Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova

Penghangat Ranjang Tuan Mafia Casanova
BAB 35


__ADS_3

Arsenio begitu menikmati bekal makan siangnya, Dia makan dengan begitu lahap. Joseph yang melihatnya hanya bisa menunjukkan senyum paksa nya. biasanya Bos nya tidak seperti itu, tetapi jika berada di dekat Daviena terkadang Arsenio bertingkah sedikit berbeda, apa mungkin Daviena lah penyebab perubahan sikap Arsenio.


Tetapi bukankah mafia itu hanya menganggap gadis itu sebagai mainannya. selain itu Arsenio sangat membenci seorang wanita, jadi mana mungkin Dia tertarik pada Daviena.


"Kalau begitu, saya pamit pulang. tuan Arsen," ucap Daviena.


"Tetaplah di sini, temani aku bekerja. selain itu, apakah kau bisa memijat kedua bahuku?, bahuku sedikit lelah karena Berjam-jam mengerjakan semua berkas dan dokumen ini."


"Baiklah," Daviena mendekati Arsenio. Dia memijat kedua bahu mafia itu, sedangkan Arsenio kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Ketika jam istirahat tiba, para karyawan perusahaan itu berhamburan keluar untuk membeli makan siang, ada juga karyawan yang lebih memilih makan siang di kantin perusahaan. Daviena tertidur setelah memijat kedua bahu Arsenio.


Dia tertidur di sebuah ruangan khusus, itu adalah tempat peristirahatan Arsenio saat Dia merasa lelah, ruangan tersebut tampak seperti kamar. fasilitas nya juga terbilang cukup lengkap.


Arsenio sesekali masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat Daviena, gadis itu Benar-benar tertidur sangat pulas. tangan kanannya menyentuh dan mengusap kepala Daviena, usapan lembut tersebut membuat gadis mungil itu merasa sangat nyaman.


Gadis manis itu memegangi tangan Arsenio yang mengusap bagian kepalanya, Arsenio yang melihatnya merasa sangat gemas. jika saja Daviena sedang tidak tertidur, Dia pasti akan langsung menggigit pipi gadis itu.


Mafia itu kemudian keluar dari ruangan itu, di dalam ruang kerjanya masih ada Joseph yang sibuk mengerjakan tugasnya padahal ini sudah waktunya bagi para karyawan untuk beristirahat.


"Joseph, carikan sesuatu yang manis. aku ingin memberikan nya pada Daviena," ucap Arsenio. Joseph menghentikan pekerjaannya.


"Ku dengar, ada toko kue yang baru saja resmi dibuka, kuenya juga terlihat sangat enak. bagaimana menurut mu, tuan Arsen?" tanya Joseph.


"Itu ide yang bagus, cepat belikan kue rasa strawberry vanilla sekarang juga." ucapnya.


"Baiklah tuan Arsen." Joseph bangkit dari kursinya dan pergi keluar untuk membeli kue yang diinginkan oleh atasan nya.


...****************...

__ADS_1


Sekitar lima belas menit kemudian Joseph kembali ke ruangan nya Arsenio, Dia membawa paperbag berisi kue rasa strawberry vanilla "Ini Dia, tuan Arsen," ucap Joseph memberikan paperbag tersebut, pria itu juga membeli kue untuk dirinya sendiri.


Arsenio kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, Dia akan membangunkan Daviena. namun saat masuk ke dalam ruangan itu, si gadis mungil ternyata sudah bangun lebih dulu.


"Bagaimana tidur mu, apa begitu nyenyak?" tanya Arsenio.


"Terimakasih sudah mengizinkan ku beristirahat di sini." ucap Daviena. Arsenio menyodorkan paperbag tadi pada Daviena, dan menyuruh gadis itu untuk membukanya.


"Kue strawberry vanilla? apa ini untuk ku?" menatap Arsenio.


"Iya, itu untuk mu makanlah." ucapnya.


Daviena merasa heran, tidak biasanya Arsenio bersikap begitu baik padanya. gadis itu menyantap kue tersebut, Arsenio hanya memperhatikan nya. Daviena makan dengan begitu lahap, sepertinya gadis itu Benar-benar menyukai kue pemberian sang mafia.


Noda cream kue menempel di sudut bibir si gadis, Arsenio lantas segera menghapusnya dengan ibu jarinya, mata mereka saling bertemu. gejolak aneh seperti mulai muncul di dalam tubuh Arsenio, sang mafia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Kedua pipi Daviena bahkan memerah, sesaat ada kecanggungan di antara mereka. sampai akhirnya suara ketukan pintu membuat Arsenio beranjak dari tempatnya berada. Dia membuka pintu tersebut, dan terlihatlah Joseph membawa setumpuk berkas dan dokumen penting perusahaan.


Mafia itu segera kembali ke kursinya untuk melanjutkannya pekerjaan nya.


...****************...


Daviena kini sudah kembali ke mansion, gadis itu cukup senang karena Arsenio menyukai makan siang buatannya "Daviena, bagaimana? apa tuan Arsenio menyukai makan siang buatan mu?" tanya Reyana ketika melihat sang putri memasuki mansion.


"Iya, tuan Arsen menyukai nya. Dia bahkan menyuruhku untuk membuatkannya makan malam." menunjukkan senyumannya.


"Syukurlah, Dia menyukainya."


"Kalau begitu, aku ke kamar dulu ya ibu." ucap Daviena, gadis itu langsung pergi ke kamarnya. Reyana kembali mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Di dalam kamar, Daviena merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, kedua pandangannya mengarah ke Langit-langit kamar. "Aku begitu penasaran, kenapa tuan Arsen begitu tidak menyukai seorang wanita. Dia bahkan menjadi anti wanita." gumamnya.


Sore harinya, Daviena membuat kan makan malam untuk Arsenio. sesekali ibunya membantunya agar cepat selesai, selama ini Reyana lah yang mengajarinya memasak.


"Kuharap Dia menyukai makan malam ini." batinnya merasa senang, Dia ingin sekali menyajikan makanan itu langsung untuk Arsenio.


Ketika malam tiba, Arsenio kembali ke mansion-nya tepat waktu, sepertinya Dia berhasil mengerjakan semua tugasnya dengan cepat. "Selamat datang." ucap para maid menyambut kepulangan sang tuan rumah.


Mafia itu mencium aroma masakan yang begitu menggodanya, Dia berjalan ke arah ruang makan dengan perut yang terasa sangat lapar. di atas meja makan tersaji beberapa hidangan makan malam yang begitu menggoda, hidangan tersebut membangkitkan selera makannya.


"Apa kau yang membuat semua ini?" tanya Arsenio.


" Iya, ibuku ikut membantuku memasak." ucap Daviena.


Arsenio mulai mengambil satu persatu hidangan yang tersaji di atas meja makan, lalu setelah nya Dia menyantap makan malam itu. Daviena duduk bersebrangan dengan nya, gadis itu bisa melihat dengan jelas bahwa pria Mafia itu sangat menyukai masakan nya.


"Bagaimana? apa rasanya enak?" tanya Daviena.


"Rasanya sangat enak, kau sangat pintar memasak ya." ucap Arsenio sedikit memuji.


"Ibuku yang mengajariku memasak, Dia berkata bahwa setiap Wanita harus pandai memasak." ucap Daviena.


"Ibumu ternyata dapat mendidik putrinya dengan sangat baik," ucap Arsenio.


Setelah makan malam, Arsenio kembali ke kamarnya. Dia menanggalkan semua pakaian formalnya, lalu pergi ke kamar mandi. di dalam kamar mandi, Air dingin mengguyur seluruh tubuhnya. Tiba-tiba Dia jadi memikirkan tentang wanita itu. mantan kekasihnya, Gretha.


"Ck, kenapa Dia harus kembali ke negara ini. aku Benar-benar sudah muak melihat wajahnya." ucapnya.


Arsenio sangat membenci wanita itu, karena Gretha dulu pernah mengkhianati nya. wanita itu berselingkuh dengan musuh bebuyutan nya, Dillon. Arsenio tidak akan mungkin bisa melupakan semua perbuatan menjijikkan Gretha, dan sampai kapanpun Dia tidak akan pernah memaafkan wanita itu. jangankan kembali bersamanya, melihatnya saja sudah membuat Arsenio merasa sangat jijik.

__ADS_1


Masa lalu itu adalah awal dari perubahan sikap Arsenio yang sekarang ini, dulunya Dia tidak terlalu kejam ataupun sadis. tetapi itu berubah sejak wanita yang dicintainya telah mematahkan hatinya, Dia bersumpah akan membenci dan membunuh setiap wanita yang berani mendekatinya. itu sebabnya Arsenio selalu menghabisi wanita yang sudah digagahi nya, kebanyakan dari Wanita-wanita itu mendekatinya Karena tertarik dengan pesonanya.


__ADS_2