Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 30


__ADS_3

Daviena kembali memohon agar Arsenio tidak melakukan sesuatu yang buruk pada ibunya, itu semua adalah hukumannya. seharusnya Dia lah yang menerima hukuman tersebut, bukan ibunya. "Ku mohon, jangan hukum ibuku hiks... kau boleh menghukum ku sesuka hatimu, tapi jangan hukum ibuku." ucapnya. Ponsel Arsenio Tiba-tiba berdering, saat melihat layar ponselnya tertera nama sang ayah di sana.


"Ck, mengganggu saja." Arsenio mengangkat panggilan tersebut.


"Halo,... ayah ada apa kau menghubungi ku," ucapnya.


"Arsen, ayah ingin kau datang ke mansion utama malam ini. kami ingin membicarakan tentang perjodohan mu." ucapnya.


"Perjodohan lagi!?, apa kalian tidak lelah terus mencarikan seorang wanita untuk ku." ucap Arsen.


"Arsen, kau tahu kan jika ibumu ingin sekali menggendong seorang cucu. tolong mengertilah, kami ingin kau menikah dan memiliki seorang istri dan anak."


"Apa kalian lupa kalau aku sangat anti dengan seorang wanita, aku membenci wanita ayah!" ucap Arsenio kesal.


"Menikahlah, ini demi kami. jika kau terus seperti ini maka ayah tak memiliki pilihan lain lagi, selain meminta kakekmu untuk datang ke sini dan menyuruhmu untuk menikah secara paksa." ucapnya mengancam.


"Ck, aku akan datang ke mansiom utama malam ini."


Arsenio langsung memutuskan panggilannya sepihak. pria itu Mengacak-acak surainya, Dia Benar-benar kesal pada orang tuanya yang selalu saja memaksa nya untuk segera menikah.


"Ini membuat suasana hatiku memburuk," ucapnya. Dia kemudian menatap Daviena yang masih menangis.


"Malam ini kau harus ikut bersamaku, Berpura-pura lah menjadi kekasihku." ucapnya.


Pada akhirnya Dia tidak jadi menghukum Daviena, pikirannya sedikit kacau karena kedua orang tuanya.


...****************...


Malam harinya, Daviena didandani oleh sejumlah penata rias. Arsenio sengaja menyewa beberapa penata rias untuk mendandani gadis itu agar terlihat lebih cantik. Malam ini Daviena mengenakan gaun berwarna keemasan yang terlihat begitu elegan. sesaat Arsenio sedikit terhipnotis oleh penampilan cantik gadis itu.


"Tuan Arsenio kami sudah selesai mendandani nona Daviena," ucap salah satu penata rias.


"Kalian boleh pergi sekarang." ucapnya.


Para penata rias itu segera pergi meninggalkan kamar tersebut. Daviena hanya diam, pandangannya mengarah ke arah lain "Lihatlah, betapa cantiknya dirimu. kau Benar-benar memiliki kecantikan yang luar biasa, Daviena." ucapnya.


Daviena melihat pantulan dirinya di cermin, Dia sedikit terkejut dengan penampilan nya saat ini. belum pernah Dia merasa secantik ini "Apa... itu Benar-benar aku?"

__ADS_1


"Ya, itu dirimu. bukankah sangat cantik." ucap. Arsenio.


Gadis itu cukup lama melihat pantulan dirinya di cermin, sampai akhirnya Arsenio mengulurkan tangan kanannya. "Ayo, kita harus pergi sekarang." ucap Arsenio. Daviena menerima uluran tangan itu, mafia itu langsung menggenggam tangan gadis itu.


Para maid, dan Butler yang berada di dalam mansion terpesona dengan pemandangan yang mereka lihat saat ini. Arsenio, dan Daviena bagaikan seorang pangeran, dan putri di negeri dongeng.


"Tuan Arsen, dan nona Daviena terlihat sangat sempurna ya," bisik salah satu maid.


"Mereka terlihat seperti pangeran dan putri, Benar-benar sangat serasi." ucap maid lainnya.


Reyana juga terkejut melihat penampilan putrinya yang terlihat begitu cantik dan anggun. sebelumnya Arsenio sudah memberitahu wanita itu bahwa malam ini Dia akan membawa Daviena ke suatu tempat, hanya saja mafia itu tak memberitahu kemana Dia akan membawa Daviena.


Saat berada di dalam mobil, Arsenio menyuruh Daviena untuk bertingkah seperti sepasang kekasih ketika mereka sampai di mansion utama.


"Setibanya di mansion utama keluarga Vincent, Berpura-pura lah menjadi kekasihku, dan bertingkah layaknya sepasang kekasih, apa kau bisa melakukannya?"


"T-tapi untuk apa?" tanya Daviena, kenapa Dia harus Berpura-pura menjadi kekasih mafia itu.


"Ayah dan ibuku ingin menjodohkan ku dengan seorang wanita, kau tahu kan kalau aku sangat membenci wanita. jadi aku ingin kau Berpura-pura agar mereka membatalkan perjodohan nya. jika kau bisa melakukan hal itu maka aku tidak akan menghukum mu dan ibumu."


"Hahh, baiklah. aku akan melakukannya." ucap Daviena pasrah.


"Akhirnya kau datang juga, ibu pikir kau tidak akan datang." ucap sang ibu.


"Arsen, siapa gadis cantik yang kau bawa itu?" tanya sang ayah.


"Gadis ini... adalah kekasih rahasiaku." jawab Arsenio.


Orang tua Arsenio terkejut, mereka tidak tahu jika sang putra sudah memiliki seorang kekasih.


"Kenapa kau tidak pernah memberitahu kami, bahwa ternyata kau sudah memiliki kekasih. apa itu alasannya kau sering menolak perjodohan?"


"Aku tidak memberitahu kalian karena ayah dan ibu pasti tidak akan mau memiliki menantu seperti kekasihku," ucap Arsenio.


"Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya sang ayah.


"Kekasihku, berasal dari keluarga yang kurang mampu. jadi kupikir ayah dan ibu pasti tidak akan mau memiliki menantu yang tidak setara dengan kita." ucapnya menjelaskan.

__ADS_1


"Kami tidak mempermasalahkan hal itu, yang kami inginkan hanyalah kau segera menikah. agar kami bisa secepatnya menggendong seorang cucu." ucap sang ibu.


"Oh iya, siapa nama kekasihmu itu Arsen?"


"Namanya Adaline Daviena Valerie, kalian bisa memanggilnya Daviena." jawabnya.


"Daviena, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" tanya ibu Arsenio.


Daviena terdiam, Dia tidak tahu harus menjawab apa, jika salah menjawab. mungkin Arsenio akan menghukum nya.


"Daviena." panggilnya sekali lagi.


"Kami sudah menjalin hubungan sekitar dua tahun ibu." jawab Arsenio.


Ibu dan ayah Arsenio memperhatikan Daviena yang terus saja diam, gadis itu bahkan tak mengatakan sepatah kata pun.


"Arsenio, kenapa Dia diam saja, apa kekasihmu tidak bisa bicara?" ibu Arsenio berpikir bahwa Daviena itu bisu.


"Daviena, apa kau tidak mau mengatakan sesuatu pada ayah dan ibuku. bukankah tidak baik mendiami orang yang mengajakmu berbicara." ucap Arsenio.


"M-maafkan aku, aku tidak tahu harus berkata apa." ucapnya sedikit membungkuk.


"Tidak Apa-apa, kau pasti merasa sedikit gugup karena berbicara dengan kami." ucap Ibu Arsenio, suara wanita itu terdengar sangat lembut.


"Kami Benar-benar tidak menyangka, ternyata selama ini Arsen telah merahasiakan hubungan kalian dari kami... Arsen, dari mana kau mendapatkan gadis secantik Daviena?" tanya sang ibu.


"Ibu tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkannya, yang terpenting sekarang kalian tidak perlu lagi menjodohkan ku dengan wanita lain. karena aku sudah memiliki kekasih."


"Oh iya, kami belum memperkenalkan diri kami padamu. namaku Berly Danayla Emira, dan ini suamiku Vincent Javier Vasilio." ucapnya memperkenalkan diri.


"S-senang bertemu dengan anda nyonya Berly, dan tuan Vincent." ucap Daviena sedikit gugup.


"Panggil saja kami ibu dan ayah, karena sebentar lagi kau mungkin akan menjadi menantu kami," ucap nyonya Emira.


Mendengar hal itu membuat wajah Daviena memerah, Javier terkekeh melihat ekspresi calon menantunya. Daviena Benar-benar gadis yang sangat manis.


"Kecantikan nya seperti ibumu Arsen, ternyata kau sangat pandai memilih calon pendamping hidupmu." ucapnya diselingi dengan kekehan ringan.

__ADS_1


Arsenio hanya bisa menghela nafasnya, orang tuanya terlalu berlebihan. sesaat Dia melirik Daviena yang tengah tersipu malu karena ucapan ibunya.


__ADS_2