
Saat ini Arsenio tengah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, Dia terus memikirkan tentang kakek nya. kakek nya itu memang sangat baik padanya, tetapi bila sudah marah Dia akan lebih menyeramkan dari ibunya. bukan hanya Dia saja yang akan mendapatkan masalah, tetapi Daviena juga akan ikut terkena masalah. karena gadis itu juga ikut terlibat.
"Apa aku berkata yang sejujurnya saja pada mereka... tetapi, jika aku melakukan hal itu, ayah, dan ibu pasti akan mencarikan ku wanita lain, dan akan menikahkan ku secara paksa." ucapnya, menatap Langit-langit kamarnya.
Javier, dan istrinya malam ini menginap di mansion-nya Arsenio. sepasang suami-istri itu tengah menikmati waktu mereka di ruang tamu, menonton film di televisi dengan ditemani beberapa camilan.
Emira menyandarkan kepalanya di bahu kanan Javier.
"Aku tidak sabar menunggu reaksi ayahmu, saat Dia tahu bahwa cucu kesayangan nya sudah memiliki calon istri." ucapnya tersenyum.
"Dia pasti akan sangat senang, ku harap ayah menikahkan Arsen, dan Daviena secepatnya. agar kita berdua bisa segera mendapatkan seorang cucu." ucap Javier.
Tiba-tiba ponsel Javier berdering, di layar ponsel tertera nama sang ayah di sana. Javier tersenyum, akhirnya sang ayah menghubungi nya. Dia lantas segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo ayah... apa ayah sudah melihat foto dan video yang ku kirimkan." ucapnya.
"Ya, ayah Benar-benar tidak menyangka. setelah sekian lama menunggu, akhirnya Arsen memiliki calon pendamping hidupnya... kapan mereka menikah? ayah ingin datang ke sana untuk menyaksikan sendiri pernikahan mereka." ucap ayah Javier.
"Kami belum menentukannya, karena calon istrinya Arsen masih berstatus remaja, dan masih bersekolah." ucap Javier.
"Arsen memilih seorang gadis untuk menjadi pendamping hidupnya?... apa selera nya itu sudah berubah." ucapnya sedikit heran.
"Mungkin saja, tapi tidak masalah selama Arsen mau menikahinya. lagi pula gadis itu sangat baik, dan sangat pintar memasak seperti istri ku." ucap Javier.
"Siapa nama gadis itu?" tanya ayahnya Javier.
"Namanya Daviena, Dia gadis yang sangat manis ayah." ucap Emira menyahuti.
"Di mana Arsen dan gadis itu pertama kali bertemu."
"kami tidak tahu, tetapi Arsen mengatakan kalau Dia dan Daviena sudah lama menjalin hubungan asmara. itu sebabnya Dia selalu menolak perjodohan yang kami buat untuk nya." ucap Javier.
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya pada kalian, Untuk tidak mencampuri hubungan asmaranya. biarlah Arsen sendiri yang menentukan wanita mana yang akan menjadi calon pendamping hidupnya." ucap ayah Javier merasa kesal.
__ADS_1
"Maafkan kami, kami hanya tidak mau Arsen terus Bermain-main dengan wanita. Dia tak pernah berpikir untuk menikah, yang Dia lakukan hanya menggagahi wanita lalu menghabisinya." ucap Javier.
"Secepatnya ayah akan datang ke sana untuk melihat sendiri gadis itu." ucapnya.
"Baiklah, ayah."
Panggilan pun berakhir, Saat ayah mertuanya tiba ke negara ini. Emira akan meminta mertuanya untuk segera menikahkan Arsenio dan Daviena secepatnya. agar Dia, dan Javier segera memiliki seorang cucu.
...****************...
Beberapa hari setelahnya, di sebuah bandara terlihat seorang pria paruh baya bersetelan formal, baru saja turun dari pesawat yang ditumpangi nya. pria paruh baya itu terlihat seperti pria yang baru berusia tiga puluh tahun, padahal sebenarnya usianya sudah menginjak hampir enam puluh tahun.
Pria itu menyeret koper hitam berisi perlengkapan yang dibutuhkan nya, kedua matanya mencari sosok yang dikenali nya. tak lama kemudian sepasang suami-istri pun datang menghampiri nya.
"Ayah, apa kau sudah menunggu lama di sini? maafkan kami karena datang sedikit terlambat, mencari tempat parkiran di sini ternyata cukup sulit." ucapnya.
"Tidak Apa-apa, lagi pula ayah baru saja tiba. sebaiknya kita segera ke mansion nya Arsen. ayah ingin melihat gadis itu." ucapnya.
"Baiklah."
Sementara itu di mansion nya Arsenio. pria itu tampak gelisah, Dia Berkali-kali Mondar-mandir tak jelas. Daviena yang melihat nya pun menjadi Bertanya-tanya.
"Tuan Arsen, kenapa anda terlihat gelisah?" tanya Daviena.
"Daviena, tadi pagi saat aku berada di perusahaan. ayah menghubungi ku dan mengatakan kalau kakek ku akan tiba di Indonesia sekitar pukul 16 : 00 sore. karena hal ini aku tidak bisa kembali perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan ku." ucapnya.
Tadi siang saat Arsenio menjemput Daviena di sekolah nya, Dia tidak kembali ke perusahaan nya karena khawatir dengan kedatangan kakeknya hari ini. kakeknya itu sangat teliti, dan sulit untuk dibohongi. kebohongan sekecil apapun pasti bisa diketahuinya dengan cepat.
...****************...
Sebuah mobil hitam mewah memasuki perkarangan mansion nya Arsenio, dari dalam mobil hitam itu keluarlah tiga anggota keluarga Vincent. Javier bersama istri, serta ayahnya kemudian memasuki mansion itu.
Arsenio yang tengah merasa gelisah pun tak menyadari kedatangan orang tuanya dan kakeknya. sampai suara sang kakek mengagetkan nya.
__ADS_1
"Apa yang tengah dipikirkan cucuku, hingga membuatnya seperti orang yang tengah kebingungan?" ucapnya.
Arsenio tersentak, Dia menoleh ke asal suara tersebut. dirinya berhasil dikejutkan dengan kedatangan pria paruh baya itu.
"K-kakek," ucapnya.
Pria paruh baya yang memiliki nama lengkap Vincent Leofric Kenneth pun menghampiri sang cucu, Dia memeluk cucunya melampiaskan rasa kerinduan nya. sudah cukup lama sejak terakhir kali Arsenio datang mengunjunginya.
"Bagaimana kabarmu, Arsen?" ucapnya Berbasa-basi.
"Kabarku baik, kakek. bagaimana dengan kabar kakek?" tanya Arsenio.
"Kabar ku seperti biasanya... ah, ku dengar dari ayah, dan ibumu bahwa kau sudah memiliki calon istri. apa itu benar?" tanya Leofric.
"Itu..." ucapnya ragu.
Kedua manik Leofric menangkap sosok seorang gadis yang tak jauh dari mereka, Daviena sedari tadi hanya diam dan menundukkan kepalanya. Dia tak berani menatap pria paruh baya itu, karena dirinya merasakan aura yang berbeda dari pria itu, bahkan aura nya hampir mirip dengan aura Arsenio.
Leofric menghampiri Daviena, tanpa berkata apapun Dia langsung mencengkram kedua pipi gadis itu hingga membuat Daviena mendongak menatapnya.
"Kenapa kau mendudukkan kepalamu?... wajahmu itu sangat mirip dengan foto yang dikirimkan oleh putraku. apakah kau gadis yang bernama Daviena?" tanya Leofric.
"I-iya." ucapnya gugup.
Arsenio Tiba-tiba menghampiri Daviena dan kakeknya, Dia melepas paksa cengkraman sang kakek pada kedua pipi Daviena, pria psikopat itu lalu mendekap tubuh gadis itu, posesif. "Kakek tidak boleh menyentuhnya seenaknya, gadis ini adalah milikku!" ucapnya kesal.
Sesaat Leofric terdiam, tetapi kemudian Dia terkekeh. Dia tak menyangka cucunya akan bertingkah sangat posesif pada gadis itu.
"Jadi gadis itu Benar-benar adalah calon istrimu, Arsen? kau tidak perlu marah hanya karena kakek sedikit menyentuhnya. kakek hanya ingin melihat bagaimana reaksinya." ucap Leofric.
"Yang kakek lakukan hanya akan menakutinya." ucapnya.
"Ah, ternyata cucuku ini sangat posesif ya." ucapnya terkekeh.
__ADS_1
Wajah Daviena memerah saat Arsenio mendekap nya, aroma pria itu dapat dirasakan di penciuman nya. entah kenapa, Daviena merasa nyaman saat menghirup aroma sang Casanova.