Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 26


__ADS_3

Pagi harinya, Daviena bangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. semalam Arsenio kembali menggagahi tubuh mungilnya, padahal ini adalah hari pertamanya sekolah. "Semangatlah, bukankah hari ini adalah hari pertama mu bersekolah." ucap Arsenio. Daviena mengerutkan alisnya, Dia kesal pada pria itu.


Kini mereka tengah sarapan bersama, gadis itu sudah siap dengan seragam sekolahnya "Kau terlihat cukup manis, Daviena." ucapnya memuji. gadis itu memalingkan wajahnya, Dia terlihat masih kesal dengan mafia itu. Arsenio terkekeh melihat sikap peliharaan nya, Daviena terlihat seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya.


"Ini masih pagi, jangan menunjukkan kekesalan mu itu padaku."


Gadis itu mengabaikan pria di depannya, dan lebih memilih menyantap sarapannya. Arsenio menghela nafasnya, kenapa gadis itu mudah sekali marah. setelah sarapan, Dia mengantarkan Daviena ke sekolah nya. selama perjalanan Daviena tak mengatakan sepatah katapun, itu membuat Arsenio sedikit kesal.


"Sampai kapan kau merajuk seperti itu, aku tidak suka melihat raut wajahmu itu." ucapnya. gadis itu tak merespon sedikit pun.


"Daviena! sampai kapan kau terus seperti ini!, kau membuat aku kesal!" ucapnya, Arsenio menepikan mobilnya di sisi jalan. Daviena tahu, Dia telah membuat mafia itu marah.


"Maaf, tuan Arsen." ucapnya pelan. Arsenio mencoba menahan amarahnya, Daviena seperti Dillon yang bisa memancing kemarahan nya.


"Hahh, jangan bersikap seperti ini. kau ingin aku bersikap kasar padamu?"


Gadis itu menggeleng pelan, Dia Berkali-kali meminta maaf pada Arsenio. mafia itu kembali menjalankan mobilnya.


...****************...


"Saat berada di sekolah jangan melakukan sesuatu yang aneh, dan jangan mencari keributan." ucapnya.


"Baiklah," jawabnya.


"Hubungi aku setelah pulang sekolah," ucap Arsenio.


"Baiklah, tuan Arsen."


Arsenio meninggalkan Daviena di depan gerbang sekolah, gadis itu berjalan pelan memasuki kawasan sekolah tersebut. kedua matanya berbinar saat melihat area luar sekolah. "Ternyata, sekolahnya sangat besar." saat asik memandangi bangunan sekolah itu, Tiba-tiba saja terdengar suara klakson mobil dari arah belakangnya. Daviena segera menyingkir.


Mobil itu berjalan melewatinya dan parkir tak jauh dari gerbang sekolah, seorang Laki-laki keluar dari mobil tersebut. Dia menghampiri Daviena "Lain kali jangan menghalangi jalan, kau sangat mengganggu." ucapnya kesal.


"Maaf," gadis itu sedikit membungkuk meminta maaf.


"Cih, kau merusak suasana hatiku." ucap Laki-laki itu.


"Aku kan sudah meminta maaf," Daviena kini mulai terlihat kesal, kenapa sikap Laki-laki itu sangat menyebalkan.


Laki-laki itu memandangi Daviena dari atas kepala sampai ujung kaki "Siapa namamu?" tanya Laki-laki itu.

__ADS_1


"Untuk apa kau mengetahui namaku?" menatap datar.


"Ck, memangnya kenapa kalau aku bertanya tentang namamu."


Tanpa berkata apapun, Daviena segera pergi meninggalkan Laki-laki tersebut, langkahnya yang pelan membuat Laki-laki itu cepat menyusulnya "Jawab dulu pertanyaan ku, siapa namamu?" tanya Laki-laki itu sekali lagi.


"Aku tidak mau menjawab pertanyaan mu!" kesal.


"Kau berani bersikap seperti itu padaku!" Laki-laki itu menarik kerah seragam sekolah nya Daviena.


"Ughh... lepaskan," gadis itu mencoba berontak, tetapi tenaga Laki-laki itu jauh lebih besar darinya.


"Sebelumnya tidak ada seorang pun yang berani bersikap seperti ini padaku. tetapi kau!..." menatap tajam Daviena. gadis itu juga menatap tajam Laki-laki itu, namun itu tak membuat Laki-laki itu merasa takut.


"Tatapanmu itu tidak bisa menakutiku,"


"Lepaskan, aku tidak mau mencari masalah denganmu." ucap Daviena.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja, kau bahkan tak mau memberitahu ku tentang namamu." ucap Laki-laki itu.


"Jika ku beritahu, apa kau akan melepaskan ku, dan membiarkan ku pergi?" tanya Daviena.


"Namaku adalah Daviena, apa sekarang kau bisa melepaskan ku?"


"Jadi namanya adalah Daviena, Dia cukup manis dan cantik." batinnya. Laki-laki itu melepaskan Daviena dan membiarkan gadis itu pergi.


"Kenapa Dia berjalan seperti itu, kedua kakinya juga diperban." gumamnya.


Daviena mencari ruang kepala sekolah, gadis itu bertanya pada beberapa murid yang mengenakan seragam sekolah yang sama dengan dirinya.


"Permisi, aku ingin bertanya. apa kalian tahu di mana letak ruang kepala sekolah?" tanya Daviena.


"Kau lurus saja, di ujung sana adalah letak ruangan kepala sekolah." ucap seorang gadis.


"terimakasih," ucapnya.


"Kau, murid baru ya. kami belum pernah melihat mu di sekolah ini," ucap seorang murid Laki-laki. Daviena mengangguk, lalu setelahnya Dia kembali berjalan menuju ruangan kepala sekolah.


...****************...

__ADS_1


Suara bising terdengar dari kelas XII-A IPA, saat ini mereka kedatangan seorang murid baru. ya, murid baru itu adalah Daviena. beberapa murid Laki-laki di kelas itu tampak tertarik pada Daviena. "Dia cantik." ucap seorang murid Laki-laki.


"Dia juga terlihat sangat manis," ucap teman sebangku nya.


Guru meminta Daviena duduk di kursi belakang dekat dengan jendela, gadis itu berjalan ke arah kursinya. ketika sampai di tempat duduknya, Daviena melihat jika ada teman sebangku nya yang tengah tertidur. teman sebangku nya adalah seorang Laki-laki, gadis itu terlihat tidak peduli. Dia duduk di sebelah anak Laki-laki itu.


"Astaga Louis, sampai kapan kau mau tidur!" ucap guru tersebut.


Laki-laki yang di panggil Louis itu terlihat masih tertidur pulas, guru yang merasa kesal pun akhirnya menghampiri nya "Xavier Louis Alexander, cepat bangun sekarang juga!" ucap guru itu dengan tegas.


Louis akhirnya terbangun, Dia menatap datar guru yang memanggil nama lengkapnya tadi. "Ck, kau mengganggu tidur ku saja." ucapnya tak sopan.


"Louis ini sudah waktunya untuk belajar, bukannya tidur."


Louis mengabaikan guru tersebut, pandangannya kemudian mengarah pada Daviena. "Kau, gadis yang tadi kan? apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Louis.


"Dia adalah murid baru Louis, perlakuan Dia dengan baik dan jangan berperilaku kasar padanya." ucap guru itu.


Daviena menatap tajam Louis, kenapa Dia harus bertemu dengan Laki-laki itu lagi. padahal Dia berharap tak bertemu Louis lagi.


"Benar-benar suatu kebetulan, kita berdua kembali dipertemukan." ucapnya menyeringai.


"Jangan mendekatiku, aku tidak mau mencari masalah denganmu selama berada di sekolah." ucapnya.


"Aku akan terus mengganggumu selama berada di sekolah." ucapnya berbisik di telinga Daviena.


Mendengar hal itu membuat Daviena kesal, kenapa Laki-laki itu suka sekali mengganggunya.


Di jam istirahat, Dia berniat pergi ke kantin. Louis mengikuti gadis itu seperti anak ayam yang mengikuti induknya, "Berhenti mengikuti ku!" ucapnya kesal.


"Aku akan terus mengikuti mu kemanapun," menyeringai.


"Sepertinya kau sangat suka mengganggu orang lain." ucapnya.


"Tentu saja, karena aku sering sekali merundung Orang-orang yang lebih lemah dariku, contohnya seperti mu. itu sangat menyenangkan." ucap Louis.


"Mengganggu dan merundung orang lain itu tidak menyenangkan, itu adalah perilaku yang buruk, harusnya kau tahu bahwa merundung itu adalah suatu tindakan kejahatan." ucap Daviena.


"Aku tidak peduli, yang terpenting adalah mereka dapat membuatku merasa senang." ucap Louis.

__ADS_1


__ADS_2