
Chapter 25 🌹
" Ada perlu apa kamu datang ke apartemenku.?"
" Apakah kita hanya bicara di depan pintu ini aja, apa kamu tidak memperbolehkan aku untuk masuk ke dalam.?"
Arga menghela nafasnya dengan panjang,Arga kemudian mempersilahkan Sonia untuk masuk ke dalam, Sonia tersenyum, Sonia mengikuti langkah Arga sembari dia hendak meraih tangan Arga niatnya untuk merangkulnya, Tapi sayangnya Arga menepiskan tangan Sonia begitu saja, Arga pun kemudian menatap ke arah Sonia dengan tatapan tidak sukanya.
Saat Arga menepiskan tangan Sonia, Sonia langsung mengaduh.
" Aduh, sakit !" ucapnya sembari memegang tangannya tersebut yang ditutupi sebuah syal merah muda, dia sengaja menggunakan Syal tersebut agar mengingatkan kalau Syal itu sangat berarti dalam hidup Sonia, karena Syal itu adalah pemberian Arga kala itu.
Arga terkejut, Dia kemudian menatap ke arah tangan kiri Sonia itu.
Terlihat wajah Sonia menahan rasa sakit.
" Silahkan duduk!" ucap Arga.
Sonia pun duduk sembari memegang tangan kirinya yang tertutup aksesoris Syal tersebut.
" Ada apa dengan tanganmu?"
Sania menundukkan kepalanya dan memegang dahinya, terdengar dia menangis dan Arga melihat tetesan bening yang mengalir di pipi Sonia. Namun Arga tidak bergeming dari duduknya dia tidak ingin memulai kembali kenangan yang lalu itu terhadap Sonia karena dia tahu kalau Sonia hanya ingin mengingatkan masa lalunya saat bersama dengannya.
" Ada apa dengan tangan kamu? Kenapa kamu menangis, seharusnya kamu tidak pergi ke tempatku ini, aku tidak ingin suamimu nanti marah denganku dan membuat kesalahpahaman."
" Aku telah disakiti oleh suamiku, dia kasar! dia menyakiti fisikku Arga." ucapnya sembari membuka Syal tersebut,dia memperlihatkan tanda memar di lengannya, sebenarnya tanda memar itu bukanlah memar asli hanya dia membuatnya dari alat make up pribadinya, agar terlihat seperti memar sungguhan, tapi tetap aja Arga tidak bergeming dari duduknya, walaupun sebenarnya dia merasa kasihan pada Sonia karena perbuatan suaminya terhadap dirinya.
" Kenapa kamu tidak laporkan kepada pihak yang berwajib, kalau seandainya suamimu berbuat menyakiti kamu seperti itu, kenapa kamu datangnya ke tempatku? seharusnya kamu menuju ke tempat yang sebenarnya, bukan di tempatku saat ini, karena aku tidak bisa mencampuri urusan kamu dengan suamimu, Karena itu adalah urusan pribadi keluargamu." ucapnya sembari menatap ke arah Sonia.
Sonia hanya menundukkan kembali wajahnya, Dia lagi-lagi meneteskan air matanya tersebut sembari bergumam di dalam hati.
" Kenapa dengan cara ini dia tidak bergeming sedikitpun, tidak seperti yang telah lalu, setiap aku mengeluhkan rasa sakitku padanya, dia selalu saja ada untukku,dia pasti langsung memelukku dengan pelukkan hangatnya untukku, tapi kenapa ini dia tidak menghiraukan sedetikpun dan juga dia tidak bergeming dari duduknya."
" Sonia lebih baik, kamu pergi dari apartemenku, Aku tidak mau suamimu nanti akan marah dan berpikiran yang tidak-tidak denganku."
" Aku tidak bisa menemui suamiku Arga." ucapnya sembari berdiri dan mendekati Arga, namun saat itu pintu kamar Arga pun terbuka membuat mereka berdua menoleh ke arah pintu kamar tersebut, terlihat Sonia terkejut karena dia tidak menyangka kalau di dalam ruangan itu mereka tidak berdua saja, tapi melainkan Leo hadir di ruangan itu, namun tidak dengan Arga, dia tersenyum melihat sang adik keluar dari dalam kamar tersebut.
__ADS_1
Leo menatap ke arah Sonia dengan tatapan lekatnya dan menampakkan kalau dia tidak merasa senang dengan kehadiran Sonia yang ada di ruangan apartemen sang kakak, Dia pun kemudian langkah mendekati kakaknya itu dan langsung duduk di samping sang kakak, membuat peluang bagi Sonia tidak bisa mendekati Arga lagi dikarenakan Leo sudah berada di samping Arga.
Sonia kemudian kembali duduk ke tempatnya dan mensedekapkan tangannya di dada sembari menatap ke arah Leo.
" Rupanya kamu ada di sini ya Leo, Aku kira kamu ada di tempat tante Diana, tumben kamu bisa berkunjung ke apartemen Arga, biasanya dari dulu kamu tidak pernah berkunjung kesini." singgung Sonia.
" Sejak kapan aku tidak pernah berkunjung ke apartemen kakakku sendiri, dari dulu aku memang sudah sering ke apartemen ini, tapi karena waktu itu kamu selalu berada di apartemen ini, itu yang membuat aku tidak mau ke apartemen ini."
Sonia hanya menghela nafasnya dengan pelan sembari bergumam di dalam hatinya.
" Sejak kapan sih tikus got ini ada di sini." ucapnya di dalam hati karena merasa tidak senang dengan kehadiran Leo di Apartemennya Arga.
" Sonia, kamu itu sudah bersuami seharusnya kamu tidak perlu berkunjung kembali ke apartemen ataupun ke rumah laki-laki yang masih lajang seperti kakakku ini, karena itu tidak baik, tapi aku melihat kamu saat ini sepertinya kamu sangat kesepian atau karena suamimu tidak memuaskanmu sehingga kamu ingin mendekati kakakku lagi, tapi kamu salah besar, karena kakakku tidak terpengaruh dengan sikap kamu sekarang ini, asal kamu tahu kalau kakak aku sudah memiliki kekasih yang baru jauh sebelum kehadiran kamu kembali di hadapannya." ucap Leo sembari menepuk pelan sang kakak, karena dia memberikan kode kepada kakaknya itu agar mendukung ucapannya terhadap Sonia.
Sonia sontak saja terkejut mendengar ucapan dari Leo.
" Apa? memiliki kekasih baru?" ucapnya sembari menatap ke arah Arga.
" Iya! kenapa? kamu terkejut ya mendengar kalau kakakku ini sudah memiliki kekasih baru, kakakku ini memang pintar menyimpan kekasihnya agar kamu tidak mengetahuinya,kamu mau tahu ya siapa kekasih kakakku ini, dia adalah seorang dokter yang setara dengannya, karena dokter inilah mengobati luka yang sudah 5 tahun kamu goreskan di hatinya." ucapnya membuat Arga langsung menoleh ke arah Leo.
Leo tersenyum ke arah sang kakak.
Mendengar ucapan Leo itu serasa menggores dan menusuk jantung Sonia dengan benda tumpul namun sangat menyakitkan sekali.
" Leo! Tega sekali kamu berbicara seperti itu padaku, Kenapa kamu mengatakan itu pada Arga, janganlah kamu membenciku Leo, aku sudah mendapatkan balasanku karena sudah menyakiti kakakmu, tapi apa salah kalau aku ingin memperbaiki kembali kesalahanku itu pada kakakmu Leo."
" Hah?! kamu ingin memperbaiki kesalahan kamu dengan kakakku? Setelah 5 tahun berlalu, kamu menyakitinya, kalau aku pribadi Aku tidak akan menyetujui kamu dekat kembali dengan kakakku." ucap Leo, Arga hanya diam, membiarkan Leo berbicara dengan Sonia, Karena dia memikirkan kalau Vie datang ke apartemennya ini dan melihat di dalam apartemen ini masih ada Sonia.
" Arga! tolonglah mengerti aku, aku ke sini ingin meminta pertolongan kamu, kamu tidak melihat kalau suamiku sudah jahat padaku, aku ingin berpisah dengannya dan ingin kembali padamu, Apakah kamu tidak sedikitpun mengingat masa lalu kita bersama saat kita melewatinya Arga, Aku akui aku memang salah kalau itu Arga, tapi setidaknya aku sudah mengakui kesalahanku saat ini, aku tidak tahu harus berbicara ke mana lagi selain padamu Arga."
" Sonia lebih baik kamu pergilah dari apartemenku ini, karena aku tidak ingin suamimu mengetahuinya kalau kamu berada di sini."
" Jika kamu tidak keberatan Arga, bolehkah aku menginap malam ini di apartemen kamu, Aku akan tidur di sofa, aku tidak tidur di dalam kamarmu karena pasti ada Leo bersamamu."
" Hah?! kamu ingin tidur di sini, Apa kamu sudah gila? di apartemen ini khusus untuk laki-laki, bukan untuk menampung seorang wanita yang sedang bertengkar dengan suaminya." ucap Leo.
" Tolong Leo, kamu nggak usah ikut campur, Aku ingin bicara dengan kakakmu."
__ADS_1
" Kamu bicara dengan kakakku, sama aja kamu bicara denganku, Aku memang adiknya, tapi aku sudah mengetahui bagaimana sikap kamu itu terhadap kakakku, kalau kamu itu bersikap baik mungkin aku akan hormat dan baik padamu, tapi karena kamu sudah menorehkan banyak luka pada kakakku, Aku tidak akan pernah tinggal diam, karena luka yang kamu torehkan itu sangat sulit bagi keluarga kami untuk mengobatinya sampai saat ini. Untung saja kakakku sudah bertemu dengan seorang dokter yang benar-benar mencintai dan menyayanginya dan dialah sedikit demi sedikit mengobati luka yang pernah kamu torehkan kepadanya, jadi jangan pernah lagi Kamu membuka luka yang ada di hatinya kembali, karena luka itu sudah kering dan jangan kamu basahi lagi luka tersebut dengan kehadiran kamu saat ini. Benar apa kata Kak Arga, lebih baik kamu pergi dari Apartemen ini, sebelum aku panggilkan security untuk menyeret kamu keluar dari sini." ucap Leo menatap tajam kearah Sonia, dan Sonia terkejut dengan ucapan Leo padanya.
Sonia manatap tajam ke arah Leo, Dia kemudian menatap sendu ke arah Arga, berharap agar Arga bisa memberikan sedikit harapan agar dia bisa tetap berada di apartemen Arga dan disampingnya.
" Sayang sekali Sonia, aku tidak bisa mengijinkan Kamu tinggal di sini, walaupun hanya untuk tidur satu malam, karena aku tidak ingin suami kamu datang ke apartemenku ini dan marah padaku, benar apa yang dikatakan Leo, aku sudah nyaman dengan hidupku sekarang dan bersama dengan wanita yang sangat mencintai aku apa adanya dan benar juga apa kata Leo Karena Wanita yang sayang denganku itu mau menjaga cinta yang aku berikan padanya." ucap Arga sembari berdiri dan mempersilahkan Sonia untuk pergi dari apartemennya itu, Sonia hanya menundukkan kepalanya.
" Siapa wanita itu yang sudah membuat aku penasaran sekali, siapa yang bisa meruntuhkan hati Arga selama ini, setahu aku Arga tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan wanita lain setelah aku dan dia memutuskan untuk berpisah." ucapnya kemudian dia pun berdiri namun sebelum dia berdiri dia sengaja meninggalkan Syal yang sudah menutupi luka bohongannya itu.
Sonia mendekati Arga sembari menatap Arga dengan lekat.
" Kamu yakin membiarkan aku untuk keluar dari apartemen mu ini, setelah aku bertengkar dengan suamiku dan aku ingin minta perlindunganmu, tapi nyatanya kamu tidak memberikan perlindungan itu padaku dan malah Kamu mengusir aku dari apartemenmu ini."
Arga tidak bergeming dengan posisinya dia hanya terdiam menatap ke arah pintu apartemennya dengan masih posisinya itu.
" Maafkan aku Sonia, aku tidak bisa untuk memperbolehkan Kamu tinggal di sini, lebih baik kamu pulanglah ke rumah kamu dan segera perbaiki kembali hubungan kamu dengan suamimu, karena suamimu itu adalah pilihan hatimu." ucapnya sembari bergeser beberapa langkah dari hadapan Sania.
Sania hanya menghela nafasnya dengan panjang, dia pun kemudian meninggalkan Arga dan Leo di dalam ruangan itu, dia melangkah keluar dari apartemen Arga dengan muka kesalnya, Arga kemudian menutup pintu apartemennya tersebut sembari menyandarkan tubuhnya di pintu itu dengan kedua tangannya berada ke dalam saku celananya dan menundukkan kepalanya seakan-akan dia baru terbebaskan dari belenggu masa lalunya itu yang tiba-tiba saja berada di hadapannya.
" Cih! Ternyata sia-sia aku membuat luka bohongan ini, hanya untuk membuat Arga simpati kepadaku seperti apa yang pernah aku lakukan di saat aku bersama dengannya, kala itu dia sangat perhatian padaku, walaupun aku membuat luka bohongan di hadapannya, dia selalu memberikan aku perhatian dia selalu mencintai aku apa adanya, Kenapa kala itu Aku tidak memilihnya kenapa aku termakan bujuk rayunya Bayu." ucapnya sembari berbicara sendiri sambil melangkah meninggalkan ruangan apartemen Arga, saat dia berjalan di lorong apartemen tersebut dia berpapasan dengan tiga orang wanita, siapa lagi kalau bukan Vie, Melva dan Namira, mereka bertiga tersenyum dengan Sonia, namun Sonia tidak tersenyum sama sekali pada mereka, Sonia menghentikan langkahnya, dia melihat mereka bertiga menuju ke arah ruangan Arga.
" Siapa mereka?Kenapa mereka menuju ke arah ruangan Arga, Apakah di antara mereka itu ada salah satu yang berkaitan dengan Arga, seperti apa yang dikatakan oleh Leo barusan." ucapnya sembari menatap langkah mereka bertiga tersebut.
" Tidak mungkin mereka bertiga ada hubungannya dengan Arga, karena tidak mungkin Arga mencintai seseorang yang masih berada di kursi roda ataupun kedua wanita yang masih waras berjalan itu, karena mereka bertiga jauh dari penampilan yang menarik seperti diriku, sedangkan aku saja yang sangat cantik dan penuh pesona ini saja tidak bisa meruntuhkan kelembutan Arga lagi, apalagi mereka bertiga." ucapnya tersenyum jahat, kemudian Sonia pun masuk ke dalam lift dan lift itu membawa dia turun ke arah lobi dia terus melangkah menuju ke arah luar sampai menemukan sebuah taksi, beberapa saat kemudian dia pun menuju ke arah cafe di mana dia sudah menghubungi beberapa temannya untuk menikmati malam di cafe tersebut, menghilangkan rasa sakit hati yang dia rasakan saat ini, karena Arga menolaknya begitu saja, Walaupun dia sudah bersusah payah berdandan secantik mungkin agar bisa meruntuhkan pandangan Arga dan menatapnya dengan penuh cinta. Namun semua itu sia-sia belaka.
" Hem...Untung saja aku ada di sini, kalau tidak,mungkin Kakak sudah terhipnotis dengan Sonia."
" Sepertinya aku harus mencari tempat tinggal baru, aku tidak ingin tempat tinggal baru ku nanti dia mengetahuinya, hari ini dia gagal mendekatiku, tapi hari-hari lainnya nantinya dia pasti akan terus mendekati ku dan terus mengingatkan aku tentang masa lalu yang pernah aku lewati bersama dengannya."
" Wanita seperti itu Kak, jangan diberikan kelonggaran, karena kalau kakak sedikit longgar saja dia pasti akan segera masuk dan menancapkan kembali rasa cinta yang tidak bisa kakak lupakan seumur hidup kakak,kakak pahamkan dengan ucapanku ini. "
" Ya, aku paham, justru itulah aku ingin menghindar darinya." ucap Arga sembari menghela nafasnya dengan pelan.
Mereka kemudian dikejutkan dengan bunyi bel apartemen tersebut, mereka berdua Saling pandang.
" Jangan-jangan dia kembali lagi Kak, bagaimana kalau aku saja yang membukakan pintunya."
" Jangan! biar aku saja, aku takutnya kalau itu adalah dokter Vie, kamu kembali ke kamar dan kita kembali menjalankan strategi kita yang tertunda, kalau seandainya itu bukan Dokter Vie tapi melainkan Sonia, kamu bisa keluar lagi." ucapnya dianggukan oleh Leo.
__ADS_1
Leo bergegas meninggalkan ruang tamu apartemen itu dan masuk kembali ke dalam kamar tersebut, Sedangkan Arga membuka pintu apartemennya, sebelum membuka pintunya itu, Arga menghela nafasnya dengan panjang sembari berguman.
" Semoga saja bukan Sonia, tapi melainkan wanita yang aku nanti dari tadi." ucapnya kemudian dia pun membuka pintu kamar apartemennya dan terlihat wajah cantik tiga orang wanita yang sedang berdiri didepan pintu tersebut.