
Leofric mengamati Daviena dari ujung kaki sampai kepala, ternyata cucunya itu sangat pandai memilih seorang wanita. tetapi yang menjadi satu pertanyaan, kenapa Arsen memilih seorang gadis muda ketimbang memilih seorang wanita yang sudah terlihat cukup matang untuk dijadikan sebagai seorang istri.
"Apa selera mu Benar-benar sudah berubah Arsen? kau memilih seorang gadis untuk menjadi istri mu." tanya Leofric.
"Memangnya apa masalahnya, yang menentukan siapa yang akan menjadi istri ku adalah aku kan. jadi aku bebas memilih siapa saja yang menurut ku pantas." jawab Arsenio.
"Lalu, kenapa kau masih Bermain-main dengan wanita, saat kau sendiri sudah memiliki kekasih?" tanya Leofrick.
Arsenio terdiam, kakeknya berhasil menjebaknya dengan perkataannya sendiri. Leofric menyeringai melihat sang cucu terdiam, tak mampu menjawab pertanyaannya.
"Seharusnya kau bermain dengan kekasihmu sendiri, dari pada bermain dengan wanita lain. bukankah itu akan melukai perasaan nya?" ucapnya.
Daviena sangat tahu, bahwa saat ini Arsenio tengah merasa kebingungan. mencari jawaban dari pertanyaan pria paruh baya itu.
"T-tuan, Arsen melakukan hal itu karena ketidaksengajaan. hasrat nya sangat mendominasi nya, itu membuatnya tak mampu mengendalikan nya." ucap Daviena, sepertinya Dia ingin membantu Arsenio.
Arsenio lantas menoleh ke arah nya, Leofric mengerutkan alisnya. bukan jawaban seperti itu yang ingin Dia dengar. "Kenapa kau sendiri tak membantu Arsen menuntaskan Hasratnya?, kau malah membiarkan nya berlaku seenaknya pada wanita lain." ucap Leofrick.
"A-aku... "
Kini Daviena yang kebingungan mencari jawabannya, Leofric menatap tajam gadis itu hingga membuat Daviena tak berani menatapnya.
"Kakek, jangan menyalahkan Daviena. yang ku lakukan selama ini adalah agar aku tidak bertindak berlebihan padanya. kakek sangat tahu kan, bahwa aku juga memiliki hasrat membunuh. setiap aku menggagahi wanita, hasrat membunuh itu selalu muncul. menghabisi wanita yang sudah ku gagahi membuatku merasakan sensasi tersendiri." ucapnya panjang lebar.
"Jika terus begitu, kau dan Dia tak akan mampu memiliki seorang anak setelah menikah." ucapnya.
Daviena tak tahu harus apa, sandiwara kebohongan ini sudah terlalu jauh. apalagi ini sudah menyangkut tentang pernikahan, bagaimana jika Dia dan Arsen Benar-benar menikah. gadis itu tak bisa membayangkan nya, jika itu terjadi. selamanya Dia akan menjadi budak Arsenio. haruskah Dia mengatakannya yang sejujurnya.
Mungkin saja Orang tuanya Arsenio, dan kakeknya akan membebaskannya dan ibunya dari jeratan pria mafia itu kalau Dia mengatakan yang sebenarnya. "S-sebenarnya, aku... aku bukanlah kekasihnya Arsen." ucapnya.
__ADS_1
Mereka terkejut, terkecuali Leofric. Daviena mengatakan yang sebenarnya, mungkin saja ini adalah kesempatan nya agar terbebas dari Arsenio.
"Apa maksud mu? Daviena." tanya Emira yang syok mendengar ucapan gadis itu.
"Nyonya Emira, maafkan aku... sebenarnya aku bukanlah kekasihnya Arsen, aku hanyalah seorang budak." ucapnya, Kedua mata gadis itu Berkaca-kaca merasa bersalah pada wanita yang sudah Dia anggap seperti ibunya sendiri.
"Budak?... Arsen, sebenarnya apa semua ini?!" tanya Javier.
Arsenio mengepalkan kedua tangannya, kenapa Daviena harus mengatakan yang sebenarnya pada mereka, terutama saat kakeknya ada di sini
"Bodoh! kenapa kau memberitahu mereka yang sebenarnya!" ucapnya murka.
Dia menarik kerah baju Daviena hingga membuat gadis itu tak kuasa menahan tangisannya. "Maafkan aku, hiks..." ucapnya yang merasa takut dengan kemarahan Arsenio.
Emira terkejut dengan perubahan sikap putranya pada Daviena, insting keibuan wanita itu membuatnya segera bertindak cepat. Emira mengambil Daviena dari putranya sendiri, kemudian memeluk tubuh gadis itu untuk menenangkan.
"Seharusnya kau tidak bertindak begitu kasar padanya, Arsen!" ucap Emira kesal.
"Arsen, sekarang jelaskan semuanya?" ucap Leofric berusaha menahan amarah nya.
Mau tidak mau Arsenio menjelaskan semuanya, Emira cukup terkejut mendengar penjelasan dari putranya. ternyata selama ini Daviena telah menjadi budak pemuas nafsu Arsenio.
Leofric yang mendengarnya justru tertawa, hal tersebut mengundang banyak pertanyaan di pikiran Arsenio. kenapa kakeknya itu tertawa saat Dia menjelaskan semuanya.
"Sepertinya kau Benar-benar tertarik padanya, kau bahkan tak bisa menghabisinya." ucapnya tersenyum sinis.
"Aku tidak tertarik padanya!, kenapa kakek berkata seperti itu!" ucapnya kesal.
"Arsen, kau itu sangat pintar menyembunyikan sesuatu. tetapi, kau bodoh dalam menjalin hubungan asmara... Ah, mungkin karena kejadian itu. membuatmu kehilangan rasa ingin mencintai lawan jenismu." ucapnya.
__ADS_1
"Maksud ayah, kejadian saat Arsen dicampakkan oleh wanita itu?" tanya Javier.
"Ya, mungkin saja Arsen trauma dengan kejadian itu. itu sebabnya sampai sekarang Dia memilih untuk sendirian dari pada membuat sebuah keluarga." ucap Leofric.
Daviena kini sudah merasa tenang, Dia menatap Emira dan kembali meminta maaf. seharusnya Dia tak membohongi wanita itu, Emira memaklumi nya karena Dia tahu, Arsenio pasti yang memaksa gadis mungil itu untuk bersandiwara agar Dia tak dijodohkan dengan wanita lain.
"Walaupun kalian bukan sepasang kekasih... kalian tetap harus menikah, Arsen sudah menyentuh Daviena. jadi Dia harus bertanggung jawab." ucap Leofric.
"Aku setuju, mana mungkin kita membiarkan Daviena terus menjadi seorang budak. Daviena hanyalah gadis biasa yang tidak tahu Apa-apa," ucap Javier, Dia sangat setuju bila Arsenio menikah dengan Daviena.
"Aku tidak mau menikah dengan nya!" ucap Arsenio, Dia menolak dengan tegas pernikahan antara dirinya dan Daviena.
"Tidak ada penolakan, kau harus bertanggung jawab Arsen, atau... kau bisa menghabisi Daviena, jika memang kau tidak mau mempertanggung jawabkan apa yang sudah kau perbuat."
"Bagaimana mungkin aku menghabisinya, Dia... cukup berharga untuk ku. kalau pun aku menghabisinya. kakek, ayah dan ibu pasti akan menikahkan ku secara paksa dengan wanita lain yang mungkin tidak ku kenal." batin Arsenio.
Arsenio menghela nafasnya, hari ini Benar-benar sangat sial untuk nya. pada akhirnya Dia menyetujuinya, dari pada Dia dijodohkan dengan wanita lain, akan lebih baik jika Dia menikah dengan Daviena, Dia akan menghukum gadis itu karena telah mengatakan semua kebenarannya pada keluarganya.
"Baiklah, aku akan menikahinya." ucapnya pelan.
Daviena terbelalak, Arsenio Benar-benar akan menikahinya. ini menjadi masalah yang jauh lebih besar, jika Dia menjadi istri dari mafia itu. maka impiannya untuk terbebas dari jeratan mafia itu akan pupus.
Dia dan ibunya akan terjebak bersama Arsenio untuk sepanjang sisa hidup mereka, Daviena ingin menolaknya. tetapi pria psikopat itu malah menatapnya tajam seakan mengatakan "Ikuti saja kemauan keluarga ku." tatapan itu membuat Daviena menunduk ketakutan, Dia Benar-benar tak berani melawan Arsenio.
"Daviena, apa kau setuju dengan pernikahan itu?" tanya Emira.
"A-aku... " ucapnya gugup.
"Jika aku menolak pernikahan ini, nyonya Emira pasti akan merasa sangat sedih. dan aku bisa menyakiti hatinya untuk yang kedua kalinya." batinnya.
__ADS_1
Gadis itu akhirnya menyetujuinya, walaupun itu sebenarnya terpaksa. Dia harus melakukannya agar tidak membuat wanita itu kembali bersedih.