Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 28


__ADS_3

Sesaat Louis terdiam, Dia masih sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh guru tersebut. namun kemudian Dia menatap datar sang guru "Aku tidak peduli gadis ini adalah salah satu anggota keluarga Vincent atau bukan. yang jelas ini adalah urusan kami, kau sebaiknya jangan campur. pergilah, sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk padamu." menatap tajam sang guru.


Guru itu tersentak, tatapan Louis Benar-benar begitu menusuk "Tapi Louis... " belum menyelesaikan Kata-katanya Louis sudah lebih dulu memotongnya.


"Kubilang pergi! apa pendengaran mu itu tuli sehingga kau tidak mendengar Kata-kataku." ucapnya marah.


Walaupun Dia adalah seorang guru, tetap saja jika berhadapan dengan seorang anak dari keluarga Xavier nyalinya akan menciut. sebab, seluruh anggota keluarga Xavier terkenal dengan kekejamannya. keluarga tersebut memiliki hubungan yang cukup baik dengan keluarga Vincent.


"Louis, jika kau terus bersikap seperti ini pada gadis itu. maka hubungan baik keluargamu dan keluarga Vincent perlahan akan memburuk," ucapnya mengingatkan.


"Ck, kau Benar-benar guru yang mengesalkan. bukankah sudah ku katakan padamu untuk tidak mencampuri urusanku!" marah.


Sang guru akhirnya memilih untuk pergi, biarlah anak itu yang terkena masalah karena sudah mengganggu salah satu anggota keluarga Vincent. "Tidak ku sangka, ternyata kau adalah salah satu anggota keluarga Vincent. sedikit aneh karena aku tidak pernah mendengar kalau keluarga Vincent ternyata memiliki seorang putri, yang ku tahu mereka hanyalah memiliki seorang anak tunggal bernama Vincent Adonis Arsenio." ucapnya.


Daviena hanya diam, saat ini Dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Louis. jika Dia mengatakan sesuatu yang salah, mungkin Louis akan mengetahui jika dirinya bukanlah bagian dari keluarga Vincent. "Sebaiknya kau berhenti mengganggu ku, atau aku akan memberitahu kakak ku." ucapnya memperingati.


"Aku tidak peduli, bila keluarga Vincent dan Xavier bertengkar karena masalah ini." ucap Louis.


Daviena sedikit tersentak, apa Laki-laki itu sudah gila. Dia sama sekali tidak peduli dengan hubungan baik antara kedua keluarga tersebut. bagaimana jika sampai terjadi pertengkaran yang akan menghancurkan hubungan baik antara kedua keluarga tersebut, Daviena pasti yang akan disalahkan, dan Dia mungkin akan mendapatkan hukuman dari pria itu, Arsenio.


"Louis, jangan membuat keluarga Xavier dan Vincent bertengkar karena masalah sepele seperti ini." ucapnya.


"Memang nya kenapa?, apa kau takut terkena masalah." menyeringai.


"Ya, aku takut terkena masalah. kakak ku adalah orang yang kejam, jika Dia tahu bahwa aku yang telah menyebabkan masalah antara keluarga Xavier dan keluarga Vincent. Dia pasti akan menghukum ku." lirihnya. Daviena tampak sedih.

__ADS_1


Louis yang awalnya bersikap kasar kini tampak kasihan pada gadis itu, sebenarnya Louis bukanlah tipe orang yang memiliki kepedulian pada orang lain, tetapi melihat Daviena murung itu membuatnya menjadi tidak tega.


"Haishh, baiklah untuk kali ini aku akan melepaskan mu. tetapi lain kali aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja. sekarang pergi lah, sebelum aku berubah pikiran." ucapnya. Louis memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Terimakasih," Daviena segera pergi dari sana. Louis menatap punggung gadis itu yang perlahan mulai menjauh.


"Hahh, bodohnya aku. kenapa aku membiarkan nya pergi begitu saja." gumamnya.


...****************...


Arsenio menunggu Daviena di dekat gerbang sekolah, Dia sengaja meluangkan waktunya untuk menjemput gadis itu. lagi pula mafia itu harus memberikan hukuman untuk peliharaan nya karena sudah tidak mendengarkan Kata-kata nya. bel pulang sekolah pun berbunyi, para murid mulai berhamburan keluar dari sekolah.


Para gadis yang berjalan melewati gerbang sekolah menatap kagum Arsenio yang tengah bersandar di sisi kiri mobilnya, kedua matanya mencari sosok Daviena. "Ck, di mana Dia. kenapa belum keluar juga. " ucapnya kesal, Dia Benar-benar sudah tidak sabar ingin menghukum peliharaan nya.


Saat ini, Daviena sedang terkena masalah. gadis itu tengah berurusan dengan seorang gadis berambut pirang yang bernama Bianca. Bianca mengajak kedua temannya untuk memberikan gadis itu pelajaran karena sudah berdekatan dengan kekasihnya, Louis.


"Kekasih? aku bahkan tak tahu siapa kekasihmu." ucap Daviena.


"Louis adalah kekasihku," ucapnya.


"Jadi Dia adalah kekasihmu? aku tidak mendekatinya, Dia lah yang mendekatiku lebih dulu. padahal aku mencoba untuk menghindarinya." ucap Daviena yang merasa tidak terima atas tuduhan tersebut.


"Jangan berbohong!, akui saja bahwa kau memang berniat untuk mendekati Louis!" Bianca Benar-benar terlihat marah.


"Aku tidak akan pernah mau mengakui tuduhan yang tidak pernah ku lakukan!" Daviena mulai terpancing amarah, Dia kesal karena gadis berambut pirang itu terus menuduhnya.

__ADS_1


"Bianca, percuma saja kau memintanya untuk mengakui perbuatan nya. karena Dia sama sekali tidak akan mau mengatakan yang sebenarnya." ucap salah satu teman Bianca.


"Itu benar, sebaiknya kita memberikan pelajaran yang setimpal untuk nya." ucap teman Bianca menyeringai.


Daviena merasa dirinya tidak aman, ketiga gadis itu menatapnya dengan tatapan yang tajam. pikirannya berkata bahwa Dia harus melarikan diri dari ketiga gadis itu. perlahan tubuhnya mundur, gadis itu berbalik dan berlari cepat di lorong sekolah yang terlihat sepi. walau terasa menyakitkan Daviena tetap melangkahkan kedua kakinya untuk menghindari ketiga gadis itu.


"Hey, jangan lari!" ucap Bianca, Dia dan kedua temannya mengejar Daviena.


"Ughh, kedua telapak kakiku sangat sakit. tapi aku harus berusaha menghindari kejaran mereka bertiga. " batinnya.


Gadis itu keluar dari sekolah, tampak sekolah sudah terlihat cukup sepi. hanya ada beberapa murid saja yang masih berada di sekitar sekolah tersebut. Arsenio yang tengah menatap layar ponsel nya pun kini teralihkan ketika mendengar beberapa suara gadis yang mungkin sedang bertengkar.


Kedua matanya menangkap sosok Daviena yang tengah berlari menghindari tiga orang gadis yang mengejarnya, ekspresi gadis itu terlihat sangat panik. mafia itu segera menghampiri nya untuk membantu gadis tersebut.


"Tuan Arsen," batinnya merasa senang ketika Arsenio datang menghampiri nya, tanpa berkata apapun Daviena segera memeluk pria mafia itu. kemudian Dia bersembunyi di belakang tubuh sang mafia.


Ketiga gadis yang mengejarnya tadi merasa sangat terkejut saat melihat kehadiran seorang CEO yang terkenal dari berbagai negara di Asia maupun Eropa.


"D-dia kan, tuan Vincent Adonis Arsenio. sedang apa Dia di sini." ucap salah satu teman Bianca.


"Kyaaa... Dia tampan sekali." ucapnya.


Arsenio menatap Daviena yang terlihat masih gelisah karena ketiga gadis tersebut, perlahan mafia itu mengusap kepala Daviena untuk menenangkan nya. "Kenapa kalian mengejar adik saya?" tanya Arsenio.


"A-adik?, gadis itu adalah adik anda tuan Arsenio?" tanya Bianca tak percaya.

__ADS_1


"Vincent Daviena Valerie, Dia adalah Satu-satunya adik perempuan saya." ucapnya.


Mereka terbelalak kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh seorang pewaris tunggal perusahaan Vincent Corporation. CEO yang terkenal dingin dan tidak berperasaan itu ternyata memiliki seorang adik perempuan.


__ADS_2