
Chapter 42🌹
Setelah menikmati makan malamnya, Mereka pun kemudian pergi dari Resto tersebut, Arga kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah sebuah taman bunga, Arga pun menghentikan mobilnya di depan taman tersebut, Dia kemudian mengajak Vie turun dari mobilnya.
" Ayo kita turun." ajak Arga.
" Bukankah kita mau membicarakan tentang proposal proyek itu."
" Semuanya sudah kita bicarakan di Resto tadi, jadi k tiba waktunya kita untuk bersenang-senang melepaskan semua pikiran kita yang sudah terkuras.,"
" Apa? pembicaraannya saat di resto itu saja.?"
Arga hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
Vie menghela nafasnya dengan panjang, dia tidak bisa berbuat banyak dan dia juga tidak bisa menyangkal perkataan Arga, yang hanya bisa dia lakukan saat ini hanyalah mengikuti langkah Arga menuju ke sebuah kursi yang tidak jauh dari mobil dia terparkir itu, di mana di depan kursi itu air mancur yang indah dan lampu berwarna-warni melingkari kolam tersebut, mereka berdua kemudian duduk sembari menatap air mancur itu.
Sesaat mereka berdua terdiam hanyut dalam buaian gemericik Air mancur yang menampakkan sinarnya yang berwarna warni terkena terpaan cahaya lamu yang terpasang menyinarinya itu.
" Aku sering kesini menghabiskan waktuku seorang diri, disaat hati galau, sedih dan cuma hanya melepaskan penat semata."
" Setiap hari?"
" Tidak juga setiap hari jika ingin saja." ucap Arga sembari menoleh sesaat pada Vie seraya tersenyum.
Vie tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dan kembali Dia menatap ke arah gemericik air mancur tersebut Vie mendapatkan ketenangan saat menatap air tersebut, dia menghela nafas panjangnya dan menatap ke arah langit malam yang bertabur dengan bintang, walaupun langit itu terlihat gelap tapi terlihat sangat indah karena bintang bercahaya menghiasinya.
Arga menoleh kembali ke arah Vie, dia menatap lekat wajah Vie yang sedang menikmati indahnya langit malam yang bertabur bintang itu, tanpa sepengetahuan Vie dia mengagumi kecantikan Vie, Walaupun dia menatapnya hanya melalui sampingnya, dia tersenyum sangat bahagia karena bisa menikmati wajah cantik tersebut sembari dia bergumam di dalam hatinya.
" Kamu wanita hebat, kamu sangat cantik, kecantikan kamu tidak dimiliki oleh wanita lain yang ada di luar sana, Aku mengagumi kecantikan kamu, serta mengagumi kebaikan dan keuletan kamu dalam bekerja, tapi sayangnya aku tidak tahu siapa dirimu itu yang sebenarnya." gumamnya sembari mengukir senyum di wajahnya, seolah memiliki kontak batin yang kuat dengan Pak Bosnya itu, Vie pun langsung menoleh ke arah Pak Bosnya sembari terkejut, karena Pak Bosnya itu menatap lekat ke arahnya, dia pun kemudian menegur Pak bosnya tersebut.
__ADS_1
" Ada apa Arga? Kenapa kamu menatap saya sedemikiannya.?" tanya Vie menatap dengan heran ke arah Arga.
Arga tersenyum sembari menatap ke arah air mancur tersebut.
" Oh, tidak, aku menatap kamu itu karena ada perasaan yang aneh aja dengan kamu." ucapnya berbohong karena dia sudah kepergok Vie menatap ke arahnya.
" Aneh? maksud kamu?"
" Ya Aneh, saat kita berbicara di restoran tadi, terlihat kamu terdiam saat aku berbicara tentang orang-orang yang ada di dalam kontrak kerjasama yang akan kita kerjakan nantinya, tentang proyek itu." ucap Arga, padahal dia tidak sama sekali mengetahui keanehan di wajah Vie, dia asal saja mengatakan semuanya itu pada Vie, karena tidak ada lagi pembelaan kata-katanya untuk dirinya, terpaksa dia menggunakan kata tentang proyek yang akan ditangani mereka berdua itu.
Vie hanya menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam di dalam hatinya.
" Apakah saatnya aku akan berbicara dan mengatakan semuanya pada Arga tentang perusahaan RD group dan Start Group itu?"
Arga terkejut Vie benar-benar berubah wajahnya terlihat sedih di wajahnya, saat Arga berbicara seperti itu, Arga pun bergumam di dalam hatinya.
" Kenapa Vie langsung berubah wajahnyaz padahal aku kan cuma berkata bohong saja." gumamnya sembari menatap ke arah Vie yang sedang menundukkan kepalanya tersebut.
Vie menghela nafasnya dengan panjang dan menoleh ke arah Arga.
" Ceritanya panjang.."
" Cerita apa? walaupun panjang, aku tetap akan mendengarkannya, cepatlah cerita, aku jadi penasaran sebenarnya ada apa? Maafkan aku Vie sebenarnya aku berkata bohong padamu."
" Maksud kamu.?"
" Aku memang menatap kamu tanpa sepengetahuan kamu tadi, karena aku mengagumi akan keuletan kamu serta yang lainnya yang ada di dalam diri kamu, karena kamu sudah memergoki aku, makanya aku mengatakan tentang proposal itu dan orang-orang yang ada terkait di dalamnya, Tapi karena kamu sepertinya memang mengenal di antara mereka, Aku inginkan kamu berkata jujur padaku, agar kedepannya aku tahu siapa mereka itu." ucap Arga sembari menatap ke arah Vie dan mengubah duduknya menghadap ke arah Vie.
Vie terkejut, dia pun hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam kembali di dalam hatinya.
__ADS_1
" Mungkin saatnya aku akan menceritakan semuanya padamu Arga." gumamnya sembari menatap Arga dengan lekat.
" Pemilik, sekaligus Derektur utamanya RD Group itu aku kenal dekat dengannya,dia adalah orang kepercayaan Almarhum Ayahku kala itu, namun setelah kami mengalami kecelakaan tersebut, semua aset perusahaan yang dipercayakan dengannya menjadi hak miliknya, dia merebutnya dari aku dan adikku, perusahaan itu awalnya bernama Vinam Group, gabungan antara nama aku dan nama adikku, berubah sekarang menjadi RD Group yang memiliki arti Risma Drajat Group dan Aku juga punya hubungan dengan pemilik perusahaan Start group."
" Pak Rio Firdaus?" tanya Arga terkejut.
Vie hanya menganggukkan kepalanya.
" Ada apa hubungannya denganmu?" selidik Arga menatap Vie dengan lekat.
" Dia adalah mantan kekasih ku."
" Apa?"
Vie menoleh kearah Arga.
" Ada apa?"
" Nggak ada apa-apa, lanjutkan aku ingin mendengar semuanya."
" Dia dan aku sudah menjalin cinta bertahun lamanya,aku sempat bekerja diperusahaannya, tapi bukan bekerja sebagai dokter."
" Jadi sebagai apa?"
" Aku bekerja sebagai sekretarisnya, itu aku lakukan hanya ingin meloloskan keinginan Almarhum Ayahku, karena beliau menginginkan aku mendalami dunia perkantoran dan kejadian yang sudah menimpaku kecelakaan itu membuat dia meninggalkanku dan berselingkuh dengan anak Om derajat yang memang sudah jelas-jelas menaruh hati padanya, di saat kami memiliki hubungan pun Risma tidak segan-segan menampakan sikapnya yang memang menaruh hati pada Rio." ucapnya, kemudian Vie pun menceritakan semuanya pada Arga, Kenapa dia bisa bekerja di perusahaan Rio mantan kekasihnya tersebut dan tentang penghianatan Rio padanya.
Arga mendengarkan cerita Vie sampai selesai.
Arga kemudian menganggukkan kepalanya dan dia pun menatap lekat kearah Vie sembari bergumam dalam hatinya.
__ADS_1
" Aku tidak akan melepaskan kamu Vie, aku akan menjaga kamu selamanya, sampai suatu saat kamu akan tahu kalau aku sangat mencintai kamu Vie, aku tidak bisa mengatakannya padamu tentang perasaanku, karena kamu baru saja mengalami patah hati, aku takut jujur padamu tentang perasaan ini, disebabkan aku takut kamu menolakku Vie." gumamnya dalam hati dan matanya tidak lepas dari wajah cantik Vie yang fokus menatap kearah Air mancur yang mengalir itu.