
Akhirnya ibu Daviena memutuskan untuk ikut bersama Joseph, saat di dalam mobil wanita itu terus menatap Arsenio. Arsenio yang menyadarinya pun hanya melirik nya dari ujung ekor matanya "Namamu adalah ElvarettaTrisha Reyana kan?" tanya Arsenio.
"Anda, siapa? bagaimana anda bisa mengetahui nama saya?" tanya wanita yang bernama Reyana.
"Saya Arsenio, apa anda tahu kenapa saya membeli anda dari rumah bordil itu," ucapnya. Reyana menggeleng, Dia tidak tahu kenapa pria yang lebih muda darinya itu membelinya. yang wanita itu inginkan hanyalah bisa keluar dari rumah bordil itu. "Apa anda mengenal gadis yang bernama Adaline Daviena Valerie?" tanya Arsenio. Reyana terkejut, ternyata pemuda di sampingnya ini mengenal putrinya.
"A-anda mengenal putri saya?" tanya wanita itu.
"Ya, saya mengenalnya. Dia adalah gadis yang saya beli dari rumah bordil itu." ujarnya.
"Lalu, di mana Dia sekarang?, Apa putri saya Baik-baik saja?" terlihat raut wajah khawatir dari wanita paruh baya itu.
"Dia Baik-baik saja," jawabnya.
Wanita itu bernafas lega, ternyata putri kecilnya Baik-baik saja. "Terimakasih karena anda sudah mengeluarkannya dari tempat itu, saya sungguh merasa sangat khawatir padanya... apa, saya bisa bertemu dengan nya?"
"Tentu, anda bisa bertemu dengan nya."
Selain mencari tahu tentang Daviena, mafia itu juga mencari tahu tentang latar belakang keluarga gadis itu. setibanya di mansion, Arsenio segera menunjukkan kamar Daviena pada Reyana. ketika pintu kamar tersebut dibuka, terlihatlah seorang gadis cantik yang tengah tertidur pulas. Reyana meneteskan Air matanya, Dia bahagia bisa melihat dan bertemu dengan putrinya lagi. "Anda bisa berbicara padanya besok, sebaiknya anda beristirahat." ucapnya, Arsenio menyuruh para maid mengantarkan wanita itu ke kamar tamu "Saya Benar-benar berterimakasih pada anda, saya tidak tahu harus membalas kebaikan anda dengan apa." ucapnya.
"Sudahlah, sebaiknya anda beristirahat sekarang. saya tahu anda lelah." ujarnya.
Reyana memasuki kamar tamu itu, Arsenio menyeringai. dengan ini Dia bisa menahan gadis itu di mansion nya, setelah ini Daviena tak akan mungkin kabur lagi "Dengan ini kau tidak akan mungkin kabur lagi dari mansion ku, Daviena." batinnya.
...****************...
Pagi hari Daviena terbangun dari tidurnya, gadis manis itu meregangkan tubuhnya. ketika matanya menelisik kamarnya, Dia menemukan Arsenio tengah menatapnya di sebuah sofa di sisi samping tempat tidurnya. "Sudah bangun? bagaimana tidur mu, apa nyenyak?" tanya Arsenio.
"Sejak kapan kau ada di sana, tuan Arsen?"
__ADS_1
"Dari semalam," jawabnya.
"Apa tuan, tidak tidur di kamar tuan? kenapa malah tidur di sofa?"
"Kau tidak perlu menanyakan hal yang tidak penting seperti itu, lebih baik kau mandi. setelah itu kita sarapan." ucapnya, Arsenio mendekati Daviena "Aku yang akan memandikanmu."
Daviena terkejut, tanpa sadar wajahnya memerah "T-tidak perlu, aku bisa mandi sendiri. lebih baik anda menunggu di ruang makan." ucapnya.
"Tidak ada penolakan," Arsenio segera menggendong tubuh Daviena Bridal style, lalu membawanya ke kamar mandi. pria itu mendudukkan Daviena di sebuah Bathtub, Dia juga mencoba melepaskan pakaian yang melekat di tubuh si gadis. "Tuan, aku bisa melakukannya sendiri. anda bisa menunggu di luar." ucapnya.
"Sudahlah, kau diam saja. biarkan aku yang memandikan mu."
"Tuan Arsen, aku masih bisa menggunakan kedua tanganku. jadi aku mohon padamu, tolong biarkan aku mandi sendiri." ucapnya.
"Tidak, jangan keras kepala. biarkan aku yang memandikan mu, lagi pula aku sudah pernah melihat seluruh tubuhmu." menyeringai.
Wajah gadis itu bertambah semakin merah, pada akhirnya Arsenio lah yang memandikan Daviena. gadis itu hanya diam saat dimandikan, setelah mandi. Arsenio kembali menggendong gadis itu ke tempat tidur, Dia membuka perban yang melilit kedua kaki Daviena.
"Bukankah, kau tidak mau membantuku. lalu kenapa kau membicarakan hal ini?"
"Aku berubah pikiran. tetapi, itupun jika kau mau menuruti semua Kata-kataku. bagaimana?"
"Apakah aku harus menuruti semua Kata-katanya." batinnya. Daviena berpikir sejenak, Dia sedang memikirkan sebuah keputusan.
"Baiklah, aku menuruti semua Kata-katamu jika kau dapat mengeluarkan ibuku dari tempat itu," ucapnya.
Arsenio menyeringai, kali ini Dia pasti akan berhasil menjinakkan peliharaan nya. pria itu juga membantu Daviena mengenakan pakaian. sebenarnya Daviena merasa malu, namun Arsenio begitu keras kepala. sepertinya Dia memang sengaja membantu Daviena mengenakan pakaian agar mafia itu bisa melihat lekuk tubuh gadis itu.
...****************...
__ADS_1
Arsenio menggendong Daviena ke ruang makan, Dia mendudukkan gadis itu di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengannya. "Makanlah," ucapnya singkat.
"Tuan, kapan kau akan mengeluarkan ibuku dari tempat itu?" tanya Daviena, namun Arsenio tak menggubris pertanyaan gadis itu. saat ini, dirinya tengah menikmati sarapannya.
"Tuan Arsen," panggil Daviena yang merasa terabaikan.
"Panggil aku master Daviena, kau lupa. aku ini adalah majikanmu." ucapnya.
"Tapi, aku bukan peliharaan mu." ucapnya.
"Apa kau sudah lupa, aku akan mengeluarkan ibumu dari sana jika kau mau menuruti semua Kata-kataku, mengerti."
Daviena menggembungkan pipinya, Dia menyantap sarapannya dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal, Arsenio tersenyum tipis melihat peliharaan manisnya yang sepertinya sedang merajuk.
Dia bangkit dari duduknya lalu pergi entah ke mana, Daviena tampak tak peduli. beberapa saat kemudian Arsenio kembali bersama seorang wanita, "Daviena, coba lihat siapa wanita ini?"
Daviena masih terlihat kesal, Dia bahkan tak menoleh ke arah Arsenio sedikit pun. tetapi, suara wanita itu berhasil membuatnya terkejut. "Daviena," panggil wanita itu yang tak lain adalah Reyana.
"I-ibu, itu kau... " menatap tak percaya.
"Iya, ini ibu Daviena." Reyana tersenyum hangat melihat putrinya. Daviena bangkit dari kursinya dan hendak berjalan ke arah ibunya, namun luka di kakinya membuatnya tak sanggup melangkah lebih jauh lagi. Reyana menghampiri putrinya, wanita itu baru menyadari jika kedua kaki Daviena telah diperban.
"Apa yang terjadi pada kedua kakimu, Daviena?" tanya Reyana penuh khawatir.
"I-itu... hanya terluka terkena serpihan kaca, ibu." ucapnya bohong, Daviena tidak mau ibunya sampai tahu jika kedua kakinya telah disayat oleh mafia itu. karena jika sampai ibunya tahu, wanita itu pasti juga akan tahu jika putrinya sudah tidak suci lagi.
"Kau Benar-benar sangat ceroboh, lain kali berhati-hati lah." ucapnya.
"Baik, ibu." tersenyum, Daviena Benar-benar merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan ibunya lagi, wanita yang telah melahirkan nya ke dunia.
__ADS_1
"ibu, apa kau sudah tahu jika ayah menikahi wanita lain?" tanya Daviena.
"Iya, ibu sudah mengetahuinya. ibu Benar-benar tidak menyangka, selama ini ayahmu telah menduakan ibu. padahal ibu tak pernah mengkhianatinya." ucapnya sedih.