
Malam harinya, Daviena melayani masternya. tubuhnya melengkung dengan indah saat mencapai kenikmatannya, Arsenio Terus-menerus menggerakkan bagian bawahnya. membuat tubuh mungil gadis itu ikut terhentak, "L-lebih lembut... k-kumohon," mohon nya pada pria itu. namun seperti nya permohonan Daviena sama sekali tidak dihiraukan nya.
Nafsu membuat Arsenio kehilangan akal, bagaimana tubuh mungil gadis itu bisa begitu nikmat?. padahal selama ini sudah banyak wanita yang digagahi nya, tetapi tak ada satupun di antara mereka yang dapat membuat sisi liarnya muncul. keringat terus membasahi tubuh mereka, Daviena kelelahan. Dia Benar-benar tak mampu mengimbangi permainan Arsenio, pakaian maid yang sebelumnya Dia kenakan sudah tergeletak di lantai dalam kondisi rusak, pria itu merobek pakaian maid tersebut.
"Ah, Daviena... kau membuatku, ahh... kehilangan akal." ucapnya.
Daviena Benar-benar sangat kacau, Arsenio seringkali menggigit dan menciumi beberapa bagian tubuhnya hingga meninggalkan bekas kemerahan. Air mata terus turun membasahi kedua pipi gadis itu. Dia Benar-benar merasa seperti seorang Lac*r, pikirannya menolak sentuhan pria itu, namun tubuhnya sepertinya menikmatinya.
"Ibu, maafkan aku." batinnya.
"Aaahhhh... " Akhirnya Arsenio mendapatkan kenikmatannya, sayang sekali Dia tidak bisa mengeluarkan benihnya secara langsung di dalam rahim Daviena.
Daviena langsung tertidur ketika kegiatan panas mereka sudah berakhir, Arsenio mengambil sepuntung rokok lalu menghidupkan nya dengan korek api. pria itu menyesap rokoknya dan menghembuskan nya. sesekali Dia menatap wajah Daviena saat tidur "Kau terlalu berharga sebagai mainan ku, tidak akan kubiarkan siapapun mengambil mu ataupun membawa mu pergi dariku." ucapnya.
...****************...
Pria berparas tampan itu sudah siap pergi bekerja "Tetaplah di mansion ini dan jangan pergi ke mana-mana," ucapnya pada Daviena.
"Memangnya kau pikir aku bisa pergi ke mana dalam kondisi seperti ini," jawabnya sedikit ketus. padahal Arsenio tahu bahwa gadis itu tak akan bisa berjalan kemana pun tanpa bantuan para maid.
"Daviena, bicaralah yang sopan pada tuan Arsen. ingat, Dia pernah menolong kita." ucap sang ibu dengan lembut.
"Menolong?, jika saja ibu tahu sifat Arsenio yang sebenarnya, ibu pasti akan Benar-benar merasa sangat muak dan membencinya. semua perbuatan baik yang Dia lakukan di depan ibu hanyalah omong kosong untuk menutupi sifat aslinya, agar tidak ada siapapun yang tahu bahwa pria itu adalah seorang predator wanita." batinnya.
"Tuan Arsen, maafkan sikap Daviena. Dia terkadang berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu," Reyana sedikit membungkuk mewakili permintaan maaf putrinya.
"Aku sudah tahu, Dia memang selalu bicara tanpa berpikir terlebih dahulu." menatap Daviena.
"Lain kali, jagalah lisanmu dengan baik. atau kau akan terkena masalah," ucapnya.
__ADS_1
Daviena sangat tahu bahwa saat ini Arsenio tengah memperingati nya, "Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, tuan Arsen." ucapnya pelan. kedua mata gadis itu menatap ke arah lain, berusaha menghindari tatapan mafia itu yang terus mengarah padanya.
Arsenio pergi dengan mobil mewahnya, Daviena menatap kepergian mobil itu yang perlahan mulai menjauhi area mansion. "Ibu, apa hari ini aku boleh membantumu?" tanya Daviena pada ibunya.
"Daviena, kedua kakimu itu belum sembuh. jadi sebaiknya kau beristirahat saja ya." ujarnya.
"Hahh, aku merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan apapun. aku hanya terus berbaring dan beristirahat," ucapnya.
"Itu semua untuk kebaikan mu juga sayang, kau harus banyak beristirahat."
"Ibu, yang terluka hanya kakiku bukan tubuhku, jadi jangan menanggapi hal ini terlalu berlebihan."
"Ibu hanya Khawatir Daviena, karena sekarang ibu hanya memiliki mu. jadi, ibu takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk padamu. ibu tidak mau kehilangan mu." ucapnya sedih.
"Ibu, aku akan selalu bersama ibu. aku tidak akan pernah meninggalkan ibu, jadi ibu jangan terlalu mengkhawatirkan ku."
...****************...
"Ibu, aku sudah selesai membersihkan mejanya."
"Terimakasih ya karena sudah membantu ibu, sekarang kau di sini saja. ibu mau mengerjakan Tugas-tugas yang lainnya."
"Apa tak ada yang bisa ku bantu lagi?" tanya gadis manis itu pada ibunya.
"Sudahlah, lebih baik kau tetap di sini. jika butuh sesuatu kau panggil saja ibu." ucapnya.
"Hahh, baiklah jika ibu berkata begitu." jawabnya.
"Jika saja kedua kaki ku ini tidak terluka, aku pasti sudah membantu pekerjaan ibu." batinnya.
__ADS_1
Di tempat lain. Arsenio disibukkan dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya. Dia harus segera memeriksa Dokumen-dokumen tersebut. mafia itu terlihat tidak fokus mengerjakan semua dokumennya, saat ini pikirannya berada di tempat lain. "Apa yang sedang Dia lakukan saat ini?... mungkinkah Dia sedang membantu ibunya, tapi itu tidak mustahil. mengingat kedua kakinya yang masih terluka." batinnya.
Lamunannya buyar saat Joseph memanggilnya beberapa kali. "Tuan... tuan Arsen... tuan," panggil Joseph.
"Ah, iya. ada apa?" tanya Arsenio, saat lamunannya buyar.
"Tuan, malam ini anda di undang ke sebuah acara pesta di sebuah hotel yang diselenggarakan oleh klien anda yang bernama tuan Howard Brandy Delwyn. Dia mengadakan acara pesta pembukaan cabang perusahaan nya yang baru di London Inggris."
"Pukul berapa pesta itu berlangsung?" tanya Arsenio.
"Sekitar pukul 20 : 00," jawabnya.
"Baiklah, aku akan datang ke sana."
"Perlukah saya mencarikan wanita pendamping untuk acara malam ini?" tanya Joseph.
"Tidak perlu, aku akan mengajak peliharaan ku saja. kau carikan gaun pesta yang cantik untuk nya." ucapnya.
"Baik, tuan Arsen." Joseph keluar dari ruangan Arsenio setelah urusannya dengan Bos nya itu selesai.
...****************...
Di sebuah bandara, terlihat seorang wanita cantik berkulit putih yang baru saja turun dari pesawat. wanita itu berjalan ke arah tempat parkiran kendaraan dengan membawa sebuah koper dan tas berisi Barang-barang pentingnya. Dia Melihat-lihat area parkiran untuk mencari jemputan nya. tak lama kemudian sebuah mobil hitam mewah datang menghampiri nya. orang yang berada di dalam mobil itupun segera keluar menyambut kedatangannya "Selamat datang nona, bagaimana kabar anda?" tanya orang tersebut.
"Aku Baik-baik saja. di mana ayah, dan ibu?. kenapa mereka tidak datang menjemput ku?" tanya wanita itu.
"Beberapa hari ini. tuan, dan nyonya terlihat cukup sibuk. itu sebabnya mereka tidak bisa datang menjemput nona." ucap orang tersebut. wanita itu menghela nafasnya, padahal Dia ingin sekali bertemu dengan ayah dan ibunya. namun saat ini kedua orang tuanya sedang sibuk.
"Paman, ayo pulang. aku lelah dan ingin segera beristirahat." ucapnya.
__ADS_1
"Baik nona." mobil hitam itupun pergi meninggalkan area parkiran tersebut.