
Saat malam tiba, gadis itu mengurung dirinya di dalam kamarnya. Dia masih kesal, dan marah. dengan apa yang dilakukan pria itu terhadap nya. Arsenio menghela nafasnya, Daviena sudah seperti itu sejak tadi siang. seharian ini Dia tak bisa kembali ke perusahaan nya karena harus membujuk gadis itu agar tidak marah lagi.
Tentu semua itu diketahui oleh kakeknya, bahkan kakeknya sendiri yang menyuruhnya untuk membujuk Daviena. Dia tidak akan diperbolehkan meninggalkan mansion selama dirinya belum mendapatkan permintaan maaf dari gadis itu.
Arsenio bahkan terpaksa menyuruh Joseph untuk mengerjakan semua Tugas-tugas nya di perusahaan. Joseph mengucapkan kata serapah karena Bos nya itu sudah Benar-benar keterlaluan, meninggalkan nya dengan setumpuk dokumen, dan Berkas-berkas penting.
"Kakek, Dia sama sekali tidak mau keluar dari kamarnya." ucap Arsenio.
"Bagaimana pun caranya kau harus bisa mendapatkan permintaan maaf nya... sebentar lagi kalian akan segera menikah, tidak baik bagi kalian untuk saling bertengkar." ucap Leofric.
"Kalau begitu kakek saja yang membujuknya." ucap Arsenio mulai kesal.
"Ini adalah kesalahan mu, jadi kau sendiri yang harus segera menyelesaikan masalah nya." ucap Leofric.
Arsenio mengerutkan alisnya kesal, padahal kakeknya sendiri yang menginginkan nya untuk membujuk Daviena agar mau memaafkan nya, tetapi Leofric sama sekali tidak mau membantu dirinya.
Arsenio mengetuk pintu kamar Daviena sembari memanggil nama gadis itu, tetapi tak ada sahutan dari dalam kamar si gadis. mafia itu terlihat mulai kesal, kenapa Daviena sampai bertingkah seperti ini hanya karena masalah itu.
"Jika kau tidak mau membuka pintunya, maka akan aku dobrak." ucapnya kesal.
Sebelum mendobrak pintu tersebut, ternyata pintu itu sudah terbuka lebih dulu. memperlihatkan Daviena dengan tatapan bencinya. "Apa mau mu!" ucapnya kesal.
"Kakek, dan ibumu menunggumu untuk makan malam." ucap Arsenio.
"Katakan pada mereka, aku sedang tidak nafsu makan." jawabnya ketus.
Gadis itu ingin kembali menutup pintu kamarnya, namun ditahan oleh tangan Arsenio. "Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini, Lama-lama sikap mu membuat aku kesal." ucapnya.
__ADS_1
"Terserah aku mau bersikap seperti apa, kau tidak berhak menyuruhku untuk selalu bersikap baik padamu."
Arsenio geram, ternyata gadis itu menjadi lebih liar. Dia ingin sekali menampar wajah Daviena, tetapi jika Dia melakukan hal itu. maka gadis itu akan semakin melawan padanya.
"Hahh, sebelumnya... maafkan aku, mungkin aku membuatmu merasa tak nyaman dengan Kata-kata ku." ucapnya berbicara selembut mungkin.
Daviena menatap datar Arsenio, gadis itu mana mungkin mempercayai Kata-kata manis pria itu. Arsenio tak jauh berbeda dengan Laki-laki jahat di luar sana, yang suka menggoda banyak wanita dengan Kata-kata manisnya. Daviena bukanlah gadis yang mudah termakan Kata-kata pria itu.
Tiba-tiba Reyana datang menghampiri mereka, wanita itu sengaja datang ke kamar putrinya karena mengetahui jika putrinya dan Arsenio tengah memiliki masalah.
"Daviena, apa kau tak bisa memaafkan tuan Arsen? sebentar lagi kau dan tuan Arsen akan menikah. ibu tidak mau kau bertengkar dengan calon suamimu sampai hari pernikahan kalian." ucapnya sedih.
Melihat ekspresi ibunya yang sedih membuat Daviena luluh, gadis itu sangat tidak suka bila ibunya bersedih. "Hahh, ibu tidak perlu khawatir... aku dan Arsen sudah berbaikan." ucapnya.
"Ibu harap kalian tidak bertengkar lagi." ucap Reyana.
"Jadi, kau sudah memaafkan ku?" tanya Arsenio.
"Perkataan mu sama sekali tidak bisa dimaafkan, seorang wanita tak seharusnya menjadi alat pemuas nafsu seorang pria. seorang wanita juga membutuhkan cinta dan kasih sayang, mereka seharusnya dicintai, bukan disakiti.
Jika kau menyakiti seorang wanita, itu sama saja kau seperti Mencabik-cabik tubuh ibumu sendiri, jangan lupa ibumu juga seorang wanita."
Setelah mengatakan hal itu, Daviena berjalan pergi meninggalkan Arsenio yang terdiam karena ucapannya.
Kini mereka semua sudah ada di meja makan, Arsenio berusaha untuk mengontrol emosinya. ucapan Daviena tadi membuat darahnya mendidih. yang diucapkan Daviena tadi memang tidak lah salah, tetapi seorang wanita juga bisa menjadi sesosok iblis penggoda bagi para pria. mereka akan menggoda para pria hingga jatuh, dan sulit untuk bangkit kembali. terkadang wanita juga bisa menjadi mimpi buruk untuk sebagian pria.
"Arsen, kenapa kau hanya diam?, apa kau tidak mau makan?" tanya Leofric.
__ADS_1
Arsenio tak menjawab dan segera menyantap makan malamnya, jika kalian bertanya kemana perginya kedua orang tuanya Arsenio. saat ini sepasang suami-istri itu tengah sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan putra mereka.
...****************...
Setelah makan malam, Arsenio meminta Daviena untuk berbicara empat mata dengan nya, ini masih mengenai masalah tadi. "Daviena, kenapa kau merasa wanita adalah Satu-satunya makhluk yang paling tersakiti?" tanya Arsenio.
"Karena aku, dan ibuku pernah merasakan apa itu rasa sakit yang disebabkan oleh kaum pria." gadis itu kembali mengingat perlakuan ayahnya yang tega menjualnya dan ibunya ke sebuah rumah bordil.
"Kau juga tahu kan, kalau wanita bukanlah Satu-satunya makhluk yang paling tersakiti. terkadang pria lah yang disakiti, wanita memanfaatkan pria saat mereka membutuhkan nya. tetapi kemudian mereka akan membuang nya seperti sampah jika wanita itu sudah tidak membutuhkannya." ucapnya tersenyum sinis.
Daviena terdiam, sepertinya Arsenio berencana membalasnya. "Kau... ingin membalas ku kan?"
"Membalas mu? untuk apa aku membalasmu, aku hanya mengatakan faktanya. jangan Seolah-olah kalian kaum wanita yang paling tersakiti, kami kaum pria juga merasakan hal yang sama." jawabnya.
Daviena menundukkan kepalanya, yang dikatakan Arsenio memang benar. terkadang seorang pria juga merasakan kesedihan yang disebabkan oleh seorang wanita, dan begitu pun sebaliknya.
...****************...
Ucapan Arsenio Benar-benar mengganggu pikirannya, sekarang Daviena tidak tahu harus berbuat apa. pernikahan mereka akan berlangsung dalam beberapa hari lagi, saat ini hubungan mereka entah seperti apa.
"Apa aku sebaiknya kabur saja, untuk menghindari pernikahan itu." ucapnya, nada bicaranya terdengar lelah. mungkin karena berbagai macam masalah yang Dia hadapi.
Namun, jika Dia kabur dari pernikahannya. lalu bagaimana dengan ibunya, haruskah Dia juga membawa ibunya pergi bersamanya?, Keluarga Vincent pasti tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan mencarinya dan ibunya. jika itu terjadi, Daviena, dan ibunya pasti akan menjadi seperti buronan.
"Hahh, apa yang harus ku lakukan sekarang."
Memikirkan banyak hal membuatnya tidak bisa tidur, Namun jika dipikir-pikir lagi, Akhir-akhir ini Arsenio bersikap manis, dan baik padanya. terkadang ada rasa ketertarikan yang muncul dari dalam diri nya, tetapi sekali lagi gadis itu berusaha menyangkalnya. Dia tidak boleh tertarik pada pria yang sudah membuat hidupnya hancur.
__ADS_1
Jika Arsenio tahu, Daviena tertarik padanya. itu akan membuatnya semakin memperdayai gadis itu. dan secara perlahan Daviena akan jatuh, lalu pria itu bisa menghancurkan gadis itu tanpa perlu menyentuhnya sedikit pun, cukup menyerang dari perasaannya saja.