Percikan Masa Lalu

Percikan Masa Lalu
Chapter 12


__ADS_3

Chapter 12🌹


Tepat jam 10.00 malam Arga dan Leo meninggalkan apartemennya untuk menjemput sang mama yang sedang berada di tempat Tante Mirna.


Tidak lama kemudian mobil Arga pun sudah berada di mana acara itu berlangsung, terlihat masih banyak orang yang berada di dalam gedung pesta tersebut.


Arga dan Leo kemudian turun dari mobil, mereka berdua pun melangkah menuju masuk ke dalam dia memperhatikan kiri dan kanan di mana Mamahnya itu berada.


Leo kemudian menarik pelan tangan sang kakak Dia kemudian melangkah menuju ke arah sang Mamah yang sedang duduk bersama dengan Tante Mirna.


" Mama..." panggil Arga.


Ibu Diana kemudian menoleh ke arah suara, dia tersenyum.


" Arga...!? kebetulan sekali Mama baru aja ingin menghubungi kamu, karena ada yang ingin Mama katakan denganmu."


" Soal apa Mah?" tanya Arga sembari menatap ke arah sang Mama, dia memang tidak merasa senang Mamahnya itu berteman dengan Tante Mirna, karena dari tatapan Tante Mirna itu Arga mengetahuinya kalau Tante Mirna memiliki rencana yang tersembunyi pada Mamahnya itu.


" Kamu tahu, ternyata kalung yang kamu pakai itu adalah milik anaknya Tante Mirna.'


" Apa?" Arga terkejut dengan ucapan Mamahnya itu, dia kemudian menatap ke arah sang Mamah yang tersenyum bahagia dan Arga kemudian menatap ke arah Leo, Leo hanya mengekspresikan ketidaktahuannya dengan mengangkat kedua bahunya pelan, Arga kemudian menatap ke arah Tante Mirna, terlihat senyum sembringah Tante Mirna sembari menganggukkan kepalanya.


" Apakah Mama cerita dengan Tante Mirna?" tanya Arga.

__ADS_1


" Awalnya Mamah tidak cerita dengan Tante Mirna, tapi mama melihat kalung yang dipakai oleh Tante Mirna sama dengan kalung yang kamu pakai itu."


Arga kemudian menatap ke arah Tante Mirna, tepat ke arah lehernya Tante Mirna yang terpasang kalung yang sama seperti yang dirinya pakai.


" Iya Arga, itu adalah kalung anak Tante, sampai sekarang anak Tante masih mencari kalung itu, Mamah mu sempat cerita pada Tante kalau kamu diberi sama seorang anak kecil, namun anak kecil itu tidak tahu keberadaannya, sebenarnya anak kecil itu adalah yang mencuri kalung anak Tante, saat itu anak Tante tidak tahu bagaimana anak kecil itu mencurinya dari anak Tante, sampai sekarang anak Tante merasa sedih karena kehilangan Kalung kesayangannya itu.


" Baiklah Tante, saya ingin bertemu dengan anak Tante nantinya, tapi tidak malam ini, karena ini sudah terlalu malam,suasana malam yang larut tidak cocok untuk kesehatan Mamah saya,makanya sekarang Saya mau menjemput Mama saya untuk segera pulang." ucap Arga sembari mengajak sang Mama,dianggukan oleh Bu Diana.


" Jeng Mirna, aku pamit pulang dulu ya, beginilah kalau memiliki anak laki-laki serasa bagaikan Bodyguard." ucapnya sembari terkekeh.


" Iya jeng Diana, hati-hati ya, jangan lupa pembicaraan kita tadi."


" Iya, itu mudah diatur, tenang saja." ucapnya sembari tersenyum dan cipika-cipiki dengan Tante Mirna kemudian Bu Diana dan dua orang anaknya itu pun melangkah meninggalkan gedung acara tersebut, kemudian dia memasuki mobil pribadinya, beberapa saat kemudian mobil Arga pun meninggalkan gedung di mana perayaan pesta anak Tante Mirna masih dilaksanakan.


" Arga, Mama yakin kalau anaknya Tante Mirna itu adalah pemilik kalung yang kamu pakai itu."


" Tapi Nak." Bu Diana menggantung kalimatnya.


Arga menoleh sesaat ke arah sang Mamah yang sedang duduk di sampingnya, karena posisi Arga sekarang ada di kursi belakang, sedangkan yang membawa mobil pribadinya adalah sang adik.


" Tapi kenapa Mah.?"


" Mama berencana ingin menjodohkan kalian berdua karena gara-gara kalung itu kamu tidak pernah lagi mengalami alergi yang sering membuat Mama panik."

__ADS_1


Sontak saja Arga terkejut dengan ucapan Mamahnya itu, dia terdiam sejenak karena di dalam benaknya ada merasa keraguan yang sangat dalam tapi ada juga dia merasakan kebenaran tentang kalung tersebut.


" Kalau seandainya kalung itu bukan milik anak Tante Mirna, kenapa Tante Mirna memiliki kalung yang sama bentuk dan rupanya juga sama." pikirnya dalam hati.


" Sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi, kalau seandainya kalung itu bukan punya Tante Mirna Kenapa dia memiliki kalung yang sama, sedangkan kak Arga hanya bercerita padaku, kenapa Tante Mirna sampai mengetahui kak Arga memiliki kalung itu?" gumam Leo dalam hati.


" Tapi Mah, menurut Leo sebenarnya Mama tidak perlu mengambil keputusan dengan cepat, kita bisa menyelidiki dulu sebenarnya, Apakah benar kalung yang dipakai oleh kak Arga itu adalah miliknya anak Tante Mirna." ucap Leo.


" Mama sangat yakin kalau seandainya Kalung itu bukan milik Mirna tidak mungkin Mirna memiliki pasangan kalung itu, kamu kan tidak tahu apakah kejadian 7 bulan yang lalu itu menjadi kunci dalam kamu mencari pemilik kalung tersebut, kamu tidak tahu kan kapan ketemunya dengan pemiliknya, sedangkan kamu aja dikasih sama anak-anak kecil siapa tahu memang benar apa yang dikatakan oleh Mirna Kalau kalung itu dicuri oleh anak itu, karena sudah ketahuan makanya dia mengasihkan kepada kamu Arga."


" Tapi Leo masih kurang yakin Mah, menurut Leo Mama jangan langsung menjodohkan Kak Arga dengan wanita yang belum dikenal oleh kakak."


" Tapi kan kalau lama kelamaan pasti akan ada rasa cinta diantara mereka nantinya, lagi pula anaknya sopan, Mama suka dengan anaknya si Mirna itu,walaupun mamah belum bertemu langsung tapi menurut cerita Mirna anaknya cantik cocok banget dengan kakakmu."


" Mah tolong, mengerti Arga, saat ini Arga belum mau menikah lebih cepat."


" Memang nggak menyuruh kamu untuk menikah cepat, Mama kan ingin menjodohkan kalian berdua,Kalau kamu masih belum mencintai dia apa salahnya kalian berdua bertunangan terlebih dahulu."


" Mah, tolonglah mengerti Arga satu kali ini saja, biarkan Arga memilih pilihan Arga sendiri."


Bu Diana mendengus dengan kesal dia kemudian memalingkan wajahnya ke arah samping Arga kemudian meraih tangan sang Mama sembari memberi pengertian pada namanya itu, dia tidak ingin mengatakan kalau dia sudah kepincut dengan seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda, dia tidak ingin mengatakan identitas dari Vie karena dia belum pasti kalau Vie masih sendiri ataupun Vie sudah berkeluarga.


" Maafkan arga ya Mah, Arga hanya ingin meminta waktu saja, kalau seandainya Tante Mirna ingin mengambil kalung ini Arga akan memberikannya, tapi kalau soal Arga berjodoh dengan anaknya hanya Tuhan Yang tahu, Arga tidak ingin menikahi seorang wanita tanpa ada rasa cinta, Arga takut nantinya wanita itu akan merasa sakit hatinya, dan terbebani dengan cinta dirinya sendiri, Arga mohon pada Mamah, agar Mamah bisa mengerti Arga." ucap Arga sembari menggenggam tangan sang Mamah.

__ADS_1


Bu Diana hanya menghela nafas panjangnya kemudian di dalam mobil tersebut diam, hening! tidak ada suara sama sekali sampai akhirnya mobil itu pun sampai di depan rumah Bu Diana, Mereka kemudian keluar dari mobil Arga, Arga lalu berpamitan dengan Mama dan Adiknya itu,dia kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah Apartemennya dengan pikiran yang kacau dan penuh tanda tanya besar di kepalanya.


" Kenapa Tante Mirna memiliki kalung yang sama dengan yang aku pakai ini, sedangkan selama ini aku tidak pernah cerita pada siapapun, selain dengan adik dan Mamah ku." ucapnya merasa heran sekali.


__ADS_2