Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 7


__ADS_3

Daviena sepertinya tidak akan bisa berjalan dalam waktu yang cukup lama, luka di telapak kakinya terlalu dalam. "Sekarang kau tidak akan bisa kabur dari mansionku lagi," ucapnya penuh Seringai.


"Kenapa kau melakukan hal ini padaku, hiks... aku bahkan tak mengenalmu. tetapi kau terus menyiksaku," Daviena menangis sesegukan. melihat hal itu membuat Arsenio tidak tahan ingin menggagahi nya "Sepertinya aku tidak bisa menunggu sampai malam tiba, kau benar-benar menggodaku." ucapnya, mafia itu lalu menggendong tubuh mungil Daviena. si gadis tentu saja berontak pikirannya mengatakan bahwa mafia itu akan melakukan sesuatu terhadap dirinya. "TURUNKAN AKU!" ucapnya yang terlihat sangat panik.


Arsenio mengabaikan nya dan tetap berjalan ke arah sebuah kamar kosong, mengingat bahwa kamarnya berserakan karena perbuatan gadis itu. kamar yang dimasuki oleh mereka adalah sebuah kamar tamu, sang mafia membanting tubuh Daviena ke atas tempat tidur, lalu dengan cepat mengukungnya.


Arsenio mengecupi dan menyesap kuat bagian leher Daviena, si gadis berusaha melepaskan dirinya walau semua itu hanya Sia-sia saja. jilatan halus kembali di berikan oleh Arsenio, terkadang mafia itu menggigit kecil leher mulus itu hingga meninggalkan bekas gigitan. "Akkhh... t-tuan, jangan menggigitnya," Daviena mengeluarkan Suara-suara yang begitu erotis di pendengaran Arsenio. hal itu membuatnya semakin bersemangat menyentuh tubuh gadis itu.


...****************...


Daviena terus saja mengeluarkan suara erotisnya saat Arsenio menggerakkan bagian bawahnya di dalam bagian intimnya, tubuh si gadis terhentak mengikuti gerakan pria di atasnya "Ahh... tuan...hngghh," Daviena meremas seprai menyalurkan sensasi yang di berikan sang mafia pada tubuhnya. "T-tuan.... perlahan... k-kumohon," ucapnya.


Bukannya berhenti, mafia itu malah semakin menambah kecepatannya. Dia mengejar kenikmatannya "Aaahhh... " akhirnya Dia mengeluarkan benihnya. Daviena jatuh pingsan karena kelelahan, mereka sudah bermain selama Berjam-jam.


"Ck, aku tidak bisa mengeluarkannya langsung di dalam rahimmu. ini benar-benar terasa tidak nyaman," sebelum menggagahi Daviena, Arsenio sebelumnya memakai pengaman agar benihnya tak keluar di dalam rahim gadis itu, Dia tidak mau memiliki anak dari seorang wanita yang dianggapnya hanyalah seorang budak. sampai kapanpun mafia itu tidak akan pernah mau menjalin hubungan yang serius dengan wanita manapun.


...****************...


Daviena tersadar dari pingsannya sekitar pukul 03 : 31 dini hari, tubuhnya terasa remuk dan bagian bawahnya benar-benar sangat sakit. gadis itu menatap sekelilingnya, di sampingnya ada Arsenio yang tertidur lelap. Daviena mengepalkan kedua tangannya, Dia benar-benar sangat membenci Arsenio yang telah menghancurkan masa depan nya. Daviena ingin sekali menghancurkan wajah pria itu, yang sialnya berwajah sangat tampan.

__ADS_1


"Aku benar-benar ingin memukul wajahnya sampai hancur, Dia telah menghancurkan semuanya, tubuh, dan juga masa depanku," batinnya.


Gadis itu menyadari sesuatu, Dia segera menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. kedua kakinya telah diperban "Aku tidak akan mungkin bisa berjalan dalam waktu yang cukup lama, hiks... Dia merenggut semuanya dariku, kesucian dan masa depanku. apa setelah ini Dia juga akan merenggut kehidupan ku." ucapnya sedih, Daviena kembali menyelimuti tubuhnya. Dia tidur membelakangi Arsenio, gadis itu menahan suara tangisnya.


Arsenio terbangun karena pergerakan gadis di sampingnya, Dia menyadari jika Daviena sedang menangis. perlahan mafia itu mendekatkan tubuhnya ke arah gadis mungil itu, tangan kiri Arsenio berada di bagian perut Daviena. si gadis tersentak kaget, Dia menolehkan kepalanya ke arah belakang dan melihat Arsenio tengah menyeringai Kearahnya.


Seringaian itu begitu menakutkan, Daviena bahkan tak dapat menggerakkan tubuhnya sekarang, tubuhnya terasa kaku dan tatapannya terus mengarah lurus ke arah mata Arsenio. "Jangan Membuang-membuang Air matamu untuk hal yang tidak berguna, kau adalah milliku dan aku yang akan menentukan hidupmu," ucapnya dingin.


Mafia itu mendekatkan bibirnya ke arah bibir Daviena, perlahan kedua bibir mereka bersentuhan. Arsenio mencium gadis itu penuh nafsu, Daviena berusaha menghentikan ciumannya saat lidah Arsenio mulai masuk ke dalam mulutnya.


"Eummhh... " ciuman panas itu berlangsung cukup lama, ketika pasokan oksigen Daviena mulai menipis Dia segera memukul dada bidang pria itu. menyadari lawan ciumannya yang kewalahan, Arsenio segera mengakhiri ciumannya. "Hahh... Hahh... " Daviena terengah-engah.


Mafia itu menelusup masuk ke dalam selimut, Dia meremas gundukan kembar Daviena hingga membuat gadis itu melenguh, "Hhngghh... "


Arsenio kemudian melahap salah satunya dan menghisap nya kuat seakan ada sesuatu yang keluar "Ahh, j-jangan... hngghhh... hentikan... tuan," bergerak gelisah, Arsenio masih terus menghisap gundukan itu. "Mari memulai ronde berikutnya," ucapnya keluar dari dalam selimut. pada akhirnya Daviena kembali melayani pria gagah itu.


...****************...


Matahari hampir berada di atas kepala, namun Daviena masih terlelap dalam tidur nya. energinya benar-benar terkuras habis, Arsenio menghentikan permainannya sekitar pukul 06 : 00 pagi. di tempat lain, mafia itu tengah memperhatikan peliharaan nya yang tertidur pulas dari layar laptopnya yang tersambung dengan CCTV mansion-nya, semalam Dia benar-benar sangat puas menggagahi gadis itu.

__ADS_1


"Tidak Sia-sia aku membelimu sangat mahal, kau adalah gadis yang sangat menarik," bergumam.


Joseph masuk ke dalam ruangannya Arsenio setelah mengetuk pintu ruangan itu, pria itu membawa sebuah berkas di kedua tangannya "Tuan Arsen, ini semua data informasi mengenai gadis itu." ucapnya, Arsenio sebelumnya meminta sekretaris nya itu untuk mencarikan nya data lengkap tentang Daviena. pria itu mulai membaca Berkas-berkas tersebut.


"Jadi namanya adalah Adaline Daviena Valerie, nama yang cantik." batinnya, Arsenio tersenyum simpul.


...****************...


Daviena terbangun dari tidurnya karena merasa sangat lapar, ketika bangun Dia melihat ada makanan dan minuman di atas meja nakas. gadis itu memegangi perutnya, Dia ingin menyantap makanan itu namun pikiran menolak. Daviena takut jika makanan itu berisi racun, namun sepertinya perutnya sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama.


Pada akhirnya Dia menyantap makanan itu, Daviena memegangi perutnya yang terasa kenyang setelah makan "Ternyata mereka tidak memberikanku racun," ucapnya.


"Ah, aku ingin sekali pergi dari mansion ini. tetapi, kakiku." gadis itu menatap kedua kakinya yang diperban.


"Tunggu, bukankah aku tidak mengenakan pakaian. lalu siapa yang memakaikan ku pakaian. mungkinkah para maid yang membantuku mengenakan pakaian ini, tidak mungkin pria itu kan." berpikir.


Daviena hanya bisa berbaring di atas tempat tidur, berjalan pun sangat sulit karena luka di kedua telapak kakinya. gadis itu menatap bosan kearah Langit-langit kamar yang di tempatinya.


...****************...

__ADS_1


Sudah beberapa hari ini Daviena hanya berdiam diri di dalam kamarnya, Dia tak dapat melakukan apapun karena luka di telapak kakinya. aktifitas gadis itu selalu saja dibantu oleh para maid ketika Arsenio sedang tidak berada di mansion. pria itu merantai kaki kanan Daviena, walaupun sebenarnya itu tidak diperlukan. mengingat bahwa kedua telapak kaki Daviena mengalami luka. namun, Arsenio sepertinya tidak mau hewan peliharaan nya sampai kabur lagi.


__ADS_2