Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 32


__ADS_3

Louis dan Bianca tidak sengaja melihat Daviena yang tengah berusaha menghindari dua orang pria asing yang tidak mereka ketahui. tatapan Louis terus mengarah pada Daviena, itu mengundang kecemburuan pada Bianca. gadis itu mengepalkan kedua tangannya, kenapa Louis terus memperhatikan gadis itu. padahal Bianca adalah kekasihnya, apa mungkin Louis tertarik pada Daviena.


"Louis, ayo pergi. sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi." ucap Bianca.


"Kau duluan saja, aku harus membantu Daviena." Louis pergi meninggalkan Bianca sendirian, gadis itu menghentakan kakinya kesal.


Louis Tiba-tiba saja datang dan merangkul Daviena, Seakan-akan mereka adalah teman. Daviena yang terkejut dengan kehadiran Laki-laki itu berusaha menjauhinya. Dia tidak mau Arsenio sampai mengetahui hal ini.


"Lepaskan, kenapa kau Tiba-tiba datang dan merangkul ku begitu saja," ucapnya kesal.


"Aku ingin mengajakmu ke kelas bersama, memangnya tidak boleh?" ucap Louis.


"Jangan bertingkah Seakan-akan kita adalah teman." ucapnya.


"Perkataan mu itu kasar sekali, padahal kita adalah teman sekelas... oh iya, siapa mereka?" tanya Louis.


"Mereka bawahan kakak ku yang ditugaskan untuk menjagaku." jawabnya.


"Kenapa kau membutuhkan penjaga? memangnya kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri?"


"Itu bukan urusanmu, jangan mencampuri urusan orang lain." ucap Daviena ketus.


Kedua pria itu menatap tajam Louis, mereka berpikir bahwa Louis adalah ancaman untuk Daviena. jadi mereka segera berdiri di didepan Daviena untuk menghalangi pandangan Laki-laki itu yang terus mengarah pada gadis itu.


"Ck, menyingkir lah. kalian menghalangi pandangan ku." ucapnya kesal.


"Nona Daviena tidak boleh dilirik oleh Laki-laki manapun, jadi sebaiknya kau pergi sekarang juga." ucap salah satu bawahan Arsenio.


"Aku tidak mau pergi, Daviena adalah teman sekelas ku. memangnya salah mengajaknya masuk ke kelas bersama?"


"Kau tetap tidak boleh berdekatan dengan nona Daviena." ucapnya.

__ADS_1


Louis mengerutkan kedua alisnya kesal, berani sekali mereka melarangnya berdekatan dengan Daviena. padahal Dia hanya ingin mengajak gadis itu masuk ke dalam kelas bersama.


"Yang harusnya menjadi ancaman itu adalah kalian, ku lihat kalian berdua terus mengikuti Daviena, padahal aku mendengar dengan jelas. bahwa Daviena tidak mau kalian mengikutinya."


"Itu karena kami sedang menjalankan tugas kami, selain itu tuan Arsen sudah berpesan pada kami. bahwa kami harus menjauhkan nona Daviena dari anak bungsu keluarga Xavier." ucap bawahan itu.


"Jadi ternyata kakakmu yang menyuruh mereka untuk menjagamu, Daviena. apa kau takut aku akan mengganggumu lagi? itu sebabnya kau meminta kakakmu mengirimkan dua bawahan nya untuk menjagamu?"


"Aku tidak memintanya, kakakku sendiri lah yang memerintahkan dua bawahan nya untuk menjagaku."


Bel masuk sekolah telah berbunyi, Daviena maupun Louis segera berlari menuju kelas. sedangkan dua pria itu mengikuti mereka dari belakang.


Sesampainya di kelas, Daviena, dan Louis segera duduk di tempat duduk mereka. kedua pria yang mengikuti mereka bahkan ikut masuk ke dalam kelas. para murid yang melihatnya Bertanya-tanya, siapa kedua pria itu?


"Astaga, kenapa kalian tidak menunggu di luar saja." ucap Daviena.


"Kami akan menemani nona di sini, lagi pula itu adalah salah satu tugas kami." ucap salah satu pria itu.


Kedua pria itu mengabaikan ucapannya Louis, mereka tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh remaja Laki-laki itu. tak lama kemudian seorang guru wanita memasuki kelas itu, guru tersebut cukup terkejut dengan kehadiran dua pria asing di dalam kelas tersebut.


"Siapa kalian?, dan apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya guru wanita itu.


"Kami adalah para bawahannya tuan Arsen, Dia menugaskan kami untuk menjaga nona Daviena." ucapnya.


Kini Daviena menjadi pusat perhatian, banyak pasang mata yang memperhatikan nya. gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan buku, Dia Benar-benar merasa sangat malu. "Bisakah kalian menunggu di luar, pelajaran akan segera kami mulai." ucap sang guru.


"Tidak, kami akan menunggu di sini."


"Kalian akan mengganggu Murid-murid di sini, jadi bisakah kalian menunggu di luar." ucapnya.


"Tidak!" ucapnya sedikit tegas.

__ADS_1


Sang guru menghela nafasnya, percuma saja Dia meminta kedua pria itu pergi. karena mereka berdua sama sekali tidak akan mau pergi. jadi Dia membiarkan kedua pria itu berada di dalam kelas saat Dia sedang mengajar, mungkin setelah mengajar Dia akan memberitahukan hal ini pada kepala sekolah.


...****************...


Di jam istirahat Daviena menyantap makan siangnya dengan ditemani dua bawahannya Arsenio. ini cukup menguntungkan nya, sebab tidak ada seorang pun yang mau mendekatinya "Aku jadi bisa makan dengan tenang." batinnya.


Saat tengah asik menyantap makan siangnya, Tiba-tiba Louis datang bersama Bianca "Hey, apa kami boleh duduk di sini? semua kursi sudah penuh, dan hanya di sini saja yang tersisa." tanya Louis.


Sebenarnya Bianca menolak menghampiri Daviena, tetapi kekasihnya malah membawanya ke sini dengan alasan tidak ada tempat duduk yang tersisa, Louis dan Bianca duduk bersebrangan dengan Daviena. para bawahan Arsenio yang melihatnya hendak mengusir sepasang kekasih itu.


"Biarkan saja, lagi pula tidak ada tempat duduk yang tersisa." ucap Daviena pada dua penjaganya.


Daviena melanjutkannya makan siangnya, mengabaikan Louis yang terus saja menatapnya. Ingin sekali Daviena mengeluarkan kedua bola mata Louis agar Laki-laki itu berhenti menatapnya, itu membuatnya sedikit risih.


"Louis ayo buka mulutmu, akan ku suapi." ucap Bianca yang menyodorkan makan siangnya.


"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri." ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Daviena.


Bianca menggembungkan pipinya kesal, Lagi-lagi Louis memperhatikan Daviena "Sebenarnya kekasihmu itu siapa? aku, atau Dia. kenapa kau terus menatap, dan memperhatikan nya." ucapnya kesal.


"Tentu saja kau adalah kekasihku, aku memperhatikan Daviena karena aku penasaran kenapa tuan Arsenio memerintahkan dua bawahannya untuk menjaga Daviena, itu saja." ucapnya menjelaskan.


"Aku merasa sangat cemburu karena kau terus memperhatikan nya," Bianca memalingkan wajahnya kesal.


"Maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi. rasa penasaran ku yang membuatku seperti ini,... bukankah terlalu berlebihan jika tuan Arsenio memerintahkan dua bawahannya untuk sekedar menjaga Daviena. Seakan-akan Daviena tengah dalam situasi yang membahayakan." ucap Arsenio.


Bianca mulai berpikir, mungkinkah Arsenio melakukan hal itu agar Dia dan Teman-temannya tidak mengganggu Daviena lagi, dan agar Louis tidak berdekatan dengan Daviena.


Percakapan sepasang kekasih itu membuat selera makan Daviena menurun, gadis itu beranjak pergi membawa nampan makanan nya "Hey, kau mau kemana?" tanya Louis. Daviena mengabaikan nya, dua pria itu segera mengikuti kemana gadis itu pergi.


"Seharusnya aku tidak membiarkan mereka duduk di dekat ku, mereka Benar-benar sangat mengganggu." batinnya.

__ADS_1


__ADS_2