjalin hubungan terlarang dibelakang wanita yang masih berstatus sebagai istrimu. bukankah itu perbuatan yang lebih kejam dari pembunuhan, berzina pada putrimu sendiri." menyeringai.


"B-bagaimana Dia tahu, kalau aku dan putri ku memiliki hubungan yang bukan hanya sekedar ayah dan anak." batinnya.

__ADS_1


"Ah, kau pasti terkejut karena aku mengetahui hubungan mu dengan putrimu. apa kau tahu siapa yang memberitahuku tentang hal ini? coba tebak lah. " ucapnya.


"T-tidak mungkin, apa putri ku sendiri yang telah memberitahunya padamu." ucapnya tak percaya.


"Jawaban mu tepat sekali, putrimu lah yang memberitahu ku tentang hubungan gelap kalian. Dia bahkan sampai mengandung anakmu, tapi aku Benar-benar tidak menyangka wanita itu memperbolehkan ku menggagahi nya saat Dia sedang mengandung anakmu. sepertinya pesonaku ini telah membuatnya berpaling darimu," ucapnya.


"AKU BENAR-BENAR AKAN MENGHABISIMU ARSENIO!!!" murka.


"Setelah menikmati tubuhnya, Dia menginginkan ku menikahinya. cih, aku Benar-benar tidak sudi menikahi wanita yang bahkan sudah mengandung anak dari pria lain. jika saja wajahnya tidak cantik aku mungkin tidak akan mau menggagahi nya. setelah menggagahi putrimu, aku menghabisinya dan membelah isi perutnya,"


Pria gendut biru bertambah semakin marah "KAU BENAR-BENAR IBLIS!" ucapnya menatap tajam Arsenio.


"Mari selesaikan ini dengan cepat, karena aku tidak suka Berlama-lama dengan sampah menjijikkan seperti kalian."


Srakkk! Arsenio mengayunkan katana nya dengan begitu cepat, katana itu berhasil mengenai tangan kanan dari pria gendut itu "Aakkkhhh!!!..." Dia berteriak kesakitan, salah satu tangannya terkoyak cukup dalam. darah segar mulai mengalir dari tangan pria tersebut. "Kau Benar-benar keterlaluan Arsenio!" ucapnya marah.


"Bukankah kau ingin menghabisiku, maka lakukan lah sekarang juga. sebelum sisa hidupmu berakhir." Arsenio tersenyum lebar, senyumannya terlihat begitu menyeramkan. sekali lagi, Dia mengayunkan katana nya. kali ini katana itu berhasil mengenai pundak pria gendut itu. "AAKKHHH!!!... HENTIKAN SIALAN!"


Bukannya berhenti, Arsenio kembali melakukan aksinya. kali ini Dia Berkali-kali mengoyak tubuh si pria gendut dengan katana nya. tubuh bagian atas, bawah, bahkan wajah pria gendut itu pun hancur. "Sekarang, waktunya ajal menjemput mu."

__ADS_1


"Aakkkhh!!!... " mafia berdarah dingin itu menusuk perut pria tersebut dengan katana nya, bahkan katana itu menembus hingga belakang tubuhnya. Darah berceceran Kemana-mana, aroma Anyir dari darah pria itu membuatnya bernafsu ingin membunuh lagi. "Sekarang giliran kalian berdua," ucapnya. mafia itu menjilati darah yang menempel di katana nya.


"Cuih, darahnya Benar-benar menjijikkan. ini tidak enak sama sekali, namun aroma darahnya membuatku semakin bernafsu ingin membunuh lebih banyak lagi," Arsenio melakukan hal yang sama pada kedua pria gendut itu, mereka bertiga tewas dengan sangat mengenaskan.


Katana sang mafia mulai mengoyak satu persatu bagian tubuh ketiga jasad pria tersebut, Arsenio memutilasi anggota tubuh mereka. darah mulai memenuhi setelan formalnya. "Joseph, jual bagian anggota tubuh mereka ke pasar gelap. kau bisa ambil uang dari hasil penjualannya." ucapnya.


"Baik, tuan Arsen." Arsenio pergi dari tempat itu setelah menyelesaikan urusannya, di tengah perjalanan pulang. mafia itu berhenti di sebuah tempat yang terlihat sepi, Dia keluar dari mobilnya dengan menenteng sebuah Paperbag berwarna hitam.


Arsenio terlihat sedang berjalan ke sebuah toilet umum. beberapa menit kemudian Dia keluar dengan setelan formal yang berbeda dengan sebelumnya Dia kenakan. mafia itu memang selalu membawa pakaian ganti saat bepergian, mengingat pekerjaan nya sebagai seorang Ketua mafia. yang artinya pekerjaan nya itu berhubungan dengan pembunuhan .


Tak jarang cipratan darah dari para korbannya mengenai pakaiannya, pria itu kembali melanjutkan perjalanan pulang nya. sesampainya di kediaman nya, Dia mencari sosok gadis itu, Daviena. saat ini Daviena tengah tertidur di ruang tamu.


"Daviena, saat marah, tersenyum, bahkan tertidur pun kau selalu terlihat cantik. kenapa wajahmu ini tampak sangat sempurna di mataku." Arsenio mengelus pipi gadis itu "Bahkan kulitmu pun halus seperti kulit bayi, Benar-benar sangat lembut." ucapnya.


Tiba-tiba, usapan pada pipi gadis itu terhenti. Dia menjauhkan tangannya "Ck, ada apa denganku. Dia hanyalah alat pemuas nafsuku, seharusnya aku tidak banyak memujinya. walau bagaimana pun Dia tetaplah seorang wanita." ucapnya pada dirinya sendiri. mafia itu lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Daviena di ruang tamu.


Perlahan gadis itu membuka kedua matanya, sebenarnya Dia sudah bangun saat Arsenio datang menghampiri nya. hanya saja Daviena Berpura-pura tidur, Dia melakukan itu karena ingin tahu apa yang akan dilakukan Arsenio terhadap dirinya saat gadis itu tengah tertidur.


"Dia, pria yang aneh. kenapa Dia sangat membenci wanita?" gumamnya.

__ADS_1


Di dalam kamar, Arsenio menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur mewahnya. pria itu kini tengah memikirkan tentang Daviena, "Kenapa aku tidak menghabisinya? dan malah membiarkan nya tetap hidup." pertanyaan itulah yang selalu terlintas dipikiran nya. kenapa Dia tidak menghabisi Daviena?. padahal gadis itu tidak jauh berbeda dengan wanita lainnya.


__ADS_2