
Chapter 11🌹.
Di depan kamar 122 dia berhenti sejenak, dia menatap ke arah pintu kamar tersebut, kemudian dia memejamkan matanya sembari menarik nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun langsung membuka pintu kamar tersebut, saat dia membuka pintu tersebut terlihat pakaian berserakan di mana-mana, dia lalu melangkah mendekati tempat tidur itu.
Sonia sontak terkejut, dia melihat suaminya sedang bercumbu rayu dengan seorang wanita yang tidak dikenal oleh Sonia.
Bayu tidak melihat kehadiran sang istri, namun wanita yang menemani Bayu itupun mengetahui kehadiran seorang wanita yang tiba-tiba berada di dalam kamar itu.
Wanita itu pun langsung mendorong kuat tubuh Bayu, membuat Bayu terkejut, karena melihat kehadiran sang istri di dalam kamar itu
" Sonia! sejak kapan kamu berdiri di situ sayang?"
Namun Sonia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya itu, dia menatap lekat ke arah suaminya, kemudian dia menatap lekat juga ke arah wanita yang sudah memberikan kehangatan yang terlarang pada suaminya itu.
Wanita itu pun langsung menarik selimut yang ada di atas tempat tidur itu sembari berucap.
__ADS_1
" Maafkan Aku, Aku dihubungi oleh suamimu dan Aku juga dibayar sama suamimu itu."
" Ini bukan salah kamu, tapi karena suamiku tidak puas dengan satu wanita sampai dia melupakan istrinya sendiri yang sudah setia menemani dia selama ini, Aku cukup mengenal siapa Suamiku itu, laki-laki yang sudah kamu beri kehangatan terlarang tersebut!" ucapnya sembari menatap tajam ke arah sang suami, Bayu hanya diam dan duduk di bibir ranjang dengan berbalut kan selimut yang tidak jauh berada di dekatnya itu.
" Maafkan Aku, tolong jangan sakiti Aku, karena aku tidak tahu kalau laki-laki itu adalah suamimu, aku tidak bertanya yang terpenting aku hanya menjalankan tugasku pada pelangganku saja." ucapnya sembari mengambil pakaian yang berserakan di lantai kamar tersebut, saat dia hendak meninggalkan mereka berdua dan menuju ke kamar mandi hendak mengenakan kembali pakaiannya dia pun langsung ditahan oleh Sonia dengan menangkap salah satu tangannya tersebut sembari berucap dengan wajahnya masih menatap tajam ke arah sang suami.
" Ini saranku padamu! cari laki-laki yang mencintai kamu apa adanya yang dapat menerima kamu kekurangan dan kelebihan kamu dan tidak memilih pria seperti suamiku itu yang tidak pernah memandang bagaimana istrinya mempertahankan biduk rumah tangganya selama ini yang selalu saja disakiti dengan tabiat dia yang sudah kelewat batas!!" ucapnya sembari memberikan beberapa lembar uang pada wanita tersebut dan wanita itu pun mengambil uang pemberian dari Sonia dan dia pun langsung meninggalkan mereka berdua memasuki kamar mandi setelah dia selesai berpakaian dia pun langsung keluar dari kamar tersebut dengan tergesa-gesa, Sonia hanya mensedekapkan tangannya di dada sembari menatap lekat ke arah sang suami yang sedang duduk di bibir ranjang kamar tersebut.
Setelah kepergian wanita itu, Bayu pun kemudian mengambil pakaiannya Dan mengenakannya, Dia mendekati Sonia yang sedang berdiri dekat jendela dia meraih tangan Sonia, namun Sonia menepiskan tangannya tersebut, berkali-kali Sonia menepiskannya berkali-kali juga Bayu meraih tangan istrinya itu.
Sonia hanya menghela nafasnya saja dengan panjang dan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
" Sudah berapa kali kamu meminta maaf padaku, berkali-kali juga kamu mengulanginya, ini bukan pertama kalinya Bayu, berapa kali kau melakukan ini terhadapku, sekali dua kali aku bisa memaafkanmu, tapi ini sudah berkali-kali kamu membuat kesalahan, namun kamu tidak pernah berhenti dan tidak pernah menyadari, kamu tidak berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk kamu itu, sudah cukup 5 tahun ini aku merasakan kasih sayang yang selalu engkau bagi pada wanita-wanita yang haus akan uang dari kamu." ucap Sonia sembari menatap ke arah suaminya tersebut.
" Maafkan aku Sonia, tolong maafkan aku, aku akan berubah, aku berjanji padamu, aku akan berubah karena aku berbuat seperti ini aku ingin memiliki seorang anak darimu, namun kamu selalu sibuk dengan teman-teman kamu yang ada di luar sana, saat kamu pulang ke rumah kamu merasa kelelahan dan capek, sedangkan selama 5 tahun ini kamu tidak memperhatikan aku sama sekali, aku lelah dan capek juga selalu ditanya oleh kedua orang tuaku, kapan aku memberikan mereka seorang cucu, namun kamu tidak pernah mendengarkan ucapanku, aku memang mempunyai kebiasaan buruk namun di saat kamu menikah denganku Aku mulai menghilangkan kebiasaan itu, Tapi sayangnya kebiasaan itu datang kembali padaku karena semua ini adalah ulahmu yang tidak ingin memiliki anak sementara waktu." ucap Bayu, sontak saja Sonia terkejut dengan ucapan Bayu itu.
__ADS_1
Bayu memang laki-laki yang tidak puas dengan satu perempuan, namun di sisi lain sebenarnya Bayu sangat mencintai Sonia.
Sonia memang mengatakan kepada Bayu kalau dia sementara waktu itu menunda ingin memiliki seorang keturunan, awalnya Bayu memang mengiyakan tapi lama-kelamaan Bayu merasa jenuh, ditambah lagi dia didesak oleh kedua orang tuanya agar segera memberikan cucu yang banyak untuk kedua orang tuanya tersebut.
" Terserah padamu! tapi saat ini aku tidak mau berbaik denganmu!! sementara waktu aku tidak ingin tinggal bersamamu.!!"
" Memangnya kamu mau ke mana.?"
" Aku akan menemui kedua orang tuaku dan tinggal bersama mereka!" ucapnya sembari meninggalkan Bayu yang berada di ruangan tersebut, Bayu hanya menghela nafasnya dengan panjang kemudian dia pun mengusap rambutnya dengan kasar dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuk tersebut.
Sonia kemudian melajukan mobilnya menuju ke sebuah pantai yang ada di kota itu, dia pun kemudian keluar dari mobil tersebut dan bersandar di ujung mobil pribadinya itu, sembari mensedekapkan tangannya di dada menatap jauh ke laut lepas dengan semilir angin malam yang dingin membuat dia merasa sejuk, karena beberapa menit yang lalu dia merasakan panas yang tidak terhingga.
Dia terdiam dan membiarkan kedua bola matanya meneteskan air bening dan jatuh begitu saja dan dia pun terbayang-bayang suaminya yang sudah beberapa kali bersama dengan wanita selain dirinya.
" Jika saat itu aku memilih Arga mungkin hidupku akan bahagia dan selalu tersenyum dan tidak akan pernah meneteskan air mata seperti ini dan aku pun tidak akan pernah terluka hati ini berkali-kali aku memaafkannya berkali-kali juga dia mengulang kesalahan yang sama, Arga tidak pernah membuat kesalahan sedikitpun bahkan dia tidak pernah menyakitiku walaupun sebenarnya aku yang salah, ia selalu mengalah Arga adalah laki-laki yang terbaik yang pernah aku kenal, aku sangat mencintai Arga, Aku ingin kembali pada Arga." ucapnya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan membiarkan bahunya terguncang, dia menangis seorang diri dengan kencangnya dan tidak ada yang mendengarnya hanya ombak pesisir pantai yang terdengar menutupi tangisnya tersebut.
__ADS_1