
Chapter 39🌹
Sebelum pulang Arga mampir ke sebuah supermarket dia ingin membeli beberapa keperluan yang diperlukan di rumahnya tersebut, karena dia ingin memasak spesial untuk menyambut kedatangan Vie di Apartemennya, walaupun kedatangan Vie itu untuk yang kedua kalinya, tapi Arga merasa senang sekali karena Vie mau diajak berkunjung ke Apartemennya, dia pun kemudian memilah dan memilih barang apa saja yang dia perlukan di supermarket tersebut, saat dia sedang memilih beberapa sayur yang memang diperlukannya, pundaknya pun disentuh oleh seseorang, dia menoleh ke arah orang tersebut.
" Hai Arga, tumben kamu belanja sayur tidak seperti waktu bersama denganku waktu itu." ucap Sonia tersenyum dan terlihat nampak senang diwajahnya karena bertemu dengan Arga tanpa diduga, awalnya Sonia memang hendak menemui Arga, namun sebelum bertemu Sonia hendak membelikan oleh-oleh tangan buat berkunjung ke Apartemennya Arga.
Arga terkejut karena yang menyentuh pundaknya itu adalah Sonia.
Arga kemudian fokus saja memilih sayur yang diperlukannya, dia tidak menghiraukan kehadiran Sonia yang ada di sampingnya itu bahkan pertanyaan Sonia pun tidak digubrisnya.
" Arga, kenapa kamu diam?'
" Maaf Sonia aku harus berbelanja keperluanku Pribadi jangan diganggu."
" Arga! aku tahu sama kamu, tidak mungkin keperluan pribadi kamu juga membeli segala macam sayur-mayur seperti ini, pasti kamu kedatangan tamukan di Apartemen kamu?"
" Kalau aku kedatangan tamu atau tidaknya itu bukan urusan kamu." ucap Arga membuat Sonia semakin ingin mengetahui tentang sikap Arga sekarang ini.
Karena dia tidak mau diganggu oleh Sonia dia pun kemudian mengembalikan sayur tersebut ke tempatnya, troli yang dia bawa pun belum terisi sama sekali, Awalnya dia memang ingin membeli sayur-mayur terlebih dahulu mengisi troli belanjanya itu, Tapi sayangnya karena kehadiran Sonia di supermarket itu pun membuat dia membatalkan untuk belanja, Dia kemudian mengembalikan troli ke tempatnya kembali,dia meninggalkan Sonia, Arga berlalu dari hadapan Sonia menuju ke arah mobilnya, Dia berharap Sonia tidak mengikutinya, Tapi sayangnya Sonia pun mengikutinya Sonia mensejajari langkahnya Arga, sesampainya di tempat parkiran Arga menghela nafasnya dengan panjang, dia menatap ke arah Sonia.
" Kenapa kamu mengikuti aku Sonia! Aku tidak ingin orang mengetahui bahwa kamu mengikuti aku, dan nanti ada yang menyampaikan pada suamimu."
" Aku ingin bicara denganmu Arga."
" Kamu mau bicara soalnya apa lagi Sonia?"
__ADS_1
" Bisakah kita bicara di tempat itu?" ucapnya sembari menunjuk sebuah kedai yang ada di di samping Supermarket tersebut, Arga pun hanya mengikuti langkah Sonia, kemudian dia melangkah beriringan dengan Sonia menuju ke arah kedai tersebut.
" Arga,bisakah kamu menemani aku sesaat,dan ada yang ingin aku bicarakan denganmu, karena aku sudah suntuk tidak bisa berbicara pada siapapun, aku tidak bisa mengatakannya pada kedua orang tuaku, karena aku tidak ingin mereka mengetahui tentang hubungan rumah tanggaku yang sudah terlalu banyak masalah."
" Itu urusan kami,tidak sepantasnya kamu berbicara denganku seperti itu, karena Aku ini adalah mantan kamu, tidak seharusnya kamu menceritakan permasalahan rumah tangga kamu dengan aku, sedikit banyaknya nanti suamimu akan marah padaku, seolah-olah aku yang merusak rumah tanggamu, aku terpaksa menemani kamu di sini karena aku tidak ingin dilihat orang membiarkan seorang wanita yang sudah terlanjur berbicara denganku, Aku tidak ingin tanggapan orang-orang di luar sana jelek tentangku."
" Tapi aku tidak kuat lagi menjalani rumah tangga bersama dengan Bayu."
" Tapi itu adalah pilihan kamu."
" Aku terpaksa memilih Bayu, karena..." belum selesai Sonia bercerita, Arga sudah menyanggahnya.
" Sudahlah Sonia! kamu tidak perlu menjelaskannya, karena ini sudah berlalu 5 tahun lamanya antara kamu dan aku,aku sudah melupakan itu semua."
" Aku tidak bisa berteman denganmu Sonia, Aku tidak ingin suamimu nanti marah dan mengakibatkan aku sebagai peretak rumah tanggamu, apalagi kita pernah menjalin hubungan cinta."
" Tapi aku harus menceritakannya padamu, karena kamu adalah orang yang terbaik untukku."
" Kamu bilang Aku adalah orang yang terbaik untukmu, tapi kenapa saat itu kamu memilih dia dan kamu pun mengatakan kalau Bayu adalah orang yang terbaik untukmu, ingat tidak kamu saat aku mengundang kamu ke rumahku kala itu."
" Apakah itu rumahmu?"
" Iya! itu rumahku,Awalnya rumah itu aku bangun untuk kita berdua, Tapi sayangnya kamu sudah menyakiti aku, dan mencampakkan aku saat itu dan kamu merasa bahagia tinggal bersama dengan Bayu, dan memilih hidup bersamanya, jadi buat apalagi kamu menceritakan semua rasa sakit, kesal dan ketidak harmonisan hubungan rumah tanggamu padaku, biarkan aku hidup dengan duniaku sendiri, jangan kamu ganggu lagi, karena sudah cukup kamu meninggalkan luka yang ada aku rasakan saat ini."
Sonia menghela nafasnya dengan panjang.
__ADS_1
" Begitu mudahnya kamu melupakan itu semua Arga, sampai-sampai Syal yang pernah kamu berikan padaku pun kamu buang ke tempat sampah."
" Sudahlah! cukup sudah Sonia! jangan kau mengingat soal pemberianku padamu, Sudah berapa kali aku katakan kepadamu, kalau aku bukan membuang Syal tersebut, Tapi melainkan adikku, kalau kamu tidak percaya kamu bisa bicara dengan adikku."
Sonia pun menggelengkan kepalanya.
" Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi aku akan segera pulang karena seharian ini aku belum sampai ke Apartemen, pekerjaanku juga banyak, aku bawa ke rumah jadi aku tidak punya banyak waktu hanya seperti ini." ucapnya berbohong karena dia tidak ingin terlambat bertemu dengan Vie.
" Tapi aku ingin lama berada bersama denganmu Arga, Aku ingin kamu mendengarkan Aku bercerita."
" Apa yang perlu aku dengarkan, tidak ada lagi yang perlu aku dengarkan tentang kehidupan kamu, karena kamu sudah masa laluku dan kuharap kamu tidak akan mengganggu hidupku lagi."
" Arga dengarkanlah aku sekali ini saja, Aku ingin bersama denganmu malam ini."
Arga hanya menghela nafasnya dengan panjang.
" Jujur Arga, Aku menyesal, karena aku memilih Bayu, sebagai pendamping hidupku padahal dia sedikitpun tidak ingin berubah, dia selalu berselingkuh, berselingkuh, dan berselingkuh, tidak ada lagi selain kata selingkuh, namun berkali-kali juga aku memaafkannya, karena aku ingin mempertahankan rumah tangga ku."
Arga lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang, dia pun kemudian melihat jam yang melingkar di tangannya sudah hampir jam tujuh malam, dia pun kemudian mengambil kontak mobilnya yang ada di atas meja tersebut dia tidak menghiraukan ucapan Sonia.
" Maafkan aku Sonia, aku harus segera pergi, karena ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan." ucapnya sembari meninggalkan Sonia yang duduk di meja itu seorang diri.
" Arga! Arga! Arga tunggu!" ucap Sonia sembari memanggil-manggil Arga, namun Arga tidak menghiraukan ucapan Sonia, dia terus berjalan setengah berlari menuju ke arah mobilnya yang masih terparkir di depan Supermarket tersebut, dia langsung memasuki mobilnya, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan depan Supermarket dan menuju pulang ke Apartemennya.
" Sialan! kenapa dia sedikitpun tidak ada simpatinya padaku, bisa-bisanya Dia melupakan masa lalu itu,Aku harus bisa kembali merajut hubungan yang baik dengannya, tapi aku tidak tinggal diam, aku tidak bertahan sampai di sini saja, aku akan terus membuat dia mengingat masa lalu yang pernah kami lewati, setidaknya Aku akan terus berusaha agar dia tidak melupakan kenangan indah bersama denganku." ucapnya sembari tersenyum dan hanya dia yang tahu arti senyum yang terukir di wajahnya itu.
__ADS_1