Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 34


__ADS_3

Arsenio terbatuk karena tersedak makan malamnya, mafia itu cukup terkejut. ternyata Daviena bisa memasak makan malam seenak itu. "Kau, bisa memasak?" tanya Arsenio.


"Iya, aku bisa memasak. kenapa? apa kau tak menyukai masakanku?" tanya Daviena.


"Masakan mu lebih enak dari buatan ibumu, dan para maid, aku Benar-benar tidak menyangka kau pintar memasak." ucapnya.


"Itu bukan sesuatu yang sulit, lagi pula memasak adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap wanita kan." Daviena tersenyum.


Rona merah muncul di kedua pipi Arsenio. senyuman gadis itu Benar-benar terlihat sangat manis "Tuan Arsen, pipimu sedikit memerah." ucap Daviena.


Arsenio langsung memalingkan wajahnya, Dia tidak mau Daviena sampai melihat wajah tersipu nya "Apa kau sudah makan malam?" tanya Arsenio.


"Iya, aku sudah makan malam bersama ibu." jawabnya.


"Baguslah, lain kali jangan menungguku. lebih baik kau tidur di kamarmu sekarang, ini sudah larut malam." ucapnya.


"Baiklah, selamat malam tuan Arsen." Daviena pergi ke kamarnya meninggalkan Arsenio di ruang makan.


Setibanya di dalam kamar, gadis itu langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya. perlahan Dia memejamkan kedua matanya, dan tertidur.


...****************...


Daviena menatap bosan acara di televisi, ini adalah hari sabtu. sekolahnya libur di hari sabtu, dan minggu. jadi Dia tidak memiliki kegiatan apapun. Arsenio sudah berangkat ke perusahaan nya sejak tadi pagi. "Hahh, apa yang akan ku lakukan hari ini ya. semuanya terasa sangat membosankan." Tiba-tiba gadis itu mendapatkan sebuah ide.


"Lebih baik aku mengantarkan makan siang untuk tuan Arsen," ucapnya. Dia mulai menghubungi nomor ponselnya Arsenio.


"Halo... Daviena, ada apa kau menghubungi ku." ucap Arsenio.


"Maaf, apa aku mengganggumu?" ucap Daviena.


"Katakan, kenapa kau menghubungi ku?" ucapnya.

__ADS_1


"Begini tuan Arsen, apa tuan mau dibuatkan sesuatu yang enak untuk makan siang? jika tidak mau, tidak Apa-apa." ucap Daviena.


"Kau ingin membuatkan ku makan siang?... kalau begitu buatlah sesuatu yang enak untuk ku, setelah selesai kau datang saja ke perusahaan ku. minta salah satu bawahan ku untuk mengantarkan mu." ucapnya.


panggilan pun berakhir, Daviena berjalan ke arah dapur, Dia akan membuat sesuatu yang enak untuk mafia itu.


Arsenio tersenyum setelah panggilan tersebut berakhir. Joseph yang melihatnya hanya terheran. tidak biasanya Bos sekaligus sahabatnya itu menunjukkan senyuman nya, biasanya Dia hanya akan menunjukkan ekspresi dingin atau tidak berekspresi sedikit pun.


"Tuan Arsen, kenapa anda tersenyum? apa yang menghubungi anda tadi adalah, Daviena?" tanya Joseph.


"Kau tidak perlu tahu, urusi saja semua pekerjaan mu itu Joseph." ucapnya.


"Padahal saya adalah teman anda, tetapi anda selalu bersikap dingin pada saya. sebenarnya anda mengganggap saya teman atau tidak?" tanya Joseph kesal.


"Kau adalah tangan kananku, sekaligus pesuruh ku Joseph."


Joseph menghela nafas nya, kenapa Dia bisa berteman dengan seorang pria dingin dan egois seperti Arsenio. dan sialnya lagi, sekarang Arsenio menganggapnya sebagai pesuruh nya. Joseph itu bukanlah pelayan atau babu nya.


Mereka sudah lama mengabdi dan setia pada keluarga mafia itu, keluarga Vincent sudah banyak berjasa pada keluarganya Joseph. itu sebabnya ayah dan kakek Joseph setia pada keluarga Vincent, mereka bahkan sudah bersumpah akan terus mengabdi dan setia pada keluarga Vincent. dan itu akan terus berlangsung dari generasi ke generasi selanjutnya.


...****************...


Saat ini Daviena tengah dalam perjalanan ke perusahaannya Arsenio, Dia diantar oleh salah satu bawahan mafia itu. gadis itu berharap Arsenio menyukai makan siang buatannya. setibanya di tempat tujuan, Daviena segera memasuki gedung perusahaan itu. Di dalam banyak sekali para karyawan yang tengah sibuk bekerja, seorang wanita datang dan menghampiri nya.


"Apa, ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya wanita itu ramah.


"Apa anda tahu di mana letak ruangan tuan Arsen?"


"Ada keperluan apa, nona Dengan tuan Arsen? apa nona sudah membuat janji pertemuan?" wanita itu kembali bertanya.


"Iya, sebelumnya saya sudah menghubungi nya. dan Dia meminta saya untuk langsung datang ke perusahaannya." ucap Daviena.

__ADS_1


"Kalau begitu mari, saya antar anda ke ruangan tuan Arsen." ucap wanita itu.


Wanita itu menuntun Daviena, beberapa karyawan wanita yang melihatnya merasa tidak suka dengan gadis itu. bahkan tak sedikit dari mereka yang membicarakan Daviena. Daviena dan wanita itu memasuki sebuah lift, karena ruangan Arsenio berada di lantai paling atas gedung perusahaan itu.


"Nah, ini Dia ruangannya tuan Arsen. kalau begitu saya permisi, karena saya masih memiliki banyak pekerjaan."


"Terimakasih sudah mengantarkan saya," ucapnya.


Wanita itupun pergi meninggalkan Daviena, gadis itu mengetuk pintu ruangan tersebut. pintu itu terbuka dan memperlihatkan Joseph, pria itu menyuruh Daviena untuk segera masuk. Joseph kembali menutup pintu tersebut.


Di dalam ruangan itu, terlihat Arsenio yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya. Daviena menatap sekeliling ruangan itu, ruangan Arsenio didominasi warna hitam "Sepertinya Dia sangat menyukai warna hitam," batinnya.


"Daviena," panggil Arsenio. Dia menghentikan sejenak pekerjaan nya.


Daviena yang merasa terpanggil pun menoleh, Dia lalu mendekat ke arah pria itu. gadis manis itu menunjukkan paperbag berisi makan siang buatannya. "Ini, aku sudah membuatkan nya untuk mu... oh iya, Joseph ini untuk mu juga." Daviena mengambil salah satu bekal makan siangnya di dalam paperbag itu dan memberikan ny pada Joseph.


Joseph hanya menatap bekal tersebut, kemudian pandangannya mengarah pada Arsenio. mafia itu tengah menatapnya tajam, sorot matanya seperti mengatakan "Itu adalah makan siang ku". Daviena memang menyiapkan bekal tersebut bukan hanya untuk Arsenio saja, tetapi Dia juga membuatnya untuk Joseph.


"Tidak perlu, aku bisa makan siang di luar. sebaiknya kau berikan saja untuk tuan Arsenio, karena tuan Arsenio suka sekali makan." ucapnya tersenyum.


"Tuan Arsen suka makan?... apa itu benar?" Daviena menatap ke arah Arsenio.


Yang ditatap hanya mengerutkan Alisnya, kenapa Joseph berkata bahwa Dia suka makan. "Tsk, ya. aku suka makan, satu bekal makan siang saja mana mungkin cukup untuk ku," ucapnya.


"Baiklah kalau begitu kau boleh menghabiskan semuanya," Daviena kembali mengeluarkan bekal makan siangnya. kini ada dua bekal makanan di atas meja Arsenio, gadis itu juga membawa minuman berupa jus jeruk.


Arsenio membuka salah satu bekal makanan itu, aroma masakan mulai tercium di hidungnya "Ini masih hangat, lebih baik ku makan saja sekarang sebelum dingin," ucapnya yang Tiba-tiba merasa lapar.


"Tapi tuan Arsen, ini belum waktunya jam istirahat." ucap Joseph.


"Aku adalah Bos nya, jadi tidak ada siapapun yang akan melarang ku makan di jam kerja." ucapnya.

__ADS_1


Joseph menghela nafasnya, kenapa Bos nya itu menjadi tidak disiplin hanya karena mencium aroma makanan buatan Daviena.


__ADS_2