Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 34


__ADS_3

Chapter 34🌹


Arga membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Vie masuk ke dalam bersama dengannya.


" Silakan duduk bu dokter." ucapnya sembari mempersilakan Vie untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya itu, kemudian Arga pun melangkah menuju ke arah meja kerjanya mengambil proposal yang sudah berada di atas meja kerjanya itu.


" Ini proposalnya." ucapnya sembari memberikan proposal itu pada Vie sembari duduk di hadapan Vie.


Vie mengambil proposal tersebut dari tangan Arga dan membukanya.


Sontak saja Vie terkejut melihat perusahaan yang sudah bekerjasama dalam pembangunan proyek terbesar itu, dia melihat nama perusahaan Rio dan perusahaan Om derajat terpampang di dalam proposal tersebut, Dia kemudian melirik ke arah Arga sesaat, Arga tidak melihat saat Vie melirik ke arahnya karena dia sedang menatap layar ponselnya itu.


" Ternyata perusahaan Rio dan perusahaan Om Drajat ikut dalam proyek besar ini." gumamnya dalam hati, Arga pun kemudian menatap kearah Vie, dia pun menegur Vie, karena dia merasa heran sejak tadi Vie hanya menatap proposal itu tanpa membuka lembar demi lembarnya tersebut.


" Ada apa bu dokter?"


Vie tersentak mendengar ucapan Arga yang menegurnya itu, dia hanya tersenyum.


" Apakah Bu dokter kurang mengerti dengan proposal itu, atau Bu dokter ada tanggapan tentang proposal tersebut atau mungkin Bu dokter memiliki gagasan untuk proposal itu, agar saya bisa mengatakannya pada Prima grup nantinya.'


" Oh! semuanya belum saya baca Pak, nanti saya akan membaca dan mempelajarinya, bolehkah saya meminta copyan proposal ini.?"


" Oh boleh kok Bu dokter dengan senang hati, nanti anak buah ku yang akan menggandakan proposal tersebut agar mudah Bu dokter melihatnya dan mempelajarinya."


" Baiklah pak, nanti kalau sudah selesai copyan dari berkas tersebut bilang aja sama saya nanti saya yang akan ambil ke ruangan Bapak." ucap Vie.

__ADS_1


Arga hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


" Kalau begitu Saya pergi dulu Pak Arga." ucap Vie seraya berdiri dan membalikan badannya hendak berjalan menuju ke arah pintu ruangan tersebut.


" Tunggu dulu Bu dokter, kita perlu bicara sebelum pergi ke lokasi pembangunan proyek tersebut."


Vie pun kemudian mengembalikan kembali badannya dan menatap ke arah Arga, terlihat Arga tersenyum sembari berdiri dari duduknya dan mendekati Vie yang sudah dekat dengan pintu ruangan tersebut.


" Pergi ke tempat lokasi? bukankah masih ada waktu dua hari lagi, masih bisa kita bicara nanti setelah pekerjaan saya selesai di klinik, kita bisa membicarakannya kembali setelah pulang kantor,


Apakah pak Arga keberatan dengan permintaan saya untuk membicarakannya setelah pulang kantor?" tanya Vie sembari menatap lekat ke arah Arga, lagi-lagi Arga tersenyum dan mensedekapkan tangannya di dada sembari salah satu tanganya memijat keningnya yang tidak sakit.


" Apakah Ibu Diana tadi tidak memberitahu pada dokter kalau kita harus bicara tentang masalah proyek tersebut."


" Ibu Diana tadi hanya mengatakan agar saya bisa mempelajari proposal yang ada sama Bapak, tapi tidak untuk membicarakan tentang isi proposal ini, karena saya belum mempelajari sedetail mungkin apa saja yang ada di dalam tersebut, lagi pula saya kan hanya berprofesi sebagai seorang dokter bukan pekerja kantoran seperti Bapak yang memahami seluk-beluknya tentang proyek ataupun yang lainnya di bidang perkantoran ini, jadi saya perlu beberapa jam untuk membaca dan memahami tentang Isi proposal tersebut."


" Apakah kamu keberatan dengan usulan saya untuk membicarakan proposal itu?"


" Saya tidak keberatan kok pak, Tapi saya hanya meminta waktu untuk membicarakannya setelah pulang kantor itu aja selebihnya tidak ada."


" Karena kamu belum mengerti sama sekali makanya kita harus berbicara sebelum kita pergi ke tempat lokasi."


Vie hanya menghela nafasnya dengan panjang, dia tidak bisa membantah apa yang diucapkan oleh Arga di samping Vie berdamai dengan degupan jantungnya sendiri karena sudah terlalu lama berhadapan dengan Arga, Vie lemah bila menatap bening bola mata Arga yang tenang itu, karena tatapan mata Arga mampu meluluhkan semua rasa yang berkecamuk didalam dirinya, Tatapan Arga mampu membuat tenang perasaan Vie.


" Kita akan berangkat dua hari lagi ke tempat lokasi itu, Jadi kita harus bicara dulu sebelum berangkat." ucap Arga sembari mendekati Vie dengan ekspresi seolah-olah berpikir sesuatu membuat Vie pun menggeser langkahnya beberapa langkah dari Arga, Arga sesaat melirik ke arah Vie kemudian diapun tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah kalau permintaan kamu itu untuk berbicara setelah pulang kantor, Tapi kita harus bicaranya di tempatku."


" Kenapa mesti harus di tempat Bapak?"


" Kalau begitu kamu mau aku datang ke tempat kamu? kalau kamu tidak mau datang ke tempatku."


" Apa Pak? Bapak mau datang ke tempat saya? jangan-jangan Pak, Karena itu bukan tempat saya, Saya hanya numpang tinggal di tempat Melva."


Arga terkejut dengan ucapan Vie yang mengatakan kalau dia hanya numpang tinggal di tempat Melva, Arga kemudian menatap Vie dengan lekat Vie pun menundukkan kepalanya.


" Hemmm... sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita yang ada di hadapanku ini, kenapa dia tidak memiliki tempat tinggal sendiri, padahal dia memiliki seorang adik, ini semua menjadi misteri bagi diriku, aku harus mengetahuinya, Ada apa sebenarnya ini." gumam Arga di dalam hati sembari tetap menatap ke arah Vie yang masih menundukkan kepalanya itu.


" Baiklah, kita bertemunya di mana, Kalau bukan di tempatku atau di tempatmu, karena mungkin ini akan membutuhkan waktu panjang untuk membicarakan hal-hal penting tentang proyek yang ada di proposal itu dan aku juga ingin memperkenalkan beberapa perusahaan yang terkait di dalam proyek tersebut, aku rasa kamu belum mengetahui perusahaan mana saja yang termasuk di dalam pembangunan hotel berbintang ini, memang di situ tertulis beberapa perusahaan terkenal, namun aku yakin kamu belum mengetahuinya kamu kan bilang kamu tidak bidang di dalam perkantoran tapi bidang kamu di kedokteran, mungkin aku harus banyak menjelaskan semuanya padamu." ucapnya sembari tersenyum.


Vie hanya menghela nafasnya dengan panjang.


" Bagaimana dokter, di tempat mana kita bisa bertemunya."


" Baiklah, pak Arga lebih baik di tempat Bapak aja saya akan datang jam tujuh malam." ucapnya dianggukan oleh Arga.


" Oke Bu dokter, aku tunggu nanti di tempatku, kamu percaya aja tidak akan terjadi apa-apa denganmu, di tempatku, walaupun hanya kita berdua saja di dalam apartemenku itu, karena kita hanya membahas tentang proposal tersebut tidak mungkin kita membahasnya di tempat umum seperti restoran ataupun cafe atau sejenisnya seperti kedai ataupun yang lainnya, karena ini proyek yang sangat besar."


Vie hanya menganggukan kepalanya.


" Baiklah Pak Arga, bolehkah saya sekarang keluar dari ruangan ini?"

__ADS_1


Arga hanya menganggukan kepalanya dan mempersilahkan Vie untuk keluar dari ruangannya, Vie pun berpamitan dengan Arga dan dia kemudian meninggalkan ruangan tersebut menuju ke arah kliniknya yang sudah beberapa menit ditinggalkannya itu.


__ADS_2