
Arsenio merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya, kepalanya sedikit pusing karena memikirkan hal itu. begitu pun dengan Daviena, gadis itu merasa khawatir jika kebohongan mereka akan diketahui oleh kedua orang tuanya Arsenio. Dia akan Benar-benar merasa sangat bersalah karena telah membohongi sepasang suami-istri itu.
"Tuan Arsen, aku Benar-benar merasa buruk karena telah membohongi kedua orang tuamu. apalagi setelah mereka menunjukkan sikap baik, dan peduli mereka padaku. itu membuatku bertambah semakin bersalah." ucap Daviena.
"Hahh, seharusnya aku tidak melibatkan mu dalam masalahku. tetapi, ibu dan ayah ku sungguh menyukaimu. mengatakan yang sejujurnya pada mereka mungkin akan menyakiti hati, dan perasaan mereka." ucap Arsenio.
"Setelah ini, apa yang harus kita lakukan?" tanya Daviena.
"Entahlah." jawabnya.
...****************...
Daviena sedang menyiapkan makan malam, Dia membuat porsi makanan yang cukup banyak. karena kedua orang tua Arsenio, dan ibunya akan makan malam bersama mereka. aroma masakan tercium hingga ke ruang tamu, tempat dimana ketiga orang itu tengah berbincang-bincang.
"Aromanya enak sekali." Emira menghampiri aroma tersebut.
Di atas meja makan, sudah tersaji beberapa hidangan makan malam, Emira mencicipi sedikit hidangan itu. "Ini Benar-benar terasa sangat enak... Daviena, apa kau sendiri yang membuatnya?" tanya Emira pada gadis itu.
"Iya, aku yang membuatnya."
"Ini Benar-benar terasa sangat enak. ternyata kau sangat pandai memasak ya." ucapnya memuji.
"Wah, kau Benar-benar menantu idaman." ucap Javier.
"Ibu, dan ayah tidak perlu memujiku. aku sudah terbiasa menyiapkan makanan untuk Arsen." ucapnya.
"Wah, jadi kau yang selama ini menyiapkan makanan untuk Arsen? Arsen Benar-benar sangat beruntung memiliki mu." ucap Emira tersenyum.
Tak lama kemudian Arsenio datang ke ruang makan, Dia juga mencium aroma masakannya Daviena. Javier menyenggol lengan kiri putranya.
"Kau sangat beruntung memiliki Daviena, apa setiap hari Daviena yang membuatkan mu makanan?" tanya Javier.
"Ya, memangnya kenapa?" kini Arsenio yang bertanya.
__ADS_1
"Ayah Benar-benar tidak menyangka, putra ayah ini bisa mendapatkan calon istri yang Benar-benar sempurna." ucapnya.
"Jangan terlalu memujinya, nanti Dia bisa besar kepala." ucap Arsen.
Mendengar hal itu membuat Daviena menggembungkan pipinya kesal, Arsenio menatap gadis itu dengan datar. namun di dalam batinnya, Dia terkekeh melihat ekspresi gadis itu yang terlihat sangat lucu di matanya.
"Kau sepertinya tidak suka aku mendapatkan pujian dari ayah, dan ibumu." ucap Daviena.
"Ya, aku sangat tidak suka. karena aku tidak mau kau mendapatkan semua perhatian ayah, dan ibuku. aku ini adalah putra mereka, yang seharusnya diperhatikan adalah aku, bukan kau." ucapnya.
Daviena menundukkan kepalanya, ucapan Arsenio sedikit kasar. tetapi itu benar, Dia tidak pantas mendapatkan pujian apalagi perhatian dari Javier, maupun Emira. karena Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka, gadis itu dan ibunya hanya orang asing di keluarga Vincent.
"Daviena, kau kenapa?" tanya Emira.
Wanita cantik itu menyadari ekspresi murung calon menantunya, perkataan Arsenio sepertinya sedikit melukai perasaan nya.
Tak mau Berlama-lama larut dalam kesedihan Daviena segera menyelesaikan acara memasaknya. kini semua hidangan makan malam sudah tersaji di atas meja makan.
"Reyana, Daviena kenapa kalian tidak duduk?" tanya Emira.
"Kami di sini saja, kami tidak mau mengganggu acara makan malam kalian." ucap Reyana.
"Apa maksud kalian?, kalian itu adalah bagian dari keluarga kami sekarang. lagi pula Daviena adalah kekasihnya Arsen," ucap Javier.
"Maaf, sepertinya kami tidak pantas makan malam bersama kalian. karena kami hanya orang rendahan." ucap Daviena.
Gadis itu meremas ujung bajunya, kepalanya menunduk tak berani menatap keluarga itu. Reyana sedari tadi sudah menyadari jika saat ini putrinya tengah merasa sedih.
"Kenapa kau berkata seperti itu, kau itu adalah calon menantu kami Daviena. kami tak peduli status mu ataupun kastamu. kau itu adalah gadis yang baik, dan kau pantas menjadi menantu dari keluarga Vincent." ucap Javier.
Arsenio menghela nafasnya, Dia baru menyadari jika ucapan nya tadi ternyata telah melukai hati gadis itu. seharusnya Dia biarkan saja Daviena mendapatkan perhatian kedua orang tuanya, lagi pula Dia sama sekali tak membutuhkan perhatian Ayah, dan ibunya.
"Apa perkataan ku tadi, sedikit menyinggung mu?" tanya Arsenio.
__ADS_1
Tak ada respon apapun yang diberikan Daviena, gadis itu masih menundukkan kepalanya.
"Daviena, maafkan aku. seharusnya aku tidak berkata seperti itu." Arsenio bangun dari kursinya, lalu menghampiri Daviena.
Pria itu langsung mendekap tubuh gadis itu, dan mengecupi wajahnya. kedua mata mereka saling bertemu. Arsenio terpesona melihat keindahan mata Daviena. tanpa sadar kedua pipinya memerah. sesaat pikiran nya berkata untuk mencium gadis itu, tetapi Dia langsung menggelengkan kepalanya.
"A-ada apa?" tanya Daviena, kedua pipinya juga sedikit memerah.
"T-tidak ada Apa-apa." ucap Arsenio.
Javier, dan istrinya menyeringai. sepasang suami-istri itu mengabadikan momen itu di kamera ponsel mereka, memotret dan merekam video. sedangkan Reyana merasa terkejut melihat perlakuan Arsenio pada putrinya.
"Ini akan menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan." ucap Emira.
"Ah, sepertinya aku harus memberitahu ayah. bahwa cucu kesayangan nya telah memiliki calon pendamping hidup." ucap Javier.
Arsenio mengerutkan alisnya, Dia merasa kesal karena kedua orang tuanya bersikap terlalu berlebihan. apalagi sekarang ayahnya berencana memberitahukan hal ini pada kakeknya. ini akan menjadi masalah yang cukup besar.
"Jangan beritahukan hal ini pada kakek, ayah." ucapnya kesal.
"Ah, sayang sekali Arsen. ayah sudah mengirimkan foto, dan video kalian pada kakekmu." ucapnya tersenyum tanpa dosa.
Arsenio merutuki dirinya sendiri, seharusnya Dia tidak bertingkah seperti itu saat kedua orang tuanya ada di sini. jika kakeknya mengetahui hubungan palsunya dengan Daviena, Dia pasti akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar. dan yang lebih buruknya, kakeknya mungkin akan menikahkan nya dengan wanita lain secara paksa.
Selama ini kakeknya Arsenio, membebaskan cucu kesayangannya untuk melakukan apapun sesuka hatinya. dengan syarat, bahwa Dia harus menikah dengan wanita manapun yang menjadi pilihan nya.
Tidak seperti Javier dan Emira, kakeknya Arsenio membiarkan cucunya sendiri mencari pasangan hidupnya yang akan mendampingi nya seumur hidup. perjodohan yang dilakukan Javier dan istrinya hanya akan memperburuk keadaan Arsenio. karena yang dibutuhkan mafia itu adalah seorang wanita yang bisa mencintai nya dengan tulus.
Tetapi, jika Arsenio Bermain-main dengan hubungan asmaranya. maka kakeknya pasti akan langsung bertindak, karena keluarga Vincent juga masih membutuhkan keturunan.
"Ck, seharusnya ayah tak mengirimkan foto, dan video itu. jika kakek sampai datang ke sini, entah apa yang akan terjadi." ucapnya frustasi.
"Kenapa kau merasa gelisah, harusnya kau merasa senang jika kakekmu sampai datang ke sini. lagi pula sudah lama kau tidak bertemu dengan nya, selain itu tidak akan terjadi sesuatu yang buruk. kakekmu mungkin hanya akan menikahkan mu dengan Daviena secepatnya." ucap Javier.
__ADS_1