
Chapter 🌹
Di sebuah rumah mewah, Rio sedang duduk di balkon kamar pribadinya dengan segelas kopi susu gula aren yang hangat sembari dia menatap ke arah pepohonan rindang yang melambai-lambaikan daun-daunnya diterpa angin pagi, sesekali angin tersebut menerpa wajahnya dan menggoyangkan rambut serta pakaian yang dipakainya.
Dia teringat saat dia mengunjungi rumah sakit Segar Mulia di mana Vie dirawat kala itu, saat dia mendengar berita dari Om Drajat kalau Vie sudah mendapatkan kesadarannya itu, dia pun merasa tidak yakin, namun setelah dia mengetahui sendiri dari pihak rumah sakit kalau sebenarnya Vie memang sudah sadar dan pulang ke rumahnya, yang jadi pikirannya tentang tempat tinggalnya Vie setelah keluar dari rumah sakit.
" Kenapa aku jadi memikirkan Vie, setelah aku mengetahui Vie kini sudah keluar dari rumah sakit, kenapa hati dan perasaanku menjurus kepada Vie terus, tapi aku tidak tahu di mana Vie berada, aku berusaha menemui Namira di tempat kuliahnya, Tapi sayangnya tempat kuliahnya itu sedang libur, ya Tuhan kemana aku harus mencari Vie."
Dia dikejutkan dengan sentuhan di pundaknya, dia menoleh ke arah samping ternyata sang Mama, Bu Mita tersenyum pada anaknya tersebut.
" Mama.." ucapnya sembari menghela nafasnya dengan panjang dan duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya tersebut.
Bu Mita kemudian duduk di samping sang anak.
" Apa yang kamu pikirkan, terlihat sekali di wajahmu ada sesuatu yang sangat membuatmu berpikir keras, katakan pada Mama ada apa.?"
" Ini semua tentang Vie."
" Kenapa dengan dia? bukankah dia masih dalam keadaan koma di rumah sakit.?"
" Vie sudah sadar Mah, dan sekarang dia tidak tahu berada di mana."
" Apa?sudah sadar, syukurlah kalau dia sudah mendapatkan kesadarannya, seharusnya kamu senang, tapi kenapa kamu bilang kamu tidak mengetahui di mana dia berada sekarang? memangnya dia tidak kembali ke rumah orang tuanya.?"
__ADS_1
Rio menggelengkan kepalanya.
" Katakan pada Mama sebenarnya ada apa antara kamu dengan Vie? kenapa sampai Vie tidak memberitahu kamu kalau dia sudah sadarkan diri dan kenapa juga dia tidak tinggal di tempat kedua orang tuanya, sebenarnya ada apa dengan hubungan kalian?" tanya Ibu Mita sembari menatap lekat ke arah anak sulungnya itu.
Ibu Mita memang tidak diberitahu oleh Rio, kalau dia tidak pernah menjenguk ataupun menjaga Vie di saat Vie dalam keadaan tidak sadarkan diri di rumah sakit tersebut, waktunya dihabiskannya hanya bersama dengan Risma, dia juga tidak mengatakan kepada sang Mama kalau dia sudah menjalin cinta dengan Risma dan berselingkuh di belakang Vie.
" Rio, kamu tidak ada yang disembunyikan dari Mama.?"
Rio menatap sang Mama sesaat, kemudian mengalihkan pandangannya ke alam lepas.
Bu Mita merasa curiga dengan keanehan anaknya tersebut.
" Kamu tidak berbohong kan sama Mama.?"
" Maafkan Rio Mah, sebenarnya Rio sudah memiliki wanita lain selain Vie."
Ibu Mita hanya bisa menarik nafasnya dengan panjang, ingin rasanya dia marah dengan sang anak, tapi dia memaklumi keadaannya selama tujuh bulan lamanya disaat Vie tidak sadarkan diri, dia juga memahami kalau anaknya itu adalah lelaki yang normal.
" Dengan siapa kamu menyelingkuhi Vie?"
" Risma sepupunya Vie."
Ibu Mita lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang dia juga tidak bisa menyalahkan sang anak atas kejadian ini semua, dia ingin melihat anaknya itu bahagia, tidak ingin melihat anaknya menderita dan tekanan karena masalah cinta.
__ADS_1
" Mama hanya bisa menghela nafas Mama dengan panjang Rio, Karena Mama tidak bisa berkata apa-apa lagi, kalau memang sikap kamu seperti itu, jalanilah apa adanya, kalau kamu merasa nyaman dengan Risma katakan dengan Vie, kalau kamu memang selama ini sudah menduakannya di belakangnya, kamu yang sudah berbuat kamu juga yang harus mempertanggung jawabkanya, belajarlah kamu untuk menyelesaikan masalah percintaan kamu itu,agar Vie tidak merasa sakit hati, jangan beri harapan pada Vie kalau kamu menyukai Risma, dan jangan berikan harapan pada Risma jika kamu masih bimbang untuk melepas Vie." ucap Bu Mita sembari berdiri dan menepuk pundak anaknya itu, dia kemudian melangkah keluar kamar sang anak, Rio hanya menarik panjang nafasnya dan menyandarkan tubuhnya di atas sofa panjang tersebut sembari menatap lepas ke langit biru.
" Aku tidak tahu, kenapa setelah aku mendengar Vie sudah sadarkan diri rasanya aku tidak ingin kehilangan Vie aku ingin mengulang masa-masa indah bersama Vie." ucapnya sembari mengusap wajahnya dengan kasar terdengar ponselnya berdering, dia pun menoleh ke arah ponselnya yang ada di atas meja, terlihat si pemanggil Risma, dia tidak menjawab panggilan Risma sampai beberapa kali Risma memanggilnya melalui ponsel pribadinya itu, barulah dia mengambil ponselnya itu dan menjawab panggilan Risma.
" Ya Sayang ada apa.?"
" Di mana sih sekarang, kenapa kamu tidak menjawab panggilanku? udah beberapa kali loh, kok kamu akhir-akhir ini berubah tidak seperti biasanya.?"
" Aku tidak berubah kok sayang, aku agak sedikit sibuk, akhir-akhir ini, karena pekerjaanku di sini terlalu banyak, apalagi nanti beberapa hari aku akan pergi keluar kota untuk menyelesaikan proyek di sana dengan beberapa orang pemilik perusahaan yang terkenal."
" Apa boleh aku ikut.?"
" Sepertinya tidak sayang, karena ini adalah pekerjaan yang mungkin akan membuat kamu merasa membosan di sana, lagi pula aku tidak berada di tempat, aku takutnya kamu nantinya tidak bisa bertemu denganku, Aku harus berada di lapangan bersama dengan mereka semua, kalau aku hanya berada di dalam kamar hotel tidak mengikuti mereka di lapangan rasanya tidak etis saja, karena proyek ini sangat besar, kuharap kamu mengerti ya."
" Sayang aku mengerti tapi kenapa kamu tidak menemui aku, kamu tahu aku kan rindu banget sama kamu."
" Baiklah, kita akan bertemu sekarang, kamu siap-siap ya, aku jemput kamu, kamu dandan yang cantik tapi ingat cantiknya kamu hanya untuk aku."
" Iya sayang itu pasti, ya udah aku tunggu ya."
" Ya Sayang, aku mencintimu..."
" Aku juga mencintaimu...." kemudian pembicaraan Mereka pun terputus, Rio lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian menopangkan kedua tangannya di atas pahanya dan menutupi sebagian wajahnya sembari memejamkan matanya meresapi kegalauan dan kegundahan di hatinya antara Vie dan Risma.
__ADS_1
" Aku harus mencari tahu di mana Vie berada, aku harus menemuinya dan aku harus mengetahui keadaannya sekarang bagaimana, jujur aku memang masih mencintai Vie, tapi aku tidak bisa untuk menepiskan godaan dari Risma, karena dari Risma aku mendapatkan yang tidak pernah aku dapatkan dari Vie." ucapnya sembari membuka matanya, dia pun kemudian berdiri melangkah masuk ke dalam kamarnya, beberapa saat dia pun berganti pakaian Setelah dia meminta izin pada sang Mama, dia pun melajukan mobilnya menuju ke arah rumah Risma untuk menjemput Risma dan membawanya bersenang-senang sesaat, dia memang tidak masuk kantor hari ini karena dia tidak merasa fokus untuk bekerja.