Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 37


__ADS_3

Di ruang tamu, Emira sudah menyajikan berbagai macam camilan untuk calon menantunya. Arsenio, dan Daviena duduk bersebrangan dengan Emira, dan Javier "Silahkan kalian nikmati, ibu harap kau menyukai cemilannya, Daviena." ucap Emira.


"Terimakasih, ibu." ucapnya pelan, wajah Daviena sedikit merona karena memanggil Emira dengan sebutan ibu.


"Kyaaa, lihatlah suamiku Dia memanggilku dengan sebutan ibu, sepertinya Daviena memang Benar-benar cocok menjadi menantu kita." ucapnya merasa senang.


"Sayang, kau terlalu berlebihan." ucap Javier menggelengkan kepalanya melihat sikap sang istri.


Arsenio menghela nafasnya, jika sampai mereka tahu bahwa Daviena dan dirinya sedang Berpura-pura menjadi sepasang kekasih. maka orang tuanya pasti akan menghukumnya, dan yang lebih buruknya lagi Dia Benar-benar akan dihapus dari daftar anggota keluarga Vincent.


Emira memulai percakapan ringan dengan calon menantunya, sedangkan Arsenio, dan ayahnya membicarakan tentang bisnis perusahaan. kedua pria itu memilih membicarakan bisnis di ruang kerjanya Jevier, biarlah kedua wanita itu menghabiskan waktu bersama.


"Daviena, ibu merasa sangat senang karena kau mau menjadi kekasihnya Arsen, selama ini Arsen selalu saja sendirian. yang Dia pikirkan hanya Bermain-main dengan wanita, namun itu hanya berlaku untuk satu malam saja." ucap Emira.


"Ibu, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Daviena.


"Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan?"


"Sudah berapa lama Dia menjadi seorang psikopat? maaf jika pertanyaannya ku ini sedikit menyinggung mu." ucap Daviena.


"Arsen sudah menunjukkan Tanda-tanda perilaku psikopat nya sejak Dia kecil, di usianya saat itu harusnya Dia bermain bersama teman sebaya nya. namun yang Dia lakukan justru berbeda dari kebanyakan anak seusianya. Arsen suka menyiksa Hewan-hewan yang tak berdosa, selain itu Dia tertarik dengan senjata, dan pembunuhan. yang lebih mengejutkan nya lagi Dia menyukai aroma darah." ucapnya menjelaskan.


Daviena sekarang mengerti kenapa perilaku Arsenio sering Berubah-ubah. cara pandang seorang psikopat tentu berbeda dari cara pandang orang biasa pada umumnya "Apa itu alasan nya Dia hanya memperlakukan wanita sebagai alat pemuas nafsu?" tanya Daviena sekali lagi.


"Sebagai seorang psikopat, Dia hanya menyukai senjata tajam, darah, dan pembunuhan. namun itu bukan berarti Dia tertarik pada wanita, setiap psikopat memiliki ketertarikan yang berbeda. alasan Arsen sangat membenci wanita adalah karena masa lalunya, Dia memiliki masa lalu yang cukup buruk. jika kau ingin mengetahui tentang masa lalunya, sebaiknya kau bertanya langsung padanya." ucap Emira.


"Seburuk apa masa lalunya hingga membuatnya sangat membenci kaum wanita." batin Daviena.


...****************...

__ADS_1


Arsenio terus memperhatikan Daviena yang terlihat sedang melamun, saat ini mereka tengah berada di pinggir kolam renang. gadis itu tampak sedang memikirkan sesuatu, namun apa yang tengah dipikirkannya? itu membuat Arsenio menjadi sedikit bingung padanya.


Lamunan Daviena buyar saat Arsenio dengan sengaja menciptakan Air kolam ke arah wajah nya "Berhentilah melamun, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Arsenio yang sedikit penasaran.


"Aku tidak memikirkan apapun." ucapnya bohong.


"Bohong, kau pasti tengah memikirkan sesuatu. katakan padaku apa yang sedang kau pikirkan? apa ibuku mengatakan sesuatu hingga membuatmu terus memikirkan nya?" tanya Arsenio penuh selidik.


"Tidak, sudahlah... lagi pula itu bukan sesuatu yang penting," ucap Daviena.


Mana mungkin Dia mengatakannya pada Arsenio bahwa Dia sedang memikirkan tentang masa lalu mafia itu, bertanya pun tidak akan ada gunanya. karena Arsenio tidak akan mungkin mau memberitahu gadis itu tentang masa lalunya, Daviena tak ada hubungannya dengan masa lalunya. jadi untuk apa memberitahu gadis itu tentang masa lalunya.


Arsenio merasa bahwa gadis itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya, Dia mendorong tubuh Daviena hingga membuat gadis itu jatuh terlentang, kemudian pria itu mengukungnya.


"Jadi kau tidak mau memberitahuku?" ucapnya. wajah Arsenio terlihat sangat dekat, Daviena memalingkan wajahnya agar mata mereka tidak saling bertemu. namun mafia itu Tiba-tiba saja mencengkram kedua pipi Daviena hingga membuat gadis itu tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kenapa kau sangat ingin tahu, apa yang tengah ku pikirkan?" ucapnya.


"Karena aku adalah tuanmu sekaligus pemilik mu, jadi aku harus mengetahui apa saja yang berada di dalam pikirkan mu itu... ingatlah Daviena, kau itu adalah peliharaan ku. seorang peliharaan tak boleh menyembunyikan apapun dari tuannya." ucapnya menyeringai.


Daviena terdiam, Arsenio masih saja menganggapnya sebagai peliharaan. apa mafia itu tak sedikit pun memiliki rasa belas kasih terhadap gadis malang itu.


"Kau selalu saja mengatakan bahwa aku adalah peliharan mu, hanya karena kau memiliki kekuasaan dan harta kekayaan yang melimpah, bukan berarti kau dapat memperlakukan ku sesuka hatimu." ucapnya.


Cengkaram di kedua pipi gadis itu semakin menguat


"Kau berani melawan Kata-kataku." ucapnya datar.


"Ughh, L-lepaskan aku." ucapnya meminta dilepaskan. Arsenio terlihat marah, Daviena telah membuat suasana hatinya memburuk.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau memberitahuku apa yang sedang kau pikirkan." ucapnya.


"B-baiklah aku akan memberitahu mu,"


Arsenio melonggarkan sedikit cengkraman nya, "Sebenarnya, aku tengah memikirkan tentang masa lalumu. aku ingin tahu bagaimana kehidupan masa lalumu itu." ucap Daviena.


"Kenapa kau Tiba-tiba tertarik dengan kehidupan masa laluku?, masa laluku itu sangat membosankan dan tidak menarik."


"Tetapi, masa lalumu adalah awal kau menjadi seperti ini kan. itu sebabnya aku begitu penasaran." ucapnya.


"Tunggu, bagaimana kau tahu kalau masa laluku adalah awal aku menjadi yang sekarang ini. siapa yang telah memberitahu mu tentang hal semacam itu."


"Ibumu yang telah memberitahuku, Dia bercerita sedikit mengenai dirimu." capnya pelan.


"Ck, kenapa Dia memberitahu mu tentang hal itu?" tanya Arsenio.


"Karena aku yang bertanya padanya." ucap Daviena.


Arsenio kembali mengeratkan cengkraman nya pada kedua pipi Daviena, gadis itu meringis kesakitan merasakan cengkraman mafia itu yang semakin menguat. "Kau tidak perlu mengetahui Apa-apa tentang diriku, jadi jangan mencari tahu ataupun bertanya tentang masa laluku, apa kau mengerti." menatap tajam Daviena.


"K-kenapa?"


"karena aku tak suka ada orang lain yang mencari tahu tentang kehidupan pribadiku apalagi masa laluku,"


"B-baiklah," ucap Daviena. Arsenio melepaskan cengkraman nya, Dia kemudian pergi meninggalkan gadis itu.


"Kenapa Dia sangat marah saat aku membahas tentang masa lalunya, memangnya seburuk apa masa lalunya tuan Arsen." ucapnya.


Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang, tak ada satupun di antara mereka yang mau mengeluarkan sepatah kata pun. Arsenio, dan Daviena diam seribu bahasa. Daviena kembali menatap ke arah luar jendela mobil, sedangkan Arsenio fokus ke arah jalan di depannya.

__ADS_1


__ADS_2