Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 58


__ADS_3

Akhirnya hari yang paling Ditunggu-tunggu pun tiba, Arsenio dan Daviena terlihat mengenakan pakaian pernikahan mereka. gadis itu terlihat cantik dengan riasan yang memoles wajahnya, tak lupa Arsenio juga terlihat semakin gagah dengan tuxedo berwarna putih milik ayahnya.


Acara pernikahan mereka hanya dihadiri oleh beberapa kerabat terdekat saja, konsepnya pun terbilang cukup sederhana, tetapi berkesan sangat mewah, dan elegan. Javier dan istri nya sengaja memesan konsep pernikahan itu agar mereka semua bisa mengingat momen bahagia itu.


Untung saja acara tersebut sangat tertutup, sebab pernikahan diadakan di mansion utama keluarga Vincent. Daviena terlihat begitu gugup, sedangkan Arsenio terlihat cukup santai. bahkan Dia masih bisa memainkan ponselnya.


"Tidak perlu gugup, tidak akan ada awak media yang akan meliput berita tentang pernikahan ini. karena pernikahan kita cukup tertutup, hanya ada beberapa orang terdekat saja yang menghadiri acara ini." ucapnya.


"Kenapa kau masih terlihat santai, apa kau tak gugup. pernikahan kita akan berlangsung satu jam lagi, tetapi kau masih asik memainkan benda berbentuk pipih itu." ucapnya ketus.


"Santai saja, ini hanya pernikahan. bukan peperangan, kenapa kau terlihat begitu gugup hanya karena pernikahan ini... Ah, aku tahu. kau pasti tengah memikirkan malam pertama setelah menikah kan, tenang saja. aku akan bermain dengan lembut." Arsenio tersenyum tanpa dosa.


Daviena menatap datar pria itu, seperti nya yang dipikirkan Arsenio saat ini hanyalah kenikmatan saat menyentuh tubuh seorang wanita. pria itu sama sekali tidak terlihat gugup, ataupun gelisah.


Para tamu sudah berdatangan, Joseph bahkan ikut menghadiri acara tersebut. Dia terkejut sekaligus tak menyangka, sahabatnya itu akan menikah saat ini. padahal Arsenio sangat membenci yang namanya pernikahan, dan wanita. Tetapi sekarang Bos nya itu akan menikah dengan seorang gadis lugu yang menjadi peliharaan nya.


...****************...


Kini mereka saling mengucap janji suci, setelahnya mereka saling bertukar cincin. Arsenio kemudian mengecup dahi pengantinnya. "Akhirnya kalian menjadi sepasang suami-istri, kami Benar-benar sangat bahagia." ucap Emira.


Ibu dari Arsenio tak kuasa menahan tangis bahagia nya, akhirnya setelah sekian lama. putra nya itu bisa menikah. Emira, Javier, Leofric serta Reyana mendoakan agar pernikahan Arsenio dan Daviena terus berlanjut hingga akhir hayat mereka.


Leofric cukup senang, karena pernikahan cucu nya berjalan dengan lancar. kini Daviena, dan ibunya adalah bagian dari keluarga Vincent.

__ADS_1


Tubuh Daviena terasa begitu lelah, setelah seharian ini menemani Arsenio menjamu para tamunya. tamunya memang tidak banyak, tetapi itu cukup membuat gadis itu merasa lelah. apalagi gaun pernikahan nya itu terasa cukup berat saat dibawa berjalan.


Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas sebuah tempat tidur yang memang sudah disiapkan oleh Emira, dan Suaminya. saat kedua matanya sudah terpejam, Daviena Tiba-tiba merasakan tetesan Air yang mengenai wajahnya.


Dia membuka kedua matanya, dan menemukan Arsenio yang tengah mengukungnya dengan tubuh yang masih basah oleh Air, pria itu baru saja selesai mandi, handuk putih melilit di pinggang nya. sedangkan rambut basahnya membuat nya terlihat lebih tampan, dan mempesona.


Kedua pipi Daviena bahkan sampai memerah saat melihat wajah Arsenio, "Siapa yang memperbolehkan mu untuk tidur? apa kau lupa. kalau kita baru saja akan merayakan malam pernikahan kita." ucapnya tersenyum mes*m.


"Aku tidak mau merayakan nya!, karena kau pasti akan melakukan sesuatu yang buruk padaku kan!" ucap Daviena.


"Kau tidak bisa menolaknya, setiap kau menolak akan mendapatkan hukuman nya, lagi pula wajib bagi seorang istri untuk melayani suaminya saat malam pertama setelah menikah." ucapnya menyeringai.


Daviena berusaha mendorong tubuh Arsenio yang tengah mengukungnya, Namun usahanya Sia-sia saja. karena pria itu tak bergeming sedikit pun, gadis itu mulai panik saat Arsenio membelai pipinya secara lembut.


"Menjauh dariku, kau pria gila." ucapnya, berusaha berontak.


Arsenio menahan kedua tangan Daviena, kemudian mencium bibir gadis itu. sesekali Dia menyesap bibir tipis Daviena, gadis itu terlihat berusaha mengakhiri ciuman tersebut dengan Menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun Arsenio memperdalam ciumannya, membuat Daviena kewalahan.


Cukup lama mereka berciuman, hingga akhirnya pria itu melepaskan ciumannya. gadis di bawahnya terlihat memerah karena ciuman panas itu. kedua sudut matanya bahkan mengeluarkan sedikit Air mata.


"Hahh... hahh..." Daviena Terengah-engah.


Arsenio tersenyum sinis menatap Daviena, Dia terlihat seperti seekor serigala yang siap memangsa. pria itu menjilat sudut bibirnya bersiap memangsa gadis di bawahnya. "Waktunya menikmati hidangan utama." ucapnya dengan suara Baritone nya.

__ADS_1


Daviena sekali lagi menunjukkan perlawanannya, Dia tidak mau pria itu kembali memainkan tubuhnya seperti seorang Lac*r. karena mereka menikah bukan atas dasar cinta. jika Daviena membiarkan Arsenio terus berbuat sesuka hatinya, maka pria itu pasti akan memperlakukan nya seperti seorang Lac*r.


"Lepaskan aku!" ucap Daviena kesal.


"Mana mungkin aku melepaskan mu, aku tidak mau melewatkan Momen-momen seperti ini." ucapnya.


Arsenio mulai menjamah tubuh mungil Daviena, gadis itu sesekali melenguh merasakan Jari-jari Arsenio yang menyentuh nya secara lembut.


...****************...


Daviena kini hanya bisa pasrah saat pria itu menjalankan aksinya, tubuh mereka Sama-sama berkeringat. dikarenakan aktivitas panas keduanya, Arsenio terlihat begitu bersemangat, walaupun dirinya sudah beberapa kali mengeluarkan benihnya di dalam tubuh Daviena.


Pria itu sepertinya berencana menghamili gadis yang masih berstatus remaja itu, Tubuh Daviena melengkung indah saat merasakan pelepasan dari pasangannya. "A-aku sudah tidak kuat lagi, ku mohon berhenti." ucapnya pelan.


"Malam masih panjang, sayang. aku tidak akan berhenti sebelum merasa lelah." ucapnya berbisik di telinga Daviena.


Lagi dan lagi, sang Casanova terus menggerakkan bagian bawahnya. ranjang berdecit mengikuti irama di atasnya. Daviena terlihat begitu kacau, tubuh nya terus dipaksakan mengikuti gerakan Arsenio. padahal Dia Benar-benar sudah sangat lelah dan ingin beristirahat.


Tetapi Arsenio tak sedikit pun merasa kasihan pada gadis itu, Dia terlalu asik menikmati tubuh Daviena. mengingat, sudah cukup lama mereka tak melakukannya. Daviena akhirnya jatuh pingsan karena merasa kelelahan, tetapi walaupun begitu Arsenio tetap menggagahi nya.


Dia tak peduli dengan keadaan gadis itu. saat ini, yang dipikirkan nya hanya menuntaskan hasrat nya. Dia menggagahi tubuh mungil Daviena hingga pukul 03 : 22 dini hari, tubuh gadis itu sudah di penuhi oleh banyak tanda kemerahan dan kebiruan yang disebabkan oleh pria itu.


Setelah puas menikmati tubuh Daviena, Arsenio kemudian memilih untuk membaringkan tubuhnya di sebelah Daviena. "Malam ini aku begitu puas, Daviena." ucapnya menatap gadis di sebelahnya yang sedang jatuh pingsan.

__ADS_1


Arsenio mendekap tubuh Daviena. perlahan Dia ikut memejamkan kedua matanya, dan tertidur. menyusul gadis itu ke alam mimpi.


__ADS_2