Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 54


__ADS_3

Chapter 54🌹


" Dari mana kamu tahu kalau aku bertahun-tahun dengan dia berpisah."


Vie tersenyum.


" Arga sudah menceritakan semuanya padaku, bagaimana sikap kamu yang meninggalkannya begitu saja di saat dia sayang banget sama kamu, dan menginginkan kamu menjadi pendamping hidupnya, tapi sayangnya, kamu menduakannya dengan suami kamu sekarang ini, kamu lebih memilih suami kamu daripada memilih Arga kala itu, apakah pantas kamu berbicara seperti itu padaku, mengatakan kalau aku hanya pelarian untuk Arga? seharusnya semua kata-kata itu tidak pernah keluar dari mulut kamu, karena kamu tidak pernah mensyukuri apa yang pernah kamu dapatkan dari Arga, yah! mungkin kamu masih beranggapan Arga mencintai kamu, Tapi sayangnya itu hanya mimpi belaka dan kamu pantas dikatakan wanita yang tidak tahu malu masih mengharapkan laki-laki yang tidak mencintai kamu lagi!" ucap Vie dengan santainya, sembari mensedekapkan tangannya di dada, menatap wajah Sonia yang sudah mulai kebakaran jenggot menahan amarahnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu marah dengan ucapanku? silakan kalau kamu mau marah, aku tidak mempermasalahkan Kamu marah padaku, tapi asal kamu tahu tidak akan pernah Arga kembali kepadamu dan aku juga tidak akan pernah melepaskan Arga untukmu, Kalau kamu masih mengganggu Arga kamu akan berhadapan denganku! kamu belum tahu siapa aku, aku bisa saja merubah kamu menjadi seekor semut yang tidak bisa berdaya.!" ucap Vie lagi dengan penuh penekanan berbicara pada Sonia, Sonia pun membelalakkan matanya terlihat wajahnya memerah karena menahan amarahnya pada Vie.


" Apa maksudmu kamu! kamu memang sudah keterlaluan!" ucapnya sembari hendak mengangkat tangannya namun Vie langsung menangkap tangannya Sonia.


" Tanganmu itu tidak akan pernah aku biarkan menyentuh wajahku!! karena wajahku ini lebih mulia daripada wajahmu!!" ucapnya sembari menghempaskan tangan Sonia dengan kuat, membuat Sonia merasa kesakitan.


" Aduh!! kamu memang keterlaluan! kamu akan merasakan akibatnya karena kamu sudah menyakiti aku.!!"

__ADS_1


Lagi-lagi Sonia mendesis merasa kesal karena Vie dengan mudah membantah ucapannya dan mengibarkan bendera perang di hadapannya.


" Lebih baik kamu temui suami kamu yang sudah gelisah menunggu kamu sejak tadi kamu ke belakang, tapi tidak masuk lagi ke dalam ruangan itu! mungkin kamu merasa tidak nyaman karena kehadiran aku bersama dengan mantan kekasih kamu, tapi tidak apa-apa, aku malah senang kalau kamu tidak betah berada di ruangan itu, karena terlihat itu menandakan kamu menjadi seorang istri yang tidak profesional berhadapan dengan mantan kekasih kamu yang sudah bertahun-tahun kamu meninggalkan Arga di saat Arga sudah menjadi seorang yang sangat kuat dan sudah mendapatkan seorang wanita yaitu aku yang selalu akan mendampingi dia di manapun dia berada kamu akan merasa terbakar, hahaha...aku senang melihat kamu seperti itu, lebih baik kamu sekarang temui suami kamu sendiri daripada kamu memarahi aku tanpa alasan seperti ini, terima resiko dan akibatnya karena kamu sudah meninggalkan kekasih kamu, jadi kamu tidak perlu lagi untuk mengharapkan dia kembali padamu, Kamu tidak usah capek-capek untuk memperhatikan Arga karena Arga sudah ada yang memperhatikannya, dari dia tidur malam sampai ketemu tidur malam lagi, ingat itu!!" ucapnya sembari tersenyum sinisnya pada Sonia dan meninggalkan Sonia yang mematung menatap kepergian Vie dari hadapannya itu, Sonia pun mendengus dengan kesal melihat kepergian Vie.


Sonia yang merambisi kalau Arga masih ada rasa cinta padanya itu terus menatap langkah Vie sampai hilang dibalik pintu toilet dimana Sonia berdiri.


Sonia wanita yang sudah menyakiti Arga dan memilih hidup dengan lelaki lain itu tidak ingin Arga mendapatkan kekasih baru, dia mengharapkan Arga tetap menjadi miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Vie yang tidak lama bertemu dan mengenal Arga itupun sudah menjadi pelabuhan hati Arga.


Sonia melangkah keluar ruangan tersebut dengan muka kesalnya.


__ADS_2