
Daviena menghampiri ibunya yang saat ini sedang berada di halaman belakang mansion, Emira menyuruhnya untuk membawa ibunya itu ke ruang tamu. untuk dipertemukan dengan kakeknya Arsenio. gadis itu tak berkata apapun selain meminta ibunya untuk segera mendatangi ruang tamu.
"Ada apa nyonya memanggil saya?" tanya Reyana, sedikit membungkuk.
"Reyana, duduklah dulu. ada sesuatu yang ingin kami bicarakan." ucap Emira.
Wanita itu duduk di sofa yang bersebrangan dengan dengan anggota keluarga Vincent, Daviena ikut duduk di sebelah ibunya. "Reyana, apa kau tahu. kalau putrimu dan Arsen selama ini hanya Berpura-pura menjadi sepasang kekasih?" tanya Javier.
Reyana tersentak, ternyata mereka memintanya datang ke sini untuk membicarakan tentang sandiwara palsu yang dibuat Arsenio, dan Daviena.
"Jadi, nyonya dan tuan sudah tahu ya? maafkan saya karena ikut membohongi kalian? sekali lagi maaf." ucapnya merasa bersalah.
"Tidak Apa-apa, ini bukanlah salahmu ataupun putrimu. tapi ini adalah kesalahan Arsen yang sudah melibatkan orang lain dalam masalah nya." ucapnya.
"Oh iya, perkenalkan. Dia adalah ayahku, namanya Vincent Leofric Kenneth. Dia datang Jauh-jauh dari Inggris hanya untuk menemui putrimu." ucap Javier.
"Eeh? kenapa tuan Leofric Kenneth ingin menemui, putri ku?" tanya Reyana.
"Begini, Reyana... kami semua sudah sepakat ingin menikahkan Arsen, dengan Daviena. ayahku bahkan sudah menyetujuinya." ucap Javier.
Reyana terkejut, mereka ingin Arsenio menikah dengan Daviena. padahal Jelas-jelas mereka sudah tahu bahwa dirinya, dan putrinya itu tidak setara dengan Orang-orang golongan atas seperti mereka.
"Aku tidak bermaksud ingin menolak, tetapi kami berasal dari golongan bawah. dan tidak setara dengan kalian yang berasal dari golongan atas." ucapnya.
"Keluarga Vincent tak pernah memandang status golongan dalam dunia asmara, jadi tak perlu mengkhawatirkan hal itu. yang terpenting sekarang adalah Arsen menikah dengan Daviena." ucap Leofric.
Reyana menatap putrinya, Dia ingin Daviena sendiri yang memutuskannya. "Daviena, bagaimana menurut mu. apakah kau mau menikah dengan tuan Arsen?" tanya sang ibu.
Gadis itu mengangguk pelan, mana mungkin Dia bisa menolak. nyawanya bisa saja terancam jika Dia menolak pernikahan itu, mengingat bahwa keluarga Vincent adalah keluarga mafia.
"Baiklah, kita tinggal menentukan tanggal, dan hari pernikahan kalian." ucap Leofric.
__ADS_1
"Bukankah ini terlalu cepat, apalagi saat ini Daviena masih bersekolah." ucap Arsenio.
"Daviena hanya perlu berhenti sekolah, Dia akan menjadi istrimu dan mengurus rumah tangga kalian, sedangkan kau hanya menafkahi nya." ucap Emira.
Wanita itu tampak senang, karena akhirnya putranya akan berhenti melajang. Dia sudah tak sabar lagi memiliki seorang cucu.
...****************...
Leofric akan tinggal di mansion Arsenio sampai hari pernikahan mereka, keluarga Vincent sudah sepakat akan mengadakan acara pernikahan minggu depan. "Apa kau yang memasak semua ini? Daviena." tanya Leofric.
Daviena mengangguk, Leofric cukup menyukai masakan gadis itu. Arsenio terlihat begitu lahap menyantap makam malamnya, Pria berusia lanjut itu menyeringai melihat cucunya. Dia menyenggol lengan kanan Arsenio, membuat Arsenio menoleh padanya.
"Apakah karena hal ini, kau menjadi tertarik padanya? kakek lihat, kau begitu lahap menyantap makan malam mu. biasanya kau jarang menghabiskan makanan mu, Arsen." ucapnya terkekeh.
Arsenio mengerutkan alisnya, kakeknya berpikir Dia tertarik pada Daviena karena masakan yang dibuat oleh gadis itu. "Aku tidak tertarik padanya, jadi berhentilah untuk menggoda ku, kakek." ucapnya kesal.
"Kau pria yang sangat dingin, tetapi di dalam lubuk hatimu kau membutuhkan yang namanya cinta dan kasih sayang dari seorang wanita, selain ibumu." ucap Leofric, Dia kembali menggoda cucunya.
Cinta, dan kasih sayang hanya akan menambah beban luka di hatinya, karena hatinya sudah tertutup rapat untuk wanita mana pun.
Setelah makan malam, Arsenio menarik tangan Daviena, dan membawa gadis itu pergi meninggalkan meja makan. Javier yang melihat nya hanya bisa menggeleng kan kepalanya.
"Kisah cinta remaja memang sangat menarik bukan, Emira." ucap Javier.
"Putra mu bukanlah remaja, Javier. Dia adalah seorang pria berusia tiga puluh tahun." jawabnya.
"Hahaha, kau benar... kurasa itu adalah kisa cinta antara pria dengan seorang gadis... menurut mu, apa yang akan mereka lakukan?" ujar Javier.
"Mereka mungkin ingin bermesraan, tetapi mereka malu bermesraan di depan kita. jadi mereka pindah ke tempat lain." ucap Emira tersenyum manis.
"Kau ini Ada-ada saja."
__ADS_1
Arsenio ternyata membawa Daviena ke halaman depan mansion, pria itu ingin membicarakan sesuatu dengan Gadis itu.
"Daviena, apa kau itu bodoh? kenapa kau memberitahukan mereka kebenarannya." tanya Arsenio, Dia menatap datar Daviena.
"Maafkan aku, aku tak bisa terus membohongi ayah dan ibumu. orang tuamu sudah bersikap terlalu baik padaku, itu membuat ku merasa bersalah karena membohongi mereka." ucapnya menunduk.
"Karena mu, kita akan menikah. apa kau tahu, apa artinya itu?" tanya Arsenio, Daviena hanya menggelengkan kepala nya.
"Artinya seumur hidupmu kau akan terjerat dengan ku, aku akan membuat hidup mu seperti berada di dalam neraka. anggap saja itu hukuman untuk mu karena sudah membocorkan semua sandiwara kita." ucapnya menyeringai.
Daviena tersentak, pikirannya mengatakan bahwa mafia itu akan kembali menyiksa hidupnya. Dia Benar-benar tak memilih harapan lagi, untuk terbebas dari pria itu.
"Tuan boleh menyiksaku, tetapi... tolong jangan lakukan hal buruk apapun pada ibuku, aku akan menanggung semua hukuman yang Anda berikan." ucapnya pasrah.
"Ah, aku Benar-benar sangat suka melihat ekspresi pasrah mu saat ini Daviena, kau terlihat tidak berdaya dan sudah tak memiliki harapan lagi." ucapnya mengusap pipi kanan gadis itu.
Kedua mata gadis itu Berkaca-kaca, sepertinya Dia akan menangis. namun sebelum itu terjad, Arsenio sudah lebih dulu menutup kedua mata gadis itu, lalu mencium bibirnya.
"Eumpphh..."
Daviena beberapa kali memukul dada Arsenio, pria itu menciumnya terlalu dalam, hingga membuat gadis itu sulit untuk bernafas. ketika ciuman berakhir, tercipta sebuah benang saliva entah milik siapa. Daviena Terengah-engah, Arsenio menunjukkan seringaian nya. sudah cukup lama Dia tak mencium gadis itu, rasanya ternyata sama sekali tidak berubah.
Wajah Daviena memerah padam, kenapa pria itu Tiba-tiba menciumnya. itu membuatnya sedikit terkejut.
"Mau melakukan hal yang lebih jauh lagi." ucapnya menyeringai mes*m.
Daviena menggeleng cepat, Arsenio menggendong tubuh gadis itu seperti pengantin baru. Dia membawa Daviena, masuk ke dalam mobilnya. pria itu ingin bermain sedikit lebih jauh lagi dengan gadis manis itu.
Daviena tentu saja berontak, Dia tak mau ikut bersama Arsenio. pikirannya langsung menebak bahwa pria itu akan melakukan sesuatu yang buruk padanya.
Namun apalah daya, kekuatan nya yang tak setara dengan Arsenio membuatnya hanya bisa pasrah dengan keadaan nya.
__ADS_1