Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 17


__ADS_3

Daviena Benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada ibunya, tidak mungkin Dia mengatakan yang sebenarnya. "Ibu, aku... " sebelum Daviena dapat menyelesaikan Kata-katanya, Arsenio sudah lebih dulu memotongnya. "Aku yang memberikan kalung itu padanya, bukankah Daviena terlihat cantik mengenakan kalung itu." ucapnya yang Tiba-tiba saja datang entah dari mana.


"Tapi, bukankah itu kalung hewan, tuan Arsen?"


"Iya, itu memang kalung hewan. aku sengaja memberikannya pada Daviena, karena Dia begitu istimewa." tersenyum, dibalik senyumannya itu Daviena dapat melihat jika pria itu sedang menyeringai. "Dia, Benar-benar pandai bersandiwara." batinnya.


Reyana hanya bisa tersenyum paksa, ini pertama kalinya Dia melihat sesuatu yang menurutnya sedikit aneh "Bu Reyana, tak masalahkan jika Daviena mengenakan kalung itu." ucapnya.


"Ternyata anda orang yang cukup unik ya, tuan Arsen. saya tidak masalah Daviena mengenakan kalung pemberian anda," ucap Reyana, suara wanita itu terdengar sangat lembut.


Daviena bernafas lega, karena Arsenio telah membantunya menjawab pertanyaan sang ibu. padahal Dia Benar-benar sangat gugup menjawab pertanyaan ibunya. Reyana kembali mengerjakan tugasnya, Dia pergi meninggalkan Daviena bersama Arsenio. "Berterimakasih lah padaku, karena aku telah membantumu terbebas dari masalahmu." ucapnya.


"Ini salahmu sendiri yang telah memakaikan kalung ini padaku," ucapnya ketus.


"Perbaiki nada bicara mu itu, Benar-benar sangat tidak enak didengar."


"Aku tidak peduli, jika bukan karena mu. aku tidak akan mungkin mendapatkan banyak masalah," ucapnya.


"Kau menyalahkan ku? aku bahkan tidak tahu di mana letak kesalahan ku padamu."


"Tuan Arsen, selain mes*m... ternyata anda adalah pria yang sangat menyebalkan," menatap datar.


"Aku tidak menyebalkan, justru aku memiliki pesona yang kuat. wanita manapun akan jatuh hati setelah merasakan bagian bawah ku ini." menyeringai mes*m.

__ADS_1


Daviena Benar-benar ingin muntah saat Casanova itu mengusap bagian bawahnya yang terhalang celananya. "Hentikan, kau Benar-benar begitu memalukan tuan Arsen. kau sangat tidak sopan, menunjukkan sesuatu yang Benar-benar tidak senonoh." ucapnya kesal.


"Bukankah kau sangat menikmatinya, saat aku menggagahi mu dengan hentakan yang begitu kuat, kau bahkan mengeluarkan Suara-suara yang begitu erotis, Daviena." ucapnya menggoda Daviena.


"Katakan saja, bahwa kau begitu menikmati kegiatan panas yang kita lakukan bersama." tersenyum mengejek.


Daviena sepertinya harus memiliki kesabaran yang besar dalam menghadapi tingkah pria mafia itu, Dia Benar-benar tidak menyangka Arsenio akan bertingkah semes*m itu. "Berapa banyak wanita yang sudah digagahi nya, hingga membuatnya bertingkah semes*m ini. Dia Benar-benar seorang Casanova penggila s*x." batinnya.


"Tuan Arsenio yang terhormat, mengapa Anda begitu menyukai hubungan seperti ini. bercinta dengan seorang wanita, pasti banyak wanita di luar sana yang sudah anda gagahi." menatap datar Arsenio.


"Yang kau katakan itu memang benar. namun, biasanya aku menghabisi wanita yang sudah ku gagahi." menyeringai.


"Anda pasti sudah Benar-benar gila, mengapa anda melakukan hal sekeji itu?"


"Tapi tetap saja, menghabisi wanita setelah kau gagahi itu Benar-benar tindakan yang sangat keji."


"Sebaiknya tutup mulutmu itu Daviena, jangan mengatakan apapun yang bahkan tidak kau mengerti. kau itu gadis yang masih terlalu polos dan lugu, jadi sebaiknya kau nikmati saja hidupmu yang sekarang. sebelum aku merasa bosan dengan mu. dan mungkin kau akan bernasib sama seperti mereka."


"Jika kau menghabisiku, apa kau juga akan menghabisi ibuku?" tanya gadis itu.


"Ya, tentu saja aku akan menghabisi ibumu. untuk apa aku mempertahankan wanita itu di mansion ku."


Daviena tersentak, sekarang Dia juga memikirkan bagaimana nasib ibunya ke depannya. haruskah Dia mencari cara kabur dari mansion itu lagi, tetapi penjagaan di sekitar mansion bertambah semakin ketat sejak terakhir kali Dia kabur.

__ADS_1


"Daviena, selama kau patuh dan menurut pada perintahku. aku tidak akan bersikap kasar padamu ataupun ibumu. sebaliknya, jika kau melawan ku. maka aku akan memberitahukan semuanya pada ibumu." ucapnya.


"Dia Benar-benar memperlakukan ku seperti budak." batinnya.


...****************...


Sore harinya, Arsenio pergi ke suatu tempat setelah mendapatkan pesan dari sekretaris nya Joseph. anak buahnya berhasil menangkap Orang-orang di balik penyerangan di mansion utamanya. setibanya di tempat tujuan, mafia itu langsung keluar dari mobilnya dan berjalan ke sebuah gudang tua yang terlihat terbengkalai, di dalam gudang tersebut sudah ada Joseph beserta beberapa anak buahnya.


"Jadi kalian yang berani Bermain-main denganku," ucapnya dengan nada yang datar. tiga orang pria bertubuh gemuk diikat di sebuah kursi dengan mulut yang ditutupi oleh lakban.


"Apa kalian tahu sedang Bermain-main dengan siapa!, berani sekali kalian menyerang mansion utama ku. aku Benar-benar akan memberikan pelajaran yang setimpal untuk kalian, jadi bersiaplah mendapatkan siksaan yang luar biasa." ucapnya menyeringai.


para pria gemuk itu terlihat begitu panik saat sang psikopat mendekati mereka. tampak mereka ingin berteriak seolah mengatakan pada Arsenio untuk jangan mendekat, namun sayangnya mulut mereka terhalang oleh lakbat yang membuat mereka kesulitan berteriak, mereka hanya mengeluarkan Suara-suara yang terdengar tidak jelas.


"Melihat kalian tidak berdaya seperti ini Benar-benar membuat insting liarku Menggebu-gebu ingin segera menghabisi kalian," tersenyum menyeramkan.


Arsenio memandangi satu persatu tubuh mereka "Ck, tubuh kalian gemuk seperti seekor babi. Benar-benar sangat menjijikkan." psikopat itu menyuruh Joseph mengambilkan nya sebuah katana, Arsenio akan memulai penyiksaan nya terhadap para hama yang berani menyerang mansion utamanya.


"Tuan Arsen, ini katana yang Anda minta." Joseph memberikan katana itu pada Bos nya. katana yang dipegangnya saat ini adalah katana kesayangan nya, itu pemberian kakeknya saat Dia masih kecil.


Kakek Arsenio juga seorang Ketua mafia, Dulu pada masanya. Dia adalah orang yang paling ditakuti dan disegani, sudah banyak kejahatan yang dilakukannya. dan tidak ada satupun polisi yang dapat menangkapnya. Dia bahkan menurunkan kedudukannya sebagai seorang Ketua mafia pada anak dan cucunya. pria itu ingin kelompok mafia nya tetap ada walaupun dirinya sudah pensiun, itu sebabnya Dia menurunkan nya pada anak dan cucunya.


"Bagian tubuh mana yang harus ku potong ya?" Arsenio mengeluarkan katana nya dari sarungnya. katana itu tampak begitu tajam, bagian ujung katana nya Dia gunakan untuk menyentuh wajah para korbannya. "Bagaimana jika ujung katana ini sampai menggores pipimu, itu pasti akan Benar-benar sangat menyakitkan," ucapnya tersenyum mengejek. Para pria gendut itu menggeleng kuat saat menyadari ada kematian di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2