Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 56


__ADS_3

Chapter 56🌹


Saat pelayan itu menyajikan makanan di atas meja dan pelayan itu pun melangkah menuju ke arah Vie dan entah apa yang terjadi pesanan sop asparagus yang masih terlihat hangat itupun begitu saja tumpah ke arah Vie


Vie terkejut begitu juga dengan Arga dia langsung mengajak Vie berdiri.


" Aww! panas Mbak,ada apa dengan mu Mbak?"


" Kenapa kamu bisa menumpahkan makanan ke pakaian calon istri saya?" tanya Arga.


" Maafkan saya pak, saya tidak sengaja." ucapnya, terlihat senyum kemenangan dari Sonia, Bayu pun menatap ke arah Sonia sembari bergumam karena melihat senyum Sonia yang penuh arti itu.

__ADS_1


" Ini pasti ulah Sonia, Astaga! kenapa Sonia bisa sampai berbuat seperti ini? Aku tidak menyangka kalau dia masih mengharapkan Arga, Aku harus bagaimana lagi ini,menyadarian Sonia kalau aku sudah berubah dan ingin menjadikan rumah tangga kami ini sebagai kebahagiaan yang tidak terkira." Bayu menghela nafasnya dengan pelan.


" Maaf Pak Arga, mungkin jamuan makan malam ini tidak mengenakan bagi pak Arga dan calon istri Pak Arga." ucap pak Reza.


Om Drajat pun tersenyum dia merasa senang melihat Vie mendapatkan rasa malunya di hadapan klien calon suaminya tersebut, melihat itu pun Rio langsung berdiri dan menyentuh tangan Vie, biar aku bawa kebelakang, Arga pun tersentak,dia langsung menatap kearah Rio, dan melepaskan tangan Rio dari tangan Vie dan dia pun langsung mendekati Rio.


" Apa maksud Anda berbicara seperti itu, ada hubungan apa anda dengan calon istri saya, Keluarga? kakak? atau teman? padahal kalian baru bertemu di sini, saya adalah calon suaminya, jadi saya berhak untuk membawa calon istri saya ke belakang bukan Anda! jaga batasan-batasan Anda!" ucapnya sembari memegang tangan Vie dan dia pun langsung menangkupkan kedua tangannya ke arah pimpinan Prima grup.


Bayu pun kemudian berdiri dari duduknya dan membawa Sonia, karena mereka gagal untuk makan malam bersama, Bayu pun langsung berpamitan dengan pimpinan Prima grup tersebut, dia langsung menarik pelan sang istri, Sonia pun merasa tidak nyaman dengan suaminya yang menarik tangannya begitu saja, sesampainya di depan restoran tersebut, mereka berdua pun menuju ke arah mobilnya kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil namun Bayu tidak langsung menghidupkan mesin mobilnya tersebut.


Bayu menatap ke arah sang istri.

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan, sehingga calon istrinya Arga ketumpahan makanan seperti itu."


Sonia menatap sang suami.


" Kamu ini apaan sih, kamu menuduh aku ya, menyuruh pelayan itu menumpahkan makanan ke bajunya wanita itu, kamu ini suami macam apa sih, Kenapa bisa menuduh istri kamu seperti itu? mana ada buktinya kalau aku berbuat seperti itu."


" Sonia, kamu tidak bisa bohong denganku, sejak dulu Aku sudah mengetahui kebohongan kamu yang ingin selalu bertemu dengan Arga, apapun dan berbagai cara kamu lakukan agar bisa kamu menemui Arga dan kamu juga berkunjung ke Apartemen Arga dan meninggalkan Syak yang di pernah diberikan Arga padamu, serta membuat luka bohongan di tangan kamu seolah-olah aku yang memukuli kamu."


Mendengar ucapan sang suami Sonia pun langsung terkejut dia menatap ke arah Bayu.


Sonia memang sengaja inginencelakai dan membuat malu Vie didepan mereka, rekan bisnis Arga, dengan membayar pelayan resto yang memang membutuhkan uang yang ditawarkan Sonia padanya awalnya pelan resto itu menolak namun, karena bujuk dan rayu Sonia diapun akhirnya luluh juga dan menerima perintah Sonia, Sonia menginginkan Arga membenci Vie tapi sayangnya semua rencana yang dilakukan Sonia tidak membuahkan hasil, Arga semakin perhatian pada Vie, membuat sedikit kesal dihati Sonia.

__ADS_1


__ADS_2