Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 27


__ADS_3

Daviena ingin sekali menghajar Laki-laki itu, apa Louis tidak memiliki sesuatu yang lebih penting lagi selain mengganggu nya. "Berhentilah mengganggu ku atau aku akan memberitahu guru." ucapnya memperingati.


"Beritahukan saja, aku tidak takut. lagi pula sekolah ini adalah milik kakek ku, jadi tidak ada seorang pun yang berani padaku." menyeringai.


Daviena mengepalkan kedua tangannya, Dia menatap tajam Louis. yang ditatap hanya memperlihatkan senyuman mengejeknya. "Kau adalah Laki-laki yang menyebalkan."


Daviena hendak pergi meninggalkan Louis, tetapi Laki-laki itu sudah lebih dulu menahan tangan kanannya. "Dari pada pergi ke kantin, kenapa kau tidak ikut bersamaku saja, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang menyenangkan." ucap Louis.


"Aku tidak mau, lepaskan aku!" ucap Daviena kesal.


Tiba-tiba ada seorang gadis berambut pirang yang datang menghampiri mereka, gadis berambut pirang tersebut langsung mendorong Daviena, hingga membuatnya terjatuh. "Louis, apa yang kau lakukan bersama gadis itu!" ucap gadis berambut pirang itu yang terlihat marah.


"Ck, kenapa kau malah mendorongnya." Louis berniat membantu Daviena, tetapi gadis berambut pirang itu sudah lebih dulu menarik tangan kirinya menjauh dari Daviena. Daviena sedikit meringis kesakitan, sebab gadis berambut pirang itu mendorong nya cukup kuat.


"Apa gadis itu adalah kekasihnya," gumamnya.


Perlahan Daviena bangun, Dia tidak peduli gadis berambut pirang itu membawa Louis kemana, yang terpenting sekarang adalah Dia bisa terbebas dari Laki-laki itu untuk sementara waktu.


...****************...


Di tempat lain, Arsenio mencengkram kuat ponsel yang ada digenggaman tangan kanan nya, setelah melihat sebuah video yang dikirimkan oleh salah satu bawahannya. video tersebut memperlihatkan Daviena bersama Louis "Padahal aku sudah menyuruhnya untuk tidak berdekatan dengan Laki-laki lain, tapi Dia tidak menganggap perkataan ku dengan serius. Daviena, sepertinya kau ingin aku kembali bersikap kasar padamu. akan ku tunjukkan kekejaman seorang mafia psikopat padamu, lihat saja nanti." mafia itu membanting ponsel nya hingga hancur. suasana hati Arsenio memburuk setelah menonton video tersebut.


Sebelumnya, Arsenio memang memerintahkan beberapa bawahannya untuk mengawasi Daviena dari jarak yang cukup dekat. para bawahannya menyamar di sekolah itu untuk memantau pergerakan si manis lebih dekat.


Daviena menyantap makan siangnya seorang diri, gadis itu memang menyukai ketenangan. jadi Dia sedikit menjauhi area kantin. beberapa murid Laki-laki datang dan menghampiri nya, mereka mencoba berkenalan dengan gadis itu. tetapi mereka mengurungkan niatnya ketika Louis datang menghampiri Daviena lebih dulu.


"Kenapa kau makan sendirian, apa kau tidak memiliki teman untuk makan bersamamu?" ucapnya.


Daviena menghela nafasnya, padahal baru saja Dia ingin menikmati ketenangannya. tetapi itu berubah ketika Laki-laki itu datang menghampiri nya lagi. "Bisakah kau pergi, aku sedang makan. jadi kumohon jangan mengganggu ku." ucap Daviena.

__ADS_1


"Aku datang ke sini karena ingin mengajakmu ke suatu tempat, Gara-gara Bianca aku tidak bisa mengajakmu tadi." ucapnya.


"Aku tidak peduli, lebih baik tinggalkan aku sekarang. kau mengganggu ku." ucapnya kesal.


"Kenapa kau bersikap kasar padaku, padahal aku mencoba bersikap baik padamu." kini Louis terlihat kesal.


"Aku tidak memintamu bersikap baik padaku, bukankah sikapmu memang kasar?"


"Kau!... kau Benar-benar ingin mencari masalah dengan ku, hah!" ucapnya marah.


Daviena mengabaikan Laki-laki itu dan lebih memilih menyantap makan siangnya. Louis yang merasa kesal pun akhirnya melempar nampan berisi makanan Daviena. nampan tersebut jatuh ke lantai dan isinya berserakan Kemana-mana. Orang-orang yang berada di sana cukup terkejut melihat keributan yang disebabkan oleh Louis.


Daviena hanya bisa terdiam, Dia sebenarnya cukup terkejut. tetapi Dia sadar telah membuat Louis marah. gadis itu mengambil kembali nampan tersebut dan membawanya pergi, Dia akan mengembalikannya pada pengurus kantin.


Louis mengikuti kemanapun Daviena pergi, gadis itu merasa risih dengan kehadiran Laki-laki itu. ketika melewati lorong sekolah yang tampak sepi, Tiba-tiba Laki-laki itu mendorong gadis itu ke dinding. Daviena terkejut mendapatkan serangan Tiba-tiba dari Louis.


"Apa yang kau lakukan!, menyingkir dariku sekarang juga." ucapnya kesal.


"Bukankah namamu adalah Louis, aku sudah mengetahuinya saat kita berada di kelas."


"Tapi kau belum mengetahuinya langsung dariku, seharusnya kau bertanya tentang namaku. dan sikapmu itu juga sedikit menyebalkan."


"Kau Laki-laki yang aneh, sebenarnya maumu itu apa hah?!... kau ingin aku berkenalan denganmu? tetapi sikap mu yang seperti ini Benar-benar membuatku merasa tidak nyaman." ucapnya.


Louis menghimpit Daviena, gadis itu berusaha berontak. namun apalah daya tubuh kecilnya tak mampu melawan Laki-laki di depannya yang memiliki tubuh lebih besar darinya.


"Kau bahkan tak sekalipun memanggil namaku, kau Benar-benar gadis yang mengesalkan, Daviena." ucap Louis.


"Kau lebih mengesalkan dariku, kenapa kau terus mengikutiku dan mengganggu ku. apa karena aku menghalangi jalanmu saat itu, bukankah aku sudah meminta maaf padamu... tetapi kau malah merundungku."

__ADS_1


"Terserah diriku mau melakukan apapun yang ku mau, karena aku yang berkuasa di sekolah ini. jadi siapapun harus mendengarkan dan menuruti semua Kata-kataku."


"Kau bukanlah seorang raja, ataupun penguasa. kau tidak bisa bertingkah seenaknya hanya karena sekolah ini adalah milik kakekmu." ucap Daviena.


"Ck, Satu-satunya orang yang berani padaku hanyalah kau, Daviena. ku pikir kau adalah seorang gadis yang lugu, tetapi ternyata aku salah. kau adalah gadis yang cukup berani... namun, keberanian saja tak mampu untuk melawan ku." menyeringai.


"Kumohon lepaskan aku,... aku Benar-benar tak mau mencari masalah dengan mu, aku hanya ingin bersekolah dengan tenang di sini." ucapnya.


Mendengar hal itu membuat Louis sedikit tertawa "Sampai kapanpun aku tidak akan membuatmu merasa tenang di sekolah sini... akan ku buat kau hidup menderita seperti di dalam Api Neraka."


"Kau Benar-benar sangat jahat," ucapnya menatap tajam Louis.


"Ya, aku memang Benar-benar sangat jahat. apa kau tahu?, sebuah cerita akan terasa sangat membosankan jika tidak ada satupun karakter antagonis di dalam cerita tersebut." ucapnya menyeringai.


Louis mencengkram kedua pipi Daviena, hingga membuat gadis itu meringis kesakitan. "Sepertinya aku tidak perlu bersikap baik lagi pada mu, karena kau sepertinya suka sekali memancing kemarahan ku." ucapnya.


"Bagaimana ini, Dia sama sekali tidak mau melepaskan ku. sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi, semua murid pasti akan melihat ke arah kami." batinnya.


Tiba-tiba ada seorang guru yang datang menghampiri mereka "Louis, apa yang kau lakukan pada murid baru itu? apa kau mengganggunya?" ucap guru tersebut.


"Ck, mengganggu saja. kau tidak perlu ikut campur dalam urusanku." ucapnya kesal.


"Louis, gadis yang kau ganggu itu adalah salah satu anggota keluarga Vincent. jika tuan Arsenio mengetahui hal ini, Dia pasti akan berurusan dengan ayah dan kakek mu." ucapnya.


"Apa!, gadis ini adalah anggota keluarga Vincent?" ucapnya tak percaya.


"Ya, dan selain itu. Dia adalah adik perempuan nya tuan Arsenio."


"Bukankah, keluarga Vincent hanya memiliki satu keturunan?... hey, apa benar kau adalah adik dari tuan Arsenio?" tanya Louis pada Daviena.

__ADS_1


gadis itu hanya mengangguk, Dia sengaja berbohong. karena Arsenio yang menyuruhnya mengaku sebagai adik perempuan nya.


__ADS_2