Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 53


__ADS_3

Arsenio menatap datar kakeknya, Dia lalu mendengus kesal. kenapa kakek nya berkata seperti itu padanya, padahal kakeknya sangat mengenal dirinya. bahwa Dia itu sangat anti menjalin hubungan khusus dengan seorang wanita.


Javier, dan istrinya terkekeh melihat wajah masam putra mereka. sedangkan Reyana hanya tersenyum, Dia masih tidak menyangka putrinya secepatnya akan segera menikah dengan seorang pria terhormat seperti Arsenio.


...****************...


Malam harinya Arsenio mendatangi kamar Daviena, gadis itu tengah melamun di atas tempat tidur nya menatap Langit-langit kamarnya. Dia bahkan tak sadar kalau pria itu memasuki kamarnya, Arsenio mendekatinya dan langsung mengukungnya. Daviena terkejut, wajahnya langsung memerah.


"Apa yang tengah kau lamun kan?" tanya Arsenio.


"T-tuan Arsen, aku... "


Belum selesai gadis itu menyelesaikan Kata-katanya, pria itu sudah lebih dulu membungkam mulut gadis itu dengan sebuah ciuman. Daviena terdiam, masih memproses apa yang sedang terjadi. Arsenio menggigit bibir bawah gadis itu dan memasukkan lidahnya ke dalam.


"Eumpphh... "


Daviena Menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha memutus ciuman tersebut. namun bukannya terputus, Arsenio malah memperdalam ciuman nya itu. membuat Daviena kewalahan. Dia memukul dada Arsenio pertanda bahwa Dia hampir kehabisan nafas. Arsenio yang paham pun segera melepaskan ciuman tersebut.


"Hahh... hahh.... " Daviena Terengah-engah.


"Mengapa kau mencium ku secara Tiba-tiba!" ucapnya kesal.


"Kau terlihat melamun, jadi aku harus membuyarkan lamunan mu itu dengan ciuman ku." ucapnya menyeringai.


"Tapi tak seharusnya kau mencium ku seperti itu, kau sangat mengejutkan ku." ucapnya.


Arsenio terkekeh, Dia merebahkan tubuhnya di sebelah Daviena. gadis itu membelakangi nya karena merasa sedikit malu. perlahan tangan besar Arsenio menariknya ke dalam sebuah pelukan.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Arsenio.


Wajah Daviena semakin memerah saat pria itu merengkuh tubuhnya ke dalam sebuah pelukan, jantung gadis itu berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. entah apa yang membuatnya merasa sangat gugup saat berdekatan dengan mafia itu.


"T-tidak ada yang kupikirkan." ucap Daviena.


"Hmm, benarkah? tetapi raut wajahmu seperti mengatakan bahwa kau sedang memikirkan sesuatu." ucap Arsenio.

__ADS_1


"I-itu... "


Arsenio menaikan sebelah alisnya merasa heran pada Daviena. "Katakan saja yang sejujurnya padaku, aku tahu kau tengah memikirkan sesuatu." ucap Arsenio.


"A-aku hanya memikirkan tentang sekolah." ucapnya pelan.


"Kau tak perlu mengkhawatirkan tentang sekolah, setelah menikah dan menjadi istriku. yang perlu kau lakukan hanya melayaniku saja." menggoda Daviena.


Gadis manis itu hanya bisa menghela nafasnya, Dia Benar-benar tak menginginkan pernikahan itu. Arsenio menikahinya hanya karena paksaan dan bukannya karena cinta. pernikahan tanpa ada nya cinta tidak akan bertahan lama.


"Tuan Arsen, sampai kapan anda di sini?, malam sudah sangat larut dan anda juga harus segera tidur. sebaiknya tuan pergi ke kamar anda." ucapnya.


"Aku ingin tidur bersamamu." ucap Arsenio


Daviena menolaknya dengan tegas, Dia takut ibunya akan kembali mencurigai nya bila Dia tidur bersama pria itu. Arsenio tampak nya tak peduli, Dia tak beranjak sedikit pun dari kamar Daviena.


"Tuan Arsen, jangan mempersulit ku. kembalilah ke kamar anda. jika sampai ibuku mengetahui anda berada di kamar ku, Dia pasti akan kembali mencurigai ku." ucapnya.


"Tidak, kau harus tidur bersamaku, tidak ada penolakan." ucapnya mutlak.


Entah Kenapa Akhir-akhir ini Dia sering kali merasakan perasaan yang aneh saat bersama pria itu, perasaan itu begitu nyaman. hatinya selalu berdebar saat Arsenio mendekatinya, dan tersenyum padanya.


Dia selalu Bertanya-tanya, perasaan apa itu? memikirkan hal itu terkadang membuat Daviena merasa sedikit pusing, tadi saja Dia memikirkan tentang pernikahan nya dengan Arsenio.


Pria berparas tampan itu memeluk si gadis mungil dalam tidur nya, tak lama kemudian Daviena juga ikut tertidur.


Pagi harinya Daviena terbangun dan merasakan sesuatu yang basah menyentuh telinganya. ketika Dia membuka matanya, Dia dikejutkan dengan serangan Arsenio yang secara Tiba-tiba. pria itu menjilati bagian telinganya, membuat Daviena merasa kegelian.


Selain jilatan, Dia juga memberikan gigitan pada telinga gadis itu. Daviena yang merasa situasinya tak aman pun segera mendorong tubuh pria itu untuk menjauhinya, tetapi percuma saja. karena Arsenio bahkan tak bergeming sedikit pun.


"T-tuan Arsen, hentikan!" ucapnya.


Arsenio terkekeh, sepertinya Dia telah membangunkan gadis kecil itu. bukannya berhenti, Arsenio malah memberikan nya ciuman Berkali-kali di wajah Daviena. Dia merasa gemas melihat gadis itu terbangun dari tidur nyenyak nya.


"Kau sangat lucu, saat sedang kesal." ucapnya.

__ADS_1


Wajah Daviena memerah, padahal ini masih pagi hari. tapi pria itu sudah memberikannya sebuah godaan yang terdengar cukup manis.


"Wajahmu memerah, apa kau malu?" tanya pria itu dengan senyuman tipis nya.


"T-tidak, sebaiknya anda mandi dan Bersiap-siap, bukankah anda harus pergi bekerja. selain itu aku juga harus sekolah." ucap Daviena.


"Kau tidak akan sekolah lagi," ucap Arsenio.


"Apa!, kenapa?" tanya Daviena.


"Karena sebentar lagi kita akan menikah, kau sudah tak membutuhkan sekolah lagi. yang perlu kau lakukan hanya belajar menjadi seorang istri yang dapat memuaskan suami mu, karena kau kurang berpengalaman." Arsenio menyeringai.


"M-maksud mu?" Daviena menatap tak percaya.


"Sekali-kali jadilah sedikit dominan Daviena, aku akan lebih tergoda jika kau menjadi sedikit lebih dominan. selama ini kau sering membantah ku saat berhubungan intim, tapi kali ini cobalah menjadi dominan dengan cara melakukan sesuatu di luar perkiraan mu... contohnya, kau menginginkan hubungan intim lebih dulu." ucapnya menggoda Daviena.


"Itu sama saja aku seperti wanita murahan di luar sana!" ucapnya tak terima.


"Ya, itu benar sekali. dan aku sangat menyukai wanita yang sudah berpengalaman." ucap Arsenio.


Daviena sudah menebak hal seperti ini pasti akan segera terjadi, sebab Arsenio hanya menganggapnya sebagai budak pemuas nafsu. sekalipun jika Dia menjadi istri dari mafia itu, Arsenio tetap tidak akan menganggap hubungan tersebut dengan serius.


Saat di meja makan, gadis itu hanya menunduk lesu, percakapan tadi membuatnya tidak bersemangat. Daviena bahkan hanya menatap sarapannya tanpa ada niatan memakannya.


"Daviena, kenapa kau tidak makan?" tanya Emira yang menyadari gadis itu hanya diam.


"Aku hanya sedang tidak nafsu makan." jawabnya, memberikan senyuman pada wanita cantik itu.


"Apa kau sakit, sayang?" tanya Reyana yang mulai khawatir.


Daviena hanya menggelengkan kepalanya, Dia kemudian meminta izin untuk kembali ke kamarnya. Arsenio hanya menatapnya heran. "Arsen, apa kau melakukan sesuatu pada Daviena?" tanya Javier.


"Aku tidak melakukan apapun padanya, dan juga. kenapa ayah Tiba-tiba menuduhku!" ucapnya kesal.


"Ayah hanya bertanya saja, dan tidak bermaksud menuduhmu. Lagi pula yang paling dekat dengan Daviena itu adalah kau, jadi mungkin saja Dia bertingkah seperti itu karena mu." ujar Javier.

__ADS_1


__ADS_2