Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 08


__ADS_3

Chapter 08🌹


" Kalau boleh tahu Tante dan Om di mana Va?" tanya Vie sembari menatap sahabatnya tersebut.


Melva menghela nafas panjangnya sembari menatap ke arah luar jendela.


" Ada apa sebenarnya Va, ke mana Tante dan Om.?"


" Ayah dan Ibuku sudah tiada."


" Apa? aku kira Om dan Tante ada di luar kota di tempat Tante dan Om kamu yang ada diluar kota."


Melva menggelengkan kepalanya.


" Mereka berdua mengalami kecelakaan air, saat itu ibu memilih ikut transportasi air untuk berlibur ke suatu daerah, aku sudah melarangnya, tapi Ibu tetap keukeh, Begitu juga dengan Ayah, aku hanya mengiyakan saja ternyata itu adalah hari terakhirnya bertemu denganku dan transportasi air yang mereka tumpangi terbalik di tengah laut dan sampai sekarang Ibu dan Ayah pun tidak ditemukan, sudah beberapa bulan yang lalu semenjak kejadian itu, sampai pencarian dihentikan Ayah dan Ibu tidak ketemu." ucapnya terdengar di nada bicaranya terlihat sedih sekali Vie pun kemudian merangkul sahabatnya itu sembari berucap.


" Kamu yang sabar ya, kita berdua sama Va."


Melva menganggukkan kepalanya, kemudian dia tersenyum sembari berucap.


" Iya Vie, kita memang sama, tapi sayangnya aku tidak mempunyai adik, ataupun saudara yang lain, aku senang kalau kalian berdua berada di sini tinggal bersama denganku, anggaplah aku ini saudara kalian, Jadi kalian tidak merasa sendirian, begitu juga aku, setelah kamu menghubungi aku dan aku tahu kabar kamu sekarang, aku merasa senang sekali, syukur saja pekerjaanku tidak ditunda untuk menunggu sampai dua hari lagi." ucapnya sembari tersenyum.


" Terima kasih ya kak, karena sudah mau menampung aku dan Kak Vie di sini." sambung Namira sembari tersenyum dianggukan oleh Melva.


Terlihat Melva tersenyum sangat bahagia sekali, karena sahabatnya sudah mau tinggal bersama dengannya.


" Baiklah, kalau seperti itu kalian istirahat aja, aku juga mau istirahat, besok aku akan mengatakan pada Pak Bosku kalau kamu bersedia bekerja di kantor kami." ucapnya sembari berdiri.


Vie hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Melva melangkah meninggalkan mereka berdua di dalam kamar tersebut, dia pun menutup kembali kamar itu dan menuju ke arah kamar pribadinya dengan perasaan bahagia dan senang yang dia rasakan saat ini, karena dia tidak merasa sendirian lagi kalau sudah pulang kantor berada di rumah, sahabatnya yang selalu dinantikannya bisa bersama dengan dia kembali, mereka pun kemudian menikmati istirahat itu.


Di Brilian Apartemen, tepatnya di sebuah kamar seorang laki-laki duduk bersantai di balkon Apartemen tersebut, siapa lagi kalau bukan Arga, dia menatap jauh ke arah langit senja tersebut dan dia menopangkan satu tangannya di pegangan sofa sembari memegang samping kepalanya dan kedua kakinya berselonjor ke arah depan, Arga menghela nafasnya dengan panjang, Dia teringat akan perjumpaannya dengan Sonia dan dia juga teringat akan kata-kata Sonia semenjak bersama dengannya Arga tidak bisa untuk merapikan dasinya, kemudian Arga pun menggelengkan kepalanya sembari bergumam dengan pelan.


" Dulu aku memang sangat mencintai dia, tapi sayangnya dia tidak bisa menjaga perasaan ku, dan hatiku saat itu, baru beberapa hari ditinggal dia sudah mendua dengan laki-laki lain di belakangku, Kenapa di saat aku sudah berdamai dengan kehidupan dan perasaanku saat ini dia datang lagi." terdengar helaan nafasnya dengan berat.


Dia juga teringat bagaimana Bayu memperlihatkan wajahnya yang terlihat sangat bangga merebut Sonia darinya, seakan-akan kala itu Sonia adalah seorang bidadari yang diperebutkan oleh dua anak laki-laki tapi sayangnya satu laki-laki itu tidak beruntung, lagi-lagi Arga menggelengkan kepalanya.


" Bayu dan Sonia itu sangat cocok tapi sayangnya terlihat raut wajah Sonia tidak bahagia bersama dengan pilihan hatinya, tapi itu adalah urusan mereka berdua, yang aku sayangkan Kenapa mereka harus hadir lagi di depan ku sekarang ini." ucapnya sembari berdiri dan memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya sembari menatap jauh lepas kehamparan jalan besar di mana berbagai macam kendaraan berlalu lalang tersebut, karena suasana Hari sudah mendekati malam, Arga kemudian masuk ke dalam dan menutup kembali pintu balkon tersebut seperti biasanya, Dia selalu berolahraga di saat malam menjelang, kemudian dia pun langsung bersiap-siap dengan jaket berwarna navy lengkap dengan penutup kepalanya serta memakai celana training dengan warna senada, dia pun kemudian keluar dari Apartemennya tersebut dan tidak lupa juga dia mendengarkan lagu-lagu kesayangannya melalui headset di telinganya.


Di rumah Melva...


Melva yang sudah terlihat segar karena sudah menikmati istirahatnya itu pun kemudian keluar dari kamarnya, Dia menuju ke arah kamar Vie Dia mengetuk pintu kamar tersebut, kemudian dia membukanya dengan perlahan dia tersenyum, Vie menatapnya dengan heran karena melihat penampilan Melva yang terlihat sangat rapi sekali.


" Kamu mau ke mana Va terlihat rapi sekali."


" Aku mau jalan-jalan ke pusat kuliner yang tidak jauh dari sini, kamu mau ikut?" tanyanya pada Vie.


Vie terdiam sesaat, Dia terlihat berpikir sejenak.


" Wah enak itu Kak, bolehkah aku ikut? Aku mau mencicipi kuliner di daerah sini." ucap Namira sembari tersenyum.

__ADS_1


" Boleh, cepetan gih kamu bersiap, bagaimana dengan kamu Vie, kamu mau ikut? kalau kamu nggak mau ikut, kamu mau pesan apa? biar aku carikan di luar."


" Aku juga mau ikut, tapi yang aku pikirkan, Apakah kalian mau mendorong kursi rodaku? Karena aku belum mampu terlalu lama berdiri."


" Dengan senang hati,ya mau lah, Masa sih nggak mau, lagi pula kamu kan perlu penyegaran, kamu bisa cuci mata lihat orang-orang di luar sana, kamu juga bisa melihat pemandangan yang indah di waktu malam di daerah sini, kalau kamu mau ikut, kamu siap-siap deh." ucap Melva.


Vie tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Kemudian mereka pun bersiap-siap untuk keluar rumah, mereka tidak menggunakan kendaraan apapun, mereka hanya berjalan kaki saja, Karena pusat kuliner tersebut tidak jauh dari rumah Melva.


Canda tawa tercipta di antara mereka bertiga, tidak terasa mereka sampai di tempat kuliner tersebut, Mereka pun kemudian memilih-milih semua yang mereka inginkan, setelah mereka menemukan semuanya, mereka pun kembali untuk menuju ke rumah, namun Vie meminta untuk berhenti sebentar, tidak jauh dari kuliner tersebut ada sebuah taman di mana di situ masih banyak orang bersantai.


" bBolehkah kita tidak usah pulang dulu, Aku ingin duduk di taman itu." pintanya pada Melva dan Namira.


" Oke deh, dengan senang hati, aku juga sebenarnya mau mengajak kamu untuk bersantai dulu sambil menikmati cemilan yang sudah kita beli tadi."


Namira hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka pun kemudian melangkah menuju ke arah taman di mana beberapa orang masih banyak berada di taman itu, mereka kemudian menikmati cemilan yang mereka beli dari kuliner yang dijual banyak orang dan banyak juga peminatnya di tempat tersebut.


Beberapa saat mereka menikmati canda dan tawa kembali tercipta di antara mereka, kemudian ponsel Namira pun berbunyi dia pun meminta izin pada sang kaka untuk menjawab panggilan tersebut, karena di tempat itu terlalu ramai akhirnya dia sedikit menjauh dari sang kakak.


" Vie, kamu tunggu di sini sebentar ya, aku mau beli sesuatu dulu di situ." ucap Melva dianggukan oleh Vie.


Melva pun kemudian melangkah meninggalkan Vie sebentar, karena dia merasa Vie aman duduk di kursi rodanya tersebut.


Vie yang asik menikmati camilannya itu tidak menyadari kalau ada seorang anak kecil yang sedang berlari dan menyenggol kursi rodanya tersebut, bukan Vie yang jatuh melainkan beberapa camilan yang ada di pangkuannya jatuh semua ke tanah, Vie berusaha mengambilnya, namun dia tidak mampu untuk berdiri dikarenakan kakinya masih terasa lemas, kemudian seseorang datang menemuinya, berniat untuk membantu dirinyaz Karena cemilan itu tidak berhamburan kemana-mana melainkan camilan yang dibeli mereka itu masih berada di dalam kantong plastik dan masih terikat dengan rapi, siapa lagi kalau bukan Arga yang kebetulan lewat dekat Vie berada.


" Mbak, nggak usah bergerak, Mbak tetap aja duduk di kursinya, nanti aku yang akan mengambilkan semuanya." ucap suara tersebut membuat Vie terkejut, kemudian dia pun langsung bersuara.


Vie terkejut,melihat wajah tampan laki-laki tersebut, begitu juga dengan Arga dia berdecak kagum melihat aura kecantikan Vie, mereka saling pandang dan sama-sama mengagumi satu sama lain.


" Cantik!" tanpa sadar Arga mengucapkannya.


" Tampan sekali." Ucap Vie, namun dia langsung menyadari ucapannya itu.


" Oh maaf ya Mas, udah merepotkan, terima kasih banyak ya Mas." ucapnya langsung mengambil camilannya tersebut yang ada di tangan Arga.


Arga hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalau boleh tahu kenapa Mbaknya sendirian di taman ini.?"


" Saya nggak sendirian, saya sama adik dan teman saya."


" Terus merekanya ke mana? Kenapa Mbaknya ditinggal sendiri.?"


" Itu mereka sudah datang, karena tadi ada keperluan sedikit, jadi mereka meninggalkan saya di sini sebentar."


" Ya udah ya Mbak, Saya pergi dulu."


" Terima kasih banyak ya Mas..."

__ADS_1


" Sama-sama." ucap Arga kemudian dia pun berlalu dari hadapan Vie sembari tersenyum, dia melanjutkan lari-lari kecilnya menuju ke arah Apartemennya kembali.


" Vie,siapa tadi? yang berbicara denganmu?" tanya Melva.


" Astaga! aku lupa menanyakan namanya."


" Memangnya kenapa? kenapa dia bisa berbicara sama kamu.?"


" Tadi ada anak kecil yang tidak sengaja menabrak kursi roda aku ini, semua camilan yang ada di pangkuanku ini jatuh ke tanah, karena aku kesulitan mengambilnya, Mas-Mas itu sudah membantuku." ucap Vie sembari tersenyum.


" Tapi aku perhatikan, Kamu sepertinya senang dibantu Mas-Mas itu, apakah dia ganteng atau bagaimana.?" ucap Melva sembari tersenyum.


" Iih ..! kamu ada-ada aja sih ah, udah ah... kita pulang aja yuk, tapi ke mana Namira? kok lama sekali sih menelponnya? siapa yang menghubunginya.?"


" Itu Namira lagi jalan ke sini." sambung Melva.


" Maaf ya Kak lama menunggunya, karena tadi itu telepon dari pak dosen di kampus."


" Ya udah, ayo kita pulang." ajak Vie, Mereka pun kemudian melangkah meninggalkan taman tersebut menuju ke arah rumah Melva, Vie terdiam dalam lamunannya, karena dia terbayang akan wajah Arga yang tampan yang baru sekali dilihatnya, sedangkan Arga yang menuju Apartemennya pun hanya senyum-senyum sendiri karena dia mengagumi kecantikan Vie yang baru saja dilihatnya itu.


Di sebuah Cafe yang terkenal di kota tersebut dan tempatnya juga pun sangat strategis ada dua lantai bangunan tersebut di lantai atas beberapa orang wanita sedang berkumpul dan berbicara siapa lagi kalau bukan Sonia dan dua orang temannya tersebut.


" Tumben kamu mengajak Kami berdua untuk bertemu di kafe ini?"


" Aku merasa sumpek aja dan merasa hari ini tidak mengenakkan untukku, lagi pula aku ingin mengulang masa lalu di saat kita masih belum berstatus sebagai seorang istri."


" Kalau aku sih, sama suamiku ini, Aku merasa terlalu menjadi beban untukku." ucap salah satu temannya yang bernama Ema.


" Kamu merasa suamimu sebagai beban, tapi aku merasa Suamiku itu tidak adil padaku, uang yang didapatnya harus berbagi denganku, sebagian untuknya sebagian untukku, seharusnya dia bekerja itu kan untuk istri, jadi uangnya untuk aku semua, itu seharusnya sih, tapi aku malah disuruhnya berbagi, capek aku jadinya!" ucap salah satu temannya juga yang bernama Mimi.


Sonia hanya tersenyum mendengarkan cerita kedua temannya tersebut.


" Tapi hanya Sonia yang di antara kita sekarang yang sangat bahagia sekali, karena dia selalu dimanja oleh suaminya Bayu itu, apapun keinginan Sonia selalu diturutinya, aku jadi iri, ingin rasanya aku memiliki seorang suami seperti suaminya Sonia." ucap Ema sembari dianggukan oleh Mimi.


Sonia hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan dari Ema.


" Iya benar, Bayu sangat mencintai Sonia, bertahun-tahun Sonia bersama dengan Bayu Dia tidak pernah melakukan kesalahan pada Sonia, Dia sangat baik kan, ya nggak Mimi." lirik Ema pada Mimi yang duduk di sebelahnya, lagi-lagi Mimi hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalian bisa aja, tapi saranku kalian itu jangan terlalu keras pada pasangan kalian, kalau kalian mau ingin selalu dimanja." ucap Sonia sembari tertawa pelan.


" Kamu enak Sonia berbicara seperti itu, tapi kami yang menjalaninya yang tidak enak, kalau kamu sih memiliki laki-laki yang sangat hebat di samping penyayang, mencintai dan memberikan apa yang kamu inginkan, ditambah lagi suamimu itu kaya raya." ucap Mimi dianggukan Ema.


Lagi-Lagi Sonia hanya tersenyum sembari menatap kedua sahabatnya yang menikmati pesanan yang sudah datang itu.


" Kalian tidak melihat kebenarannya, kalian hanya melihat kulit luarnya saja, tapi di dalamnya kalian tidak mengetahuinya, bagaimana perlakuan Bayu kepadaku, aku memang bertahan dengannya karena dia itu memang pemilik perusahaan yang sangat besar di kota ini, aku berharap kalau aku adalah wanita satu-satunya nantinya, namun kenyataannya itu bertolak belakang, karena dia tidak bisa melepaskan tabiat jeleknya yang tidak pernah puas dengan satu wanita, Aku berharap aku tidak akan pernah kekurangan jika bersama dengannya, tapi ternyata aku mengalami kekurangan kasih sayang dan perhatian darinya, walaupun semua tercukupi." ucapnya dalam hati mereka pun kemudian menikmati hidangan yang sudah mereka pesan sejak tadi.


Sesampainya di Apartemennya Arga kemudian duduk di sofa ruangan Apartemennya tersebut, dia menikmati sebuah minuman kemasan yang baru saja diambilnya dari lemari pendinginnya, dia pun tersenyum tidak henti-hentinya dia tersenyum lebar karena Dia teringat akan wajah Vie yang baru saja dilihatnya tersebut.


" Cantik wanita itu, memang cantik sekali, walaupun sebenarnya di luar sana banyak wanita cantik selain dia, tapi aku merasa dia itu sangat cantik alami, terlihat di wajahnya tidak terlalu menggunakan make up, Astaga! aku lupa menanyakan siapa namanya." ucap Arga sembari menepuk jidatnya dia menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari merebahkan kepalanya di sandaran tersebut dan menatap langit-langit ruangan Apartemennya itu.

__ADS_1


" Semoga saja aku nanti bisa bertemu kembali dengannya, aku ingin mengenal dia lebih jauh lagi, tapi kenapa dia berada di kursi roda,? apa yang terjadi dengannya? kecelakaan kah dia?" ucapnya kemudian membenarkan posisi duduknya sembari menopangkan kedua tangannya di kedua kakinya dan menangkupkan kedua tangannya tersebut sembari berpikir apa yang terjadi dengan wanita yang baru saja ditemuinya itu, karena dia baru saja melihat Vie dalam keadaan duduk di kursi roda.


__ADS_2