
Chapter 62🌹
" Kalau dia sampai menikah dengan pengusaha itu kita akan celaka.!"
" Celaka bagaimana? dia kan mau menikah dengan orang kaya jadi dia buat apa lagi untuk mengambil perusahaan yang sudah ditangani Papah selama ini, kamu kan berhak untuk mendapatkan perusahaan itu, karena kamu juga ikut andil di dalamnya."
" Andil bagaimana, tidak ada andilnya aku di dalam perusahaan keluarganya ini, karena saat aku berada di perusahaan ini kala itu perusahaan ini sudah menjadi lebih besar, kalau Vie sampai menikah dengan pengusaha itu, kita tidak ada apa-apanya, perusahaan kita yang sudah kita tangani ini, semudah membalik telapak tangannya untuk membelinya."
Istri Om Drajat pun terdiam, tidak ada satu kata pun terucap dari dirinya, karena tidak ada suaranya Om Drajat lalu mematikan ponselnya tersebut sembari menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi yang ada di depan balkon tersebut, dia menatap lepas ke langit terang dimana sinar matahari menyengat sangat panas sekali.
__ADS_1
" Ini tidak mungkin terjadi, karena aku tidak ingin perusahaan ini kembali ke tangan Vie." gumamnya di dalam hati dengan pikiran yang tidak karuan, dia pun kemudian berdiri dari duduknya dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di kamarnya tersebut.
Di rumah om Drajat, setelah istrinya mendapat kabar dari suaminya itu pun dia hanya menghela nafas beratnya, kegelisahan melandanya, Risma yang melihat sang Mama terlihat sangat gelisah itu pun mendekatinya dan duduk di samping Mamanya itu.
" Ada apa Mah, kenapa Mama terlihat gelisah sekali, padahal mama aku lihat tadi berbicara dengan papa melalui telepon genggam, memang ada kabar apa sehingga wajah mama berubah seperti itu, seharusnya mama merasa senang mendapatkan telepon dari suami mama, tapi kenapa Mama terlihat gelisah sepertinya ada yang dipikirkan, cerita sama Risma Ada apa sebenarnya."
Dia hanya menarik nafasnya dengan panjang kemudian dia menatap lepas ke arah anaknya sesaat.
" Perusahaan? maksudnya ini ada apa, memang itu milik kita, karena kita sudah mendapatkannya dari keluarga Vie, itu hak kita karena kita selama ini sudah berjuang untuk membesarkan nama perusahaan itu, lagi pula nama perusahaan itu juga sudah berubah menjadi hak milik kita, semua buktinya sudah ada dengan kita, tidak bisa dia untuk mengalihkannya lagi. Sebenarnya ini ada apa, cerita sama Risma mah, Risma kurang ngerti Mah?"
__ADS_1
Sang Mamah kemudian menceritakan semuanya pada Risma sampai selesai seperti apa yang diceritakan sang suami padanya.
" Apa!! dia ikut dalam proyek itu, gimana ceritanya, ini tidak benar kalau dia ikut dalam proyek itu, berarti dia bertemu dengan Rio, pantesan aja Rio tidak mau mengajak aku ke sana, rupanya dia sudah tahu kalau Vie memang ikut di dalam proyek itu, ini tidak bisa dibiarkan.!!"
" Kamu tidak usah memikirkan Rio karena Vie tidak akan pernah kembali pada Rio."
" Kok mama yakin sekali berbicara seperti itu, kita kan tidak tahu apa yang dilakukan Rio di sana, lagi pula Rio juga tidak mungkin tidur sama papa jadi dia tidak mengetahui gerak-gerik Rio, bagaimana di belakang Risma dan juga di belakang kalian berdua."
" Karena Vie sudah memiliki calon suami "
__ADS_1
Risma terkejut dengan ucapan sang Mama, dia menatap lekat penuh arti ke arah Mamanya itu.