Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 51


__ADS_3

Sang Casanova membawa gadis itu ke sebuah hotel ternama di Indonesia, malam ini Arsenio akan bermain di hotel bersama dengan gadisnya. Daviena menolak saat diminta keluar dari dalam mobil. Arsenio terpaksa menarik kasar pergelangan tangan kirinya agar mau keluar dari mobil itu.


Lalu setelahnya, Dia menggendong Daviena seperti karung beras. gadis itu berontak, meminta untuk diturunkan. tetapi Arsenio sama sekali tidak mempedulikan nya.


Setelah memesan satu kamar VVIP, Arsenio membawa gadis itu menuju lift. saat pintu lift terbuka, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. sebagian besar dari mereka tentu mengenali siapa Laki-laki itu. beberapa dari mereka memilih untuk keluar dari dalam lift karena merasakan atmosfir di sekitar Arsenio yang mulai berubah. lift membawa mereka ke lantai lima.


Sesampainya mereka di dalam kamar hotel, pria berparas tampan itu langsung menjatuhkan tubuh Daviena ke atas tempat tidur, lalu dengan cepat Dia mengukung nya. "Mari kita Bersenang-senang, Daviena." ucapnya dengan suara Baritone nya.


"Tuan Arsen, tolong jangan lakukan hal ini. aku mohon." ucapnya memelas.


"Ini hukuman untuk mu, dan kau harus menerimanya secara sukarela. lagi pula sebentar lagi kita akan menikah, jadi kau tak perlu khawatir akan hamil." Ucapnya berbisik di telinga Daviena.


Gadis malang itu melenguh, saat pria di atasnya mulai menjalankan aksinya. suara lenguhan tersebut membuat Arsenio tidak tahan untuk segera mencicipi tubuh gadis itu.


"Harusnya aku menghabisimu sekarang juga, karena kau telah memberitahukan mereka tentang kebenarannya. tetapi, aku tak bisa melakukan hal itu. kau lebih berharga dari yang ku pikirkan." ucapnya.


Sang Casanova semakin liar menyentuh tubuh mungil di bawahnya, kedua mata gadis itu Berkaca-kaca. dan itu Benar-benar terlihat sangat manis di mata Arsenio.


...****************...


Tubuh Daviena melengkung indah seperti busur saat dirinya dan Arsenio mencapai pelepasan mereka, Arsenio menghujani rahimnya dengan benihnya. bahkan benih tersebut sampai meluber keluar, karena tak kuat menampung sebanyak itu.


Tubuh Daviena seperti kanvas yang baru saja di lukis, banyak bercak merah dan kebiruan yang terlihat jelas di beberapa bagian tubuhnya. gadis itu mencoba mengatur nafas nya yang Terengah-engah.


Arsenio begitu puas menikmati tubuh Daviena, bahkan kini gadis itu sudah mulai memejamkan kedua matanya karena merasa lelah.

__ADS_1


Pagi harinya, Daviena terbangun dan merasakan sakit yang luar biasa. di tubuhnya banyak bekas gigitan, dan kecupan pria itu.


Gadis itu menunduk sedih, mengingat semalam Arsenio menumpahkan benih nya begitu banyak di dalam rahimnya, bagaimana jika dirinya hamil? Dia tak bisa membayangkan jika dirinya sampai mengandung anak pria itu.


Walaupun Dia dan Arsenio akan menikah, tetap saja pernikahan itu tidak didasari oleh adanya cinta ataupun kasih sayang, pernikahan tersebut dilakukan karena keterpaksaan. Dia dan Arsenio Sama-sama tak bisa menghindarinya.


Pintu kamar terbuka, dan memperlihatkan Arsenio yang sedang membawa nampan berisi makanan untuk Daviena. Dia juga membawa bungkusan plastik putih kecil berisi obat, sepertinya saat Daviena masih dalam keadaan tertidur, Dia Diam-diam pergi ke luar untuk membeli obat.


"Aku membawakan mu sarapan, dan obat." ucapnya, tersenyum hangat.


"Aku ingin pulang." ucapnya, suara Daviena terdengar lemah. mengingat, semalam Dia berteriak keras saat Arsenio menggerakkan bagian bawahnya dengan begitu kasar, gadis itu bahkan menangis.


"Setelah sarapan, dan mengobati mu kita akan pulang, bagian bawah mu pasti begitu sakit. jadi aku akan mengobatinya dengan salep ini." ucapnya.


Arsenio menyuapi gadis itu, Daviena terlihat tidak membantah ataupun menolak. karena saat ini perutnya Benar-benar terasa sangat lapar.


Daviena sedikit mendesis saat Air mulai menyentuh kulitnya, Dia merasa sedikit perih. karena bekas gigitan Arsenio semalam cukup Dalam. "Sepertinya semalam aku terlalu berlebihan, tapi aku sangat puas karena bisa menikmati tubuhmu. kau bahkan lebih baik dari seorang Lac*r." ucapnya memuji.


"Tuan Arsen, sudah... aku bisa mandi sendiri, anda bisa menungguku di luar." ucap Daviena.


"Aku akan memandikan mu sampai bersih." ucapnya, sepertinya Arsenio tak mau mendengarkan perkataan gadis itu.


Setelah memandikan Daviena, Arsenio mengobati luka gadis itu. wajah Daviena memerah, saat pria itu menyuruhnya untuk membuka kedua kakinya. mana mungkin Dia memperlihatkan bagian bawahnya begitu saja.


"Aku bisa mengobatinya sendiri, tuan Arsen." ucapnya.

__ADS_1


"Tidak, luka di bagian bawahmu ini adalah perbuatan ku, jadi biarkan aku yang mengobatinya." ucap Arsenio menyeringai.


Daviena tidak mau membuka kedua kakinya, itu membuat Arsenio mengerutkan kedua alisnya, kesal. pria Casanova itu lalu membuka paksa kedua kaki Daviena hingga memperlihatkan bagian bawah gadis itu.


Wajah Daviena memerah padam, apalagi saat ini. Arsenio tengah menatap lekat bagian bawahnya. "T-tuan Arsenio, tolong jangan dilihat." ucapnya malu.


Arsenio mulai mengobati bagian bawah Daviena, gadis itu terkejut merasakan sesuatu yang mulai memasuki bagian paling sensitif nya. sesekali terdengar suara lenguhan saat Arsenio mulai menyentuh bagian intimnya dengan lembut.


"Jangan melenguh, kau bisa membangunkan junior ku nanti." ucapnya menggoda Daviena.


Selesai mengobati bagian bawah gadis itu, Arsenio juga mengobati beberapa bekas gigitan yang telah Dia perbuat di tubuh Daviena. setelah nya Dia membantu gadis itu mengenakan pakaiannya. Daviena merasa seperti dilecehkan, tetapi Dia tak bisa melakukan apapun selain patuh pada pria itu.


...****************...


Di tengah perjalanan pulang, gadis itu kembali tertidur, sepertinya Dia masih merasa lelah. karena semalam mereka bermain hingga pukul 03 : 00 dini hari.


Sesampainya di mansion, Arsenio segera menggendong tubuh Daviena masuk ke dalam mansion. Dia sengaja tak membangunkan gadis itu, karena tidak mau mengganggu tidur nyenyak nya.


"Dari mana saja kalian, kenapa semalam kami tak menemukan keberadaan kalian?" ucap Emira, Dia menatap datar putranya. semalam Arsenio dan Daviena pergi tanpa memberitahu mereka semua.


"Kalian semua tidak perlu tahu, sudahlah... aku ingin membawanya ke kamar." ucap Arsenio, Dia tampak tak peduli dengan tatapan datar ibunya.


"Sepertinya, semalam mereka melakukan sesuatu yang menarik." ucap Leofric.


"Mungkinkah, Arsen dan Daviena..." Javier menatap ayahnya.

__ADS_1


"Yang kau pikiran saat ini sama dengan apa yang ku pikirkan, Javier. sepertinya dalam jangka waktu yang cukup dekat kita akan segera mendapatkan calon anggota baru di keluarga Vincent." ucap Leofric.


Reyana mulai berpikir negatif tentang putrinya, semalam Dia begitu khawatir. apalagi Arsenio dan Daviena sekarang kembali di pagi hari, sebenarnya apa yang mereka lakukan semalam?, banyak pertanyaan yang muncul di pikiran nya.


__ADS_2