Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 12


__ADS_3

Tubuh gadis itu terhentak mengikuti gerakan pria di atasnya. Arsenio menggerakan bagian bawahnya dengan kasar, tidak peduli dengan keadaan Daviena yang sudah sangat kacau. gaun malam yang dikenakan gadis itu rusak tidak berbentuk, keringat terus membasahi tubuh si gadis. Dia sudah lelah dengan kegiatan panasnya bersama mafia itu, Arsenio tidak mengizinkan nya beristirahat sebentar saja.


"Ahh... tuan, C-cukup... aku sudah tidak kuat lagi," ucapnya merasa kelelahan. namun pria itu sepertinya menulikan pendengarnya, Dia masih menggerakan kasar bagain bawahnya di dalam tubuh Daviena.


"Aku ingin semua ini cepat berakhir, hiks... " batinnya.


Arsenio semakin bergerak cepat, Dia mengejar kenikmatannya "Aaahhh... " akhirnya pria itu mengeluarkan muatan nya.


Tubuh Daviena bergetar saat pria itu mengalami pelepasannya, untung saja Arsenio selalu ingat menggunakan pengaman. jika tidak, sudah dipastikan bahwa gadis itu akan hamil.


Mereka bermain hingga pukul 03 : 02 dini hari, Daviena tertidur karena kelelahan. Arsenio memandangi wajah cantik gadis itu "Kenapa aku mempertahankan gadis ini, padahal aku membenci wanita?" ucapnya pada dirinya sendiri.


...****************...


Daviena terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, seluruh tubuhnya seakan remuk seperti ditimpa sesuatu yang berat. bagian bawahnya terasa sangat perih "Ughh, seharusnya Dia bermain sedikit lembut padaku, kenapa aku bertemu dengan pria kasar seperti Dia," ucapnya Menggerutu. tubuh gadis itu sudah bersih dari Jejak-jejak percintaannya semalam.


"Apa para maid yang membersihkan tubuhku saat aku tidur?" bergumam. suara baritone seorang pria Tiba-tiba saja mengagetkan nya.


"Aku yang membersihkan seluruh tubuhmu," ucapnya. Daviena menoleh ke arah orang tersebut, Dia menatap benci pada pria itu. pria yang sudah merebut kesuciannya.


"Jangan menatapku seperti itu, bersyukurlah Karena aku hanya memberikan hukuman kecil padamu. jika tidak, aku pasti sudah menghabisimu." ucapnya sombong.


"Bunuh saja aku jika memang itu yang kau inginkan, aku tidak mau menjadi mainanmu lagi," ucapnya kesal.


"Kau tidak boleh mati tanpa seizin ku, karena aku yang memegang hidupmu," ujarnya.


"Kau itu bukan Tuhan, jadi jangan seenaknya bertingkah Seakan-akan kau adalah pemegang hidup manusia," ucapnya ketus.


Arsenio terkekeh, kenapa gadis itu sulit sekali dijinakan. itu membuatnya semakin tertarik pada Daviena, biasanya semua wanita akan memujanya seperti Tuhan. namun sepertinya itu tidak berlaku untuk gadis itu. "Melihat sikapmu yang suka menentang, itu membuatku semakin tidak ingin melepaskanmu," menyeringai.


"Kau Benar-benar pria gila, Arsenio." ucapnya dingin.


"Teruslah berkata apapun sesuka hatimu, karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, sayang." ucapnya sedikit menggoda.


Daviena ingin muntah mendengar Arsenio memanggilnya dengan sebutan SAYANG, menurutnya itu benar-benar sangat menjijikkan. "Jangan memanggilku seperti itu!" ucapnya semakin kesal pada mafia itu.

__ADS_1


"Kau terlihat lebih cantik saat marah, Daviena."


"JANGAN MENGGODAKU!" bentak Daviena. Arsenio tersenyum puas melihat ekspresi kesal gadis itu, Benar-benar terlihat sangat manis.


...****************...


Kini mereka berdua sedang sarapan di meja makan, Daviena terlihat hanya menatap sarapannya, Dia masih memikirkan keadaan ibunya "Jangan hanya menatapnya saja, makan sarapanmu," ucap Arsenio.


"Aku tidak lapar," menunduk lesu.


"Ada apa denganmu, apa kau sakit?" ucapnya lagi.


"Kalaupun aku sakit, apa kau akan peduli padaku?" tanya Daviena.


"Tidak," jawabnya singkat.


"Huhh, lebih baik tidak usah bertanya, jika memang kau tidak peduli." ucapnya kesal.


"Aku tidak mau kau sakit karena tidak menyantap makananmu, jika kau sakit aku tidak akan bisa menyentuh mu,"


"Kupikir kau berkata seperti itu karena peduli padaku, ternyata ada udang di balik batu." Daviena menatap datar pria mafia itu.


"Sudahlah, habiskan saja sarapanmu." ucapnya.


"Aku tidak mau, aku tidak memiliki selera makan. karena aku terlalu memikirkan ibuku," ucapnya sedih.


"Ibumu? memangnya ada apa dengan ibumu?" tanya Arsenio.


"Ayahku telah menjual ibuku ke rumah bordil itu, lalu Dia menikah dengan wanita lain. aku Benar-benar tidak menyangka Dia akan setega itu pada ibuku."


"Dia pasti sudah bosan dengan kalian, itu sebabnya Dia menjualmu dan ibumu," ucapnya.


"Aku tidak tahu bagaimana nasib ibuku sekarang, Dia pasti sangat menderita di sana. aku begitu lemah sehingga tidak bisa melindunginya, hiks... aku Benar-benar membenci pria itu." Daviena kembali terisak, hatinya Benar-benar tergoncang. kenapa nasibnya dan ibunya Benar-benar sangat buruk, padahal yang Dia inginkan hanyalah keluarga kecil yang bahagia.


Namun sepertinya, takdir mempermainkannya dan ibunya. dulu mereka pernah berada di atas bersanding dengan Orang-orang dari golongan atas, Daviena dan orang tuanya saat itu hidup bahagia. tetapi, itu berubah sejak kedatangan pria itu, adik Laki-laki dari ibunya.

__ADS_1


Pria itu telah menghancurkan segalanya, perusahaan yang dikelola ibunya seharusnya berkembang, namun kini menjadi bangkrut akibat ulah pamannya. pria itu telah mengambil semua uang perusahaan, dan Sertifikat mansion tempat tinggalnya Daviena bersama ayah dan ibunya.


Pamannya melarikan diri setelah mendapatkan semuanya, keluarga Daviena jatuh miskin. namun mereka berusaha untuk tetap hidup, sikap sang ayah perlahan mulai berubah. awalnya pria itu memiliki sikap lembut dan penyayang, tapi itu berubah sejak perusahaan milik ibunya Daviena bangkrut. pria paruh baya itu menjadi sedikit tempramental, Dia bahkan sering mabuk dan pulang larut malam.


Daviena menangis mengingat semua kenangan itu, dari kenangan bahagianya hingga kenangan buruknya. "Berhentilah menangis, aku tidak suka gadis yang lemah." ucapnya, Arsenio menjadi kehilangan selera makan karena melihat peliharaannya menangis.


"Hapus Air matamu itu, tidak ada gunanya menangis. dari pada menangis, kenapa kau tidak memikirkan rencana balas dendam saja. hancurkan Orang-orang yang telah membuatmu dan ibumu menderita, hukum mereka dan buat mereka bertekuk lutut di hadapanmu," ucapnya menyeringai.


"Gadis lemah sepertiku hanya bisa menangis, melawan pun aku tidak sanggup melakukannya." ucapnya pelan.


"Kau tidak akan mungkin tahu jika belum mencobanya, setiap manusia memiliki sisi kuat dan sisi lemahnya, terkadang mereka menyembunyikan sisi lemahnya dengan senyuman agar mereka tidak terlihat menyedihkan, namun akan lebih menyedihkan lagi jika mereka menunjukkan kesedihan nya di depan semua orang. mereka hanya akan menjadi bahan tertawaan," ucapnya serius.


"Apakah aku... bisa melakukannya, balas dendam pada mereka?"


"Tentu saja kau pasti bisa, yakinlah pada dirimu sendiri. bahwa kau mampu melakukannya,"


"Tapi, aku tidak tahu harus mulai dari mana, sekarang aku tidak memiliki apapun. bagaimana caranya aku membalaskan dendamku."


"Aku bisa membantumu," ucapnya.


"Aku tidak mau meminta bantuanmu, kau sama saja seperti ayahku. kalian Sama-sama pria brengsek yang sudah menghancurkanku," ucapnya ketus.


"Hey, aku baru saja memberikan semangat untukmu agar kau yakin membalaskan dendammu, tapi kenapa kau masih mengataiku pria brengsek!" ucapnya kesal.


"Karena kau telah menghancurkanku dan masa depanku,"


"Setidaknya sekarang kau masih hidup, lebih baik cepat jalankan aksi balas dendammu sebelum aku benar-benar merasa bosan padamu. kau tahukan apa yang akan terjadi jika aku sudah merasa bosan," tersenyum sinis.


"Atau, kau ingin aku saja yang membalaskan dendammu, aku bisa melakukan itu dengan cepat." ucapnya.


"Aku tidak butuh bantuanmu, lebih baik lupakan saja. itu tidak ada gunanya lagi, yang kuinginkan sekarang hanyalah ibuku, hiks... " terisak.


"Ternyata kau tidak memiliki tekad ya, Sia-sia saja aku menyarankanmu balas dendam, jika pada akhirnya kau hanya bisa menangis." ucapnya dingin, Arsenio paling membenci orang yang tidak memiliki tekad.


Daviena Benar-benar tidak mau meminta bantuan Arsenio, karena pria itu tidak jauh berbeda dengan ayahnya. mereka adalah pria brengsek yang telah menghancurkan hidup nya.

__ADS_1


__ADS_2