
Chapter 15🌹
Berapa saat kepergian mereka dari ruangan bu Diana Arga dan Leo pun memasuki ruangan tersebut, Mereka kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan sang Mama sembari menghela nafas mereka dengan panjang.
" Bagaimana pertemuannya, Apakah sudah selesai ?"
" Sudah Mah!"
" Sekarang mereka ada di mana.?"
" Mereka memilih pergi ke penginapannya."
" Bagaimana Apakah kamu menyetujuinya.?"
" Kalau melihat perekonomian di perusahaan mereka sangat bagus, Arga pasti menyetujuinya, karena mereka ingin membangun sebuah perhotelan yang tempatnya sangat strategis sekali nanti Arga akan melihat lokasinya Mah."
Ibu Diana hanya menganggukkan kepalanya.
" Leo mau berangkat ke luar Negeri dua hari lagi Mah."
" Nanti aja kamu berangkat ke luar Negeri, di sana kan masih bisa di handle sama orang kepercayaan kamu, sementara waktu kamu di sini aja dulu menemani kakak." ucap Arga.
" Benar apa kata kakakmu, lebih baik kamu di sini dulu sementara waktu, karena kakakmu kayaknya memerlukan kamu, kalau kamu segera berangkat ke luar negeri Apakah kamu tidak ingin melindungi kakakmu dari wanita itu." ucap bu Diana sembari tersenyum.
" Mama benar sekali, baiklah kalau seperti itu, aku akan memantau melalui email aja, setelah itu nantinya kalau memang penting aku akan berangkat juga kembali ke sana, sementara waktu aku akan membantu Kakak di sini, sepertinya ada sesuatu dibalik proyek yang akan dididirikan beberapa perusahaan termasuk perusahaan kita."
Arga hanya tersenyum...
" Arga akan mempelajari proposal yang diajukan oleh mereka dan melihat lokasinya nantinya Mah "
__ADS_1
" Memangnya pembangunan lokasi yang akan dibangun sebuah hotel berbintang itu di mana.?" tanya bu Diana.
" Di luar kota,tepatnya dikota S dari sketsa yang diberikan oleh mereka terlihat tempatnya sangat strategis dan sangat menguntungkan, Arga akan menanamkan saham di proyek ini."
" Menurut Leo juga bagus Mah, Karena tempatnya juga sangat diminati oleh para pengunjung dan para pengunjung banyak kesana karena daerah yang akan dibangun hotel berbintang itu lokasinya sangat bagus banyak tempat wisata yang ada di sana." ucap Leo.
" Darimana kamu tahu? kamu kan tidak ikut pertemuan tadi.?" tanya Arga.
" Leo pernah melihat kota yang disebutkan kakak itu."
Arga lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya...
" Arga, ada berapa perusahaan yang ikut dalam andil pembangunan tersebut, karena kita harus tahu perusahaan mana saja yang bisa ikut di dalam pembangunan itu.?" tanya ibu Diana.
" Ada ada Lima perusahaan, perusahaan Prima Group yang membuat proposal itu, perusahaan RD Group, perusahaan Start group, dan perusahaan yang dimiliki oleh suaminya Sonia serta perusahaan kita.
" Untung saja Leo menyetujui tidak kembali sementara waktu ke luar negeri."
" Benar sekali Mah..!"
" Dia juga tidak ada saat pertemuan tadi, dia hanya mengutus orang suruhannya, Saat ditanya ke mana si Bayu dia hanya mengatakan kalau Pak Bayu lagi ada urusan, waktu ditanya urusannya apa Karena ini kan lebih penting pertemuannya, dan lagipula ini adalah proyek besar, namun katanya kalau Bayu tidak bisa menunda pertemuan dia dengan orang penting itu."
" Tapi tidak ada kabar beritanya ya, kalau kerjasama yang pernah diajukan dia itu disetujui atau tidaknya Kak."
" Sepertinya tidak ada, mungkin dia sudah mendapatkan orang yang bisa membantu dalam perusahaannya."
" Baguslah, tapi sayangnya hilang mulut singa kita berhadapan kembali dengan mulut buaya!" ucap Leo membuat bu Diana tersenyum.
" Oh ya Mah, bagaimana pertemuan dengan bu dokter yang akan mengisi kekosongan klinik kita, karena Arga tidak ingin para karyawan sedang sakit sedikit aja izinnya keluar untuk beli obat atau berobat tapi nyatanya sering terlambat masuk kembali ke kantor, kalau seandainya sudah ada dokternya kembali bekerja dengan aktif di kantor ini, mereka merasa sakit sedikit pun mereka bisa berobat dengan dokter yang sudah ada di klinik kita, karena klinik itu dibangun untuk para karyawan kantor ini."
__ADS_1
" Sudah, Mama sudah ketemu dengannya." ucap bu Diana sembari tersenyum terlihat di wajah Bu Diana sangat senang sekali membuat Leo dan Arga Saling pandang dan merasa heran dengan sang Mamahnya itu.
" Kok Mama terlihat senang, Apakah Mama senang karena klinik kita tidak kosong dengan dokter."
" Bukan, tapi karena wawasan dokter itu sangat bagus sekali dan Mama juga tahu dari Melva kalau dia sebenarnya lulusan dari luar negeri, namun setelah lulus dari kuliahnya itu dia menuruti apa kata Almarhum Ayahnya untuk mendalami dunia perkantoran, setelah ke dua orang tuanya meninggal barulah dia bisa menjalankan cita-citanya sebagai seorang dokter itu, Tapi sayangnya..."
" Tapi kenapa Mah...?"
" Dia duduk di kursi roda, karena baru saja beberapa hari sembuh dari komanya, diakibatkan kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya dan dia pun mengalami koma selama 7 bulan lamanya.
Arga langsung terkejut,degupan di jantungnya semakin kuat tanpa sadar tangannya meraba ke arah lehernya yang tertutup dasinya itu, dia merasa ada sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya yang dia tidak mengerti, setelah mendengar kalau dokter tersebut berada di kursi roda, karena baru saja sembuh dari komanya dan menjalani masa pemulihan.
" Arga...!" tanya bu Diana, Leo yang duduk di sampingnya pun menatap Lekat ke arah sang kakak, Arga kemudian melonggarkan dasinya dan membuka kancing kemejanya tersebut, Dia kemudian memegang liontin kalung itu.
Bu Diana menatap heran ke arah anak sulungnya itu, begitu juga dengan Leo anak bungsunya yang lekat menatap ke arah sang kakak kemudian dia menatap kembali ke arah sang Mama, mereka berdua saling bertatapan dan merasa keheranan dengan sikap Arga yang langsung terdiam setelah mendengar cerita dari sang Mamah.
Leo kemudian menyentuh pundak sang kakak membuat Arga terkejut sembari menoleh ke arah sang adik, kemudian dia menghela nafasnya dengan dalam.
" Ada apa kak? kenapa Kakak terlihat seperti ini, setelah mendengar cerita dari Mama tentang dokter itu."
" Iya Arga, kenapa? Ada apa denganmu? seakan-akan kamu mengenal bu dokter itu, walaupun kamu belum pernah bertemu dengannya, hanya mendengar lewat cerita Mama saja."
" Arga juga tidak tahu Mah, saat Mama bilang kalau dia baru sembuh dari komanya 7 bulan lamanya akibat kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya, ada perasaan aneh di dalam diri Arga, degupan jantung Arga semakin kencang dan Arga juga tidak tahu kenapa Arga langsung saja memegang liontin ini." ucapnya, dia juga tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuhnya itu.
Bu Diana hanya menghela nafasnya dengan pelan.
" Dr Vie itu, memang memiliki Aura yang tidak dimiliki oleh wanita yang ada di luar sana, dia itu cantik,karena kelihatan kecantikannya sangat alami dia juga sopan, terlihat Dia sangat baik sekali, Mama jadi suka dengannya." ucapnya sembari tersenyum membuat Leo menatap ke arah sang Mama.
" Mamah ini gimana sih, bicaranya seperti itu, tadi malam aja bicara pada kami tentang anaknya Tante Mirna, sekarang Mama bicara tentang kecantikan bu dokter, anak Tante Mirna aja belum selesai Mah yang mengaku pemilik kalung yang dipakai oleh kak Arga itu, Tapi Leo yakin kalau anak Tante Mirna itu bukan pemilik aslinya, karena Tante Mirna itu ada sesuatu yang tersembunyi yang direncanakannya di belakang Mama, sebaiknya Mama berhati-hati mulai sekarang." ucap Leo sembari menatap ke arah sang Mama, bu Diana pun tersentak dengan ucapan sang anak, dia mencoba mencerna ucapan Leo yang secara langsung memperingatinya dan tentang pertemanannya dengan Mirna tersebut.
__ADS_1